Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Konsultasi

Ilmu Hakikat, Adakah dalam Islam?

Thoriq
Terakhir diupdate: 26 Januari 2022 18:09 6:09 pm
Thoriq
Dipublikasikan 26 Januari 2022 18:00
Bagikan
Bagikan

Jika ilmu hakikat adalah ilmu berkenaan dengan perbaikan hati, lantas bagaimana hubungannya dengan ilmu syari`at? Apakah keduanya terpisah?

Hidayatullah.com | DALAM dunia tasawuf sering terdengar ungkapan “ilmu hakikat”. Sebenarnya apa definisi yang menjelaskan menganai ilmu ini? Bagaimana pula para ulama menyikapinya?

Hadits Sumber Penyebutan Ilmu Hakikat

Al Hafidz As Suyuthi berkata,”Telah berkata pensyarah Manazil As Sa`irin,’ Hakikat sesuatu bagi ahli bidang ini (tasawuf) ada tanda-tanda yang menunjukkannya. Di antaranya adalah sabda Rasulullah ﷺ  kepada Haritsah:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَيْفَ أَصْبَحْتَ يَا حَارِثَ بْنَ مَالِكٍ؟ قَالَ: أَصْبَحْتُ مُؤْمِنًا حَقًّا , قَالَ: «إِنَّ لِكُلِّ قَوْلٍ حَقِيقَةً فَمَا حَقِيقَةُ ذَلِكَ؟» قَالَ: أَصْبَحْتُ عَزَفَتْ نَفْسِي عَنِ الدُّنْيَا (أخرجه ابن أبي ِيبة في المصنف: 30425, 6/170)

Baca Juga

Antara Qadha dan Syawal: Bolehkah Satu Kali Puasa Menggabungkan Dua Niat?
MUI Jatim Dukung Fatwa Haram Sound Horeg, Ini Alasannya
Hukum Duduk di Masjid bagi Orang yang Berhadast Kecil atau Sedang Junub
Masjid dan Mushalla menurut Al-Quran dan Hadis
Inilah Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat  

Artinya: Rasulullah ﷺ bersabda,“Bagaimana awal harimu wahai Harits bin Malik?” Harits pun menjawab,  ”Awal hariku, aku dalam keadaan mukmin yang sesungguhnya.” Rasulullah ﷺ pun bersabda, ”Sesungguhnya bagi segala sesuatu ada hakikatnya. Apa hakikat keimananmu?” Harits pun menjawab, ”Aku telah berzuhud dari dunia…” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf: 30425, 6/170)

Lantas Harits pun menyampaikan mengenai tanda-tanda sempurnanya iman. (Lihat, Ta`yid Al Haqiqah Al Aliyah, hal. 17)

Al Hafidz As Suyuthi berkata, ”Telah jelas bagiku, bahwa para ahli dalam bidang ini (tasawuf), sesungguhunya mereka menyebut ilmu mereka dengan ilmu hakikat mengambil dari lafadz hadits ini.” (Lihat, Ta`yid Al Haqiqah Al Aliyah, hal. 17)

Ilmu Hakikat adalah Ilmu Cara Perbaikan Hati

Imam Izzuddin bin Abdissalam berkata untuk menjelaskan ap aitu ilmu hakikat, ”Cara untuk memperbaiki hati yang mana hal itu yang menyebabkan jasad juga menjadi baik, dan kerusakan jasad juga disebabkan kerusakan hati. Serta cara untuk mensucikan hati dari segala yang menjauhkan dari Allah serta menghiasi hati dengan segala yang mendekatkan kepada-Nya dan membuat hati mencintai pada kedekatan terhadap-Nya, dalam berbagai kondisi, perkataan dan perbuatan serta harapan-harapan yang mulia. Juga senantiasa menghadap-Nya, mendengar-Nya,  hadir pada-Nya di setiap waktu di berbagai kondisi sesuai dengan kemampuan, tanpa adanya kejenuhan dan kebosanan. Dan ilmu untuk mengetahui hal itu disebut sebagai ilmu hakikat.” (dalam Qawaid Al Ahkam fi Mashalih Al Anam, 2/212).

Ilmu Hakikat Tanpa Ilmu Syari`at Adalah Sia-sia

Jika ilmu hakikat adalah ilmu berkenaan dengan perbaikan hati, lantas bagaimana hubungannya dengan ilmu syari`at? Apakah keduanya terpisah?

Imam Izuddin bin Abdissalam berkata, ”Ilmu hakikat bukanlah berada di luar syari`at, bahkan syari`at tegak dengan perbaikan hati, baik dengan pengetahuan, keadaan, serta tekad dan niat serta hal-hal lain yang telah kami sebutkan yang merupakan amalan-amalan hati. Maka, pengetahuan tentang hukum-hukum dhahir merupakan pengetahuan secara global tentang syariat. Sedangkan pengetahuan tentang hukum-hukum batin merupakan pengetahuan secera rinci dari syariat.  Tidak ada seorang pun yang mengingkari kedua ilmu itu, kecuali orang kafir atau fajir. (dalam Qawaid Al Ahkam fi Mashalih Al Anam, 2/212).

Al Hafidz As Suyuthi pun menyatakan, ”Dan telah nampak bagiku, bahwasannya posisi ilmu hakikat dari ilmu syari`at seperti posisi ilmu ma’ani dan ilmu bayan (balaghah) terhadap ilmu nahwu. Ia (ilmu hakikat) merupakan rahasianya (ilmu syari`at) dan ia (ilmu hakikat) dibangun di atasnya (ilmu syari`at). Maka, barangsiapa berkecimpung dalam ilmu hakikat tanpa mengetahui ilmu syari`at maka ia termasuk orang-orang bodoh yang tidak mendapatkan apa-apa sebagaimana seseorang ingin berkecimpung dalam rahasia-rahasia ilmu ma`ani dan ilmu bayan, tanpa mahir dalam ilmu nahwu, ia tersesat jauh.” (Lihat, Ta`yid Al Haqiqah Al Aliyah, hal. 17).

Sumber Penolakan terhadap Ilmu Hakikat

Syeikh Abdullah bin Shiddiq Al Ghumari pun menyimpulkan bahwasannya sumber adanya penolakan terhadap ilmu hakikat ada dua. Pertama, yakni susunan pemaknaan  dari ilmu itu menggunakan ungkapan-ungkapan pelik dan tidak biasa. Kedua, adanya orang-orang jahil yang memasuki wilayah ilmu itu  yang menyerupakan diri sebagai ahlinya. Inilah yang disebut oleh Imam Izuddin bin Abdissalam sebagai begal, yang membegal orang-orang yang sedang meniti perjalan menuju Allah Ta`ala. (lihat, Al I`lam bi Anna At Tashawuf min Syariat Al Islam, hal. 26, 27).*

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:filsafatHakikatilmu hakikatmakrifattasawwuf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika Serikat Setujui Penjualan Radar dan Hercules ke Mesir
Tulisan selanjutnya Zuckerberg Klaim Perusahaannya Menciptakan Superkomputer Paling Kuat di Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya

Berita
13 Juni 2026 14:36
Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz

Terbaru

  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

Mungkin Anda Juga Suka

Keluarga Sakinah

Zakat dari Harta Haram, Apa Hukumnya?

30 Maret 2025 22:33
Konsultasi Syariah

Tidak Sholat dan Membayangkan Porno di Bulan Ramadhan Apakah Membatalkan Puasa?

25 Maret 2025 06:00
masjidil aqsha
KajianKonsultasi

Enam Hal yang Tidak Membatalkan I’tikaf Meski Keluar dari Masjid

17 Maret 2025 09:00
Konsultasi Syariah

Hukum Membuka Aib Pasangan di Media Sosial

4 Maret 2025 16:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?