Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Empat Staf Senior PM Inggris Mengundurkan Diri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Februari 2022 13:27 1:27 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Februari 2022 13:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Empat pembantu senior Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, termasuk kepala stafnya, mengundurkan diri pada hari Kamis (3/2/2022).

Kepala Staf Dan Rosenfield menyerahkan surat pengunduran dirinya setelah direktur komunikasi Johnson, Jack Doyle, dan kepala kebijakan, Munira Mirza, lebih dulu berhenti pada hari yang sama.

Martin Reynolds juga mengundurkan diri pada hari Kamis sebagai sekretaris pribadi utama perdana menteri.

PM Johnson “mengucapkan terima kasih  [kepada Rosenfield dan Reynolds] atas kontribusi signifikan mereka kepada pemerintah dan No 10, termasuk peran mereka dalam penanggulangan pandemi dan pemulihan ekonomi,” kata juru bicara Downing Street. seperti dilansir DW.

Mirza menyebut komentar tajam PM Johnson kepada pemimpin oposisi Keir Starmer pada hari Senin sebagai alasan pengunduran dirinya. Johnson membuat tuduhan keliru tentang pemimpin Partai Buruh itu ketika menjabat sebagai direktur penuntutan publik yang gagal menyeret ke meja hijau pesohor Jimmy Saville atas kejahatan pedofilia yang dilakukannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Komentar Johnson itu menyulut suara protes, bahkan sekutu politiknya Menteri Keuangan Rishi Sunak, menjauhkan diri dari komentar tersebut. 

Kepala Staf Rosenfield meninggalkan jabatannya setelah bekerja hanya satu tahun. Doyle dan Reynolds keduanya terlibat dalam apa yang disebut skandal “party gate”, pesta yang digelar PM Johnson dan stafnya di kantor sementara pemerintah memberlakukan pembatasan ketat Covid-19 yang melarang orang berkumpul di ruang tertutup beramai-ramai.

Reynolds mengirim email kepada rekan-rekan kerjanya pada Mei 2020,  memberi tahu mereka agar “membawa minuman keras kalian sendiri” ke pertemuan yang digelar di kantor.

Doyle dituding menghadiri setidaknya satu dari acara-acara tersebut, yang sekarang sedang diselidiki oleh polisi atas dugaan pelanggaran aturan lockdown Covid-19.

Johnson sendiri menghadapi tekanan yang semakin kuat untuk segera mengundurkan diri, termasuk desakan dari rekan sesama Partai Konservatif, setelah pada akhirnya dia meminta maaf dan mengakui turut hadir dalam pesta tersebut – yang sempat dibantahnya beberapa kali.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrisPM Boris Johnson
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemimpin ISIS Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurayshi Bunuh Diri
Tulisan selanjutnya RT Dilarang Beroperasi di Jerman, Rusia Balas Usir Deutsche Welle

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?