Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemantau Uni Eropa Tak Tahu Antrian Pemilih Pria dan Wanita Mesir Dipisah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Mei 2014 09:55 9:55 am
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Mei 2014 09:55
Bagikan
Mario David (tengah) ketua misi pemantau Pilpres Mesir 2014 dari Uni Eropa.
Bagikan

Hidayatullah.com—Ketua misi pemantau pelaksanaan pemilihan umum presiden Mesir dari Uni Eropa menampakkan kebingungan memalukan yang menunjukkan bahwa dirinya tidak mengerti akan sedikitnya satu ciri khas pemilu di negara-negara Arab.

Pada hari pertama pemilihan Senin (26/5/2014), Mario David mengatakan kepada reporter France24 bahwa dia sangat terkejut melihat antusias pemilih yang sudah datang ke TPS bahkan 1,5 jam sebelum dibuka. Namun dia mengaku lebih sangat terkejut dan prihatin dengan perbedaan jumlah kehadiran pemilih yang sangat besar antara pria dan wanita, sementara kelihatan sekali bahwa ketua misi Uni Eropa itu tidak menyadari bahwa dirinya berdiri di dekat antrian pemilih khusus laki-laki.

Tradisi di Mesir dan kebanyakan negara Arab lainnya, antrian laki-laki dan perempuan di tempat pemungutan suara (TPS) dipisah.

“Anda lihat semua orang yang antri di sini, Anda akan menyadari bahwa hampir tidak ada perempuan yang memilih,” kata David di sebuah TPS yang terdapat di kawasan distrik kelas menengah atas Zamalek di jantung kota Kairo, yang berjarak hanya beberapa menit naik kendaraan dari hotel mewah bintang lima Sofitel tempat rombongan pemantau pemilu asal Uni Eropa menginap.

“Mungkin begitu budayanya, mungkin para perempuan akan datang menyusul.Saya tidak tahu pasti, tetapi kami di sini untuk memantau dan memeriksanya,” imbuh David kepada media asal Prancis itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ketika diberitahukan tentang kekeliruannya, David dan anak buahnya terkejut dan malu. Mereka meminta France24 agar menghapus komentar David tersebut.

Pada hari Rabu (28/5/2014) David kemudian mengakui kesalahannya, seraya berdalih bahwa pernyataannya yang keliru itu tidak mengurangi kapabilitas tim pemantau pemilu dari Uni Eropa untuk melakukan tugasnya dengan baik.

Pada hari yang sama, ketika hasil perhitungan awal diumumkan dan menunjukkan Al-Sisi unggul dalam pilpres tahun ini, David mengatakan kepada para wartawan bahwa pemilihan presiden di Mesir kali ini telah dilakukan “sesuai koridor hukum.”

Dia menambahkan bahwa dirinya sangat antusias melihat ada alat deteksi identitas elektronik yang dipasang untuk mengurangi kecurangan dalam pemilu.

Meskipun alat tersebut kelihatan bekerja dengan baik di TPS di kawasan elit Zamalek yang dipantau David, namun di TPS-TPS lain yang dikunjungi France24 tidak terlihat ada alat serupa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Lintas Iman’ Tekan Pemerintah Sahkan RUU Gender tanpa Campur Tangan Agama
Tulisan selanjutnya Program Merubah Pengemis jadi Pengusaha Sukses

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?