Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Viral Siswa dan Staf Guru Diminta Melepas Jilbab di Depan Gerbang Sekolah di Mandya, India

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Februari 2022 08:05 8:05 am
Ahmad
Dipublikasikan 15 Februari 2022 08:05
Bagikan
Siswa dan guru di Mandya karnata diminta buka jilbab pihak sekolah India
Bagikan

Hidayatullah.com—Di ​​tengah kontroversi yang sedang berlangsung tentang mengenakan jilbab di ruang kelas, sebuah pertengkaran pecah antara orang tua dan seorang guru di luar Rotary School di Mandya Karnataka setelah para siswa diminta melepas jilbab mereka sebelum memasuki kampus pada hari Senin.

Dalam sebuah video yang dibagikan oleh kantor berita ANI, seorang guru terlihat meminta siswa Muslim untuk melepas jilbab mereka sebelum memasuki lingkungan sekolah.  Video juga menunjukkan beberapa orang tua berdebat dengan guru karena anak-anak mereka dilarang masuk sekolah.

Asif, salah satu orang tua siswa, mengatakan bahwa pihak sekolah justru berdebat dengan orang tua siswa, bukannya membiarkan siswa masuk ke dalam kelas.  “Kami meminta kepada pihak sekolah untuk mengizinkan siswa berada di dalam kelas.  Murid-murid boleh melepas hijab setelah masuk kelas, tetapi guru-guru berdebat dengan kami,” katanya seperti dikutip ANI.

Mandya : Students wearing Burqa / #Hijab being asked to remove it & then enter the school campus. Some parents requesting that the students be allowed to wear it till they enter classrooms atleast. #HijabControversy #KarnatakaHijabRow pic.twitter.com/CB6RVDQ8iy

— Deepak Bopanna (@dpkBopanna) February 14, 2022

Di sisi lain, di sebagian besar sekolah yang dibuka kembali hari Senin. Siswa Muslim menghadiri kelas tanpa jilbab dan beberapa lembaga mengizinkan mereka untuk menghadiri kelas mengenakan jilbab.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Personel polisi telah ditempatkan di dekat semua sekolah dan pihak berwenang telah membuat pengaturan keamanan yang tepat di dekat lokasi sekolah yang terletak di lokasi sensitif. Di beberapa video yang viral di twitter nampak pihak sekolah meminta staf guru perempuan muslim melepas hijab nya di depan pintu gerbang.

Teachers and women staff of a Mandya school remove hijab, as they are asked to, at the gate. Karnataka HC had earlier banned religious clothing in educational institutions. ⁦@TheQuint⁩ pic.twitter.com/vk5MtjqrP2

— Nikhila Henry (@NikhilaHenry) February 14, 2022

“Guru dan staf perempuan di sekolah Mandya melepas jilbab, seperti yang diminta, di pintu gerbang. Karnataka HC sebelumnya telah melarang pakaian keagamaan di lembaga pendidikan,” tulis @ NikhilaHenry, seorang Kepala Biro TheQuint melalui akun twitternya.

Pengadilan Tinggi Karnataka saat memberikan perintah sementara pada hari Jumat pekan lalu mengatakan bahwa sampai memberikan putusan akhir dalam masalah ini, siswa tidak boleh mengenakan pakaian agama ke kelas jika sekolah atau perguruan tinggi mereka memiliki seragam yang ditentukan.  Namun, tiga hakim di Pengadilan Tinggi Karnataka diperkirakan akan melanjutkan sidang hari ini atas petisi yang diajukan oleh siswa yang menentang larangan hijab di perguruan tinggi.

Kontroversi jilbab Karnataka dimulai pada 1 Januari setelah manajemen sebuah perguruan tinggi pra-universitas pemerintah di kota pesisir Udupi di Karnataka melarang enam gadis Muslim menghadiri kelas untuk mengenakan jilbab karena pakaian itu bertentangan dengan norma-norma yang ditentukan perguruan tinggi.

Isu tersebut kini telah menjadi kontroversi dan membesar dimana mahasiswa Hindu ikut aksi mengenakan syal safron dan mengibarkan bendera safron, menuntut izin untuk menampilkan pakaian dan simbol agama mereka jika jilbab diperbolehkan di lembaga pendidikan.

CM Karnataka memerintahkan sekolah dan perguruan tinggi ditutup selama tiga hari ke depan setelah situasi ini. Di Udupi, sekelompok pengunjuk rasa saling melempar batu dan bendera safron dikibarkan di luar sekolah.

Muslim termasuk di antara kelompok minoritas yang telah melihat hak-hak dasar mereka semakin dilanggar di bawah pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi dan BJP, menurut beberapa kelompok hak asasi lokal dan internasional. Menurut sensus 2011, 172 juta Muslim tinggal di India (hampir 1,4 miliar penduduk).

Jilbab Muslim tradisional tidak dilarang atau dibatasi di tempat umum dan merupakan pemandangan umum. Namun, kekerasan dan ujaran kebencian terhadap Muslim meningkat di bawah partai nasionalis Hindu pimpinan Narendra Modi, yang juga memerintah Karnataka.

Sejak Modi berkuasa pada tahun 2014, berbagai tindakan legislatif dan tindakan lainnya telah diambil, melegitimasi diskriminasi terhadap minoritas agama dan memungkinkan nasionalisme Hindu yang kejam, Human Rights Watch mengatakan dalam sebuah laporan tahun lalu, tuduhan yang dibantah keras oleh perdana menteri India dan BJP.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IndiaKontroversi Jilbab Indialarangan jilbabmuslim India
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Covid-19: Korea Selatan Mulai Beri Vaksinasi Keempat
Tulisan selanjutnya Selama Kunjungan Erdogan, Turkiye dan UEA Tandatangani 13 Kesepakatan di Berbagai Bidang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?