Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Inilah Ciri Rumah yang Diberkahi Allah

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Maret 2022 16:23 4:23 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Maret 2022 18:30
Bagikan
ciri rumah yang diberkahi Allah
Bagikan

Rumah yang kosong dari dzikir dan bacaan Al-Qur’an akan menjadi gelap gulita laksana kuburan. Rumah di dalamnya digunakan dzikir dan bacaan Al-Qur’an akan ketenangan dan menjadi rumah yang diberkahi Allah

Hidayatullah.com | SEMUA orang Mukmin berharap memiliki rumah yang diberkahi Allah. Karena merupakan tempat tinggal bagi seseorang atau keluarga dalam menata kehidupannya, dan keluarga bisa betah dan hidup tenang.

Sering kita mendengar ada orang berkata rumahnya laksana “neraka”, penuh gundah gulana, penuh konflik dan kekacauan. Suasana tidak nyaman menjadi pemandangan keseharian, pertengkaran suami istri seakan-akan menjadi agenda harian.

Siapa yang menjadi faktor penyebab dan siapa penerima akibat menjadi semakin tidak jelas. Jawabannya kembali kepada penghuninya.

Menjadi keniscayaan setiap keluarga untuk dapat menata dan menciptakan rumah tangga yang ideal sesuai dengan yang diidamkan. Hal ini agar tempat tinggal kita menjadi rumah yang diberkahi Allah.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Konsep rumah ideal bagi seorang mukmin adalah rumah yang memenuhi kriteria marhamah, muthma ‘innah, dan mubarakah. Artinya, rumah yang penuh dengan kasih sayang, penuh kedamaian, serta senantiasa mendapat berkah dari Allah.

Rumah seperti ini akan memancarkan cahaya Ilahi yang sanggup memberikan kedamaian, keharmonisan, dan ketenteraman kepada penghuninya. Inilah ciri rumah yang diberkahi Allah di dalamnya.

Sebaliknya jika rumah tidak diberkahi Allah, suasana rumah tangga tidak memberikan ketenangan dan ketenteraman. Sasana rumah tangganya berantakan, tidak harmonis, ujungnya memberikan dampak kurang baik terhadap pergaulannya penghuninya.

Rumah yang besar dan mewah bukan jaminan bahwa ia adalah rumah yang diberkahi Allah. Mungkin saja rumah yang kecil dan sederhana itu menjadi rumah ideal, sebagaimana rumah Rasulullah ﷺ yang sangat sederhana tapi bisa menciptakan surga di dalamnya.

Hal ini sesuai dengan sabdanya, “Rumahku adalah surgaku.”

Bagaimana kita bisa menciptakan rumah keluarga Muslim yang ideal? Agar menjadi rumah yang diberkahi Allah?

Agar tempat tinggal kita menjadikan rumah diberkahi,  tentu tergantu dengan penghuni yang mendiami rumah tersebut. Untuk mewujudkan rumah tangga yang tenang, tenteram, damai dan berdampak pada rumah yang diberkahi Allah tentu memerlukan kiat-kiat khusus.

Inilah 10 ciri rumah yang diberkahi Allah;

Pertama, menyemaikan salam

Nabi ﷺ pernah bertemu Abu Umamah, seorang sahabat yang umurnya sekitar 16 tahun. Beliau bersabda, “Wahai Abu Umamah, ada di antara manusia yang jika saya melihatnya, hati saya menjadi sejuk dan engkau termasuk di antara mereka. Wahai Abu Umamah, jika engkau masuk rumah, berilah salam kepada penghuni rumah agar menjadi berkah bagimu dan bagi penghuni rumah. Abu Umamah berkata, “Demi Allah, sejak saat itu saya tidak melupakan nasihat Nabi tersebut.”

Kedua, rumah yang selalu digunakan shalat & berjamaah

Pertama kalinya di negeri Makkah yang penuh berkah, Allah Swt menciptakan rumah ibadah (Baitullah) di muka bumi. Melalui Baitullah, Sang Pencipta memperkenalkan diri-Nya dan sang hamba pun berusaha menyambut guna mendekatkan diri kepada-Nya.

Melalui “rumah ibadah manusia disadarkan untuk mengenal Pemilik, Pemelihara “Bangunan Tua” (Baitul Atig) agar tidak resah dan ingkar, lalu meninggalkan amal ibadah di sela-sela kesibukan hidup yang diperjuangkannya. Agar manusia memperoleh ketenangan hidup, dengan mental dan keyakinan kuat karena “mengenal” Allah, Tuhan Yang Esa, bukan tuhan menurut hawa nafsu mereka.

Rumah adalah tempat untuk beristirahat melepaskan kepenatan bekerja. Tempat berteduh dari panas terik matahari, terpaan angin malam, dan tempat berlindung dari gangguan binatang buas bahkan setan.

Tempat tinggal ini berfungsi untuk memelihara keharmonisan keluarga, menenangkan hati, memusatkan pikiran, memulihkan tenaga, dan sebagai ladang amal untuk memaknai kehidupan.

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنۢ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا وَجَعَلَ لَكُم مِّن جُلُودِ ٱلْأَنْعَٰمِ بُيُوتًا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ ۙ وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَآ أَثَٰثًا وَمَتَٰعًا إِلَىٰ حِينٍ

“Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).” (QS: An-Nahl: 80)

Kebahagiaan memiliki rumah tinggal yang luas sejatinya diimbangi pula dengan upaya mensyukurinya. Para penghuni rumah dengan hati yang selalu terpaut dengan Baitullah, tempat bersujud (mu’allaqun bil masājid), akan sarat dengan kemaslahatan, keberkahan, dan ketenangan.

Lalu, bagaimana dengan rumah kita yang luas? Adakah kebahagiaan di rumah itu saat beribadah kepada-Nya?

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS: Thaha [20]: 132).

Rumah yang digunakan untuk shalat – dan shalat berjamaah—akan turun rahmat di dalamnya sehingga memberikan ketenangan dan ketenteraman bagi penghuniya. Jika penghuni rumah telah memperoleh ketenangan dan ketenteraman, berarti suasana rumah telah mendapatkan berkah Allah.* (bersambung) <<<Rumah yang diisi majelis Dzikir)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
123Halaman selanjutnya
TAG:berkahrumahrumah yang diberkahi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Laporan: Afghanistan Negara Paling Tidak Bahagia di Dunia 2022
Tulisan selanjutnya Ukraina Kecewa ‘Israel’ Biarkan Rusia Serang Orang Yahudi 

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?