Hidayatullah.com–Korea Utara mengumumkan bahwa mereka berhasil meluncurkan intercontinental ballistic missile (ICBM) yang terbesar dalam uji coba hari Kamis (24/3/2022).
Hwasong-17 pertama kali diluncurkan pada tahun 2020 di sebuah parade kolosal yang bahkan mengejutkan para analis berpengalaman.
Peluncuran hari Kamis itu menandai pertama kalinya negara itu menguji coba sebuah ICBM sejak 2017.
ICBM adalah rudal jarak jauh, mampu mencapai Amerika Serikat. Korea Utara dilarang mengujinya dan telah diberi sanksi berat oleh AS dan kawan-kawan karena melakukannya sebelum ini.
Media pemerintah mengatakan pemimpin Korut Kim Jong-un secara langsung memandu uji coba hari Kamis itu dan senjata tersebut adalah kunci untuk mencegah perang nuklir.
Ankit Panda dari Carnegie Endowment for International Peace menyebut peluncuran itu sebagai “tonggak penting” bagi persenjataan nuklir Korea Utara.
“Tes ini telah lama dikabarkan dan melanjutkan upaya Korea Utara untuk meningkatkan penangkal nuklirnya,” katanya kepada BBC.
Peluncuran rudal hari Kamis dilacak oleh militer di Jepang dan Korea Selatan – Aparat Jepang mengatakan pesawat itu terbang ke ketinggian 6.000 km (3.728 mil) dan jatuh di perairan Jepang setelah terbang lebih dari satu jam.
Ketinggiannya melampaui rudal sebelumnya – Hwasong-15 – yang mencapai ketinggian 4.500 km (2.800 mil) dalam serangkaian tes yang dilakukan oleh Korea Utara pada tahun 2017.
Para ahli memperkirakan Hwasong-15, jika ditembakkan pada lintasan standar, bisa menempuh jarak lebih dari 13.000 km (8.080 mil) atau jatuh di bagian mana pun dari wilayah Amerika Serikat yang menjadi targetnya.
Rudal yang baru akan dapat melakukan perjalanan lebih tinggi dan lebih jauh dari generasi sebelumnya.*




