Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Seratusan Anak yang Ditahan di Penjara Kurdi Suriah Kini Tidak Diketahui Nasibnya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 April 2022 09:04 9:04 am
Ama Farah
Dipublikasikan 2 April 2022 09:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seratusan anak yang ditahan di sebuah penjara di Suriah tidak diketahui nasibnya lebih dari dua bulan setelah kelompok bersenjata menyerang fasilitas itu, kata pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa hari Jumat (1/4/2022).

Organisasi-organisasi peduli HAM internasional, termasuk Save the Children and Human Rights Watch, sebelumnya mengatakan 700 anak laki-laki telah berada di penjara yang dikelola orang-orang Kurdi di provinsi Hasaka timur laut sebelum diserang oleh ISIS.

“Kami sangat prihatin sebab sejak serangan Januari 2022, nasib dan keberadaan setidaknya 100 anak laki-laki itu masih belum ditemukan, sehingga menimbulkan keprihatinan serius,” kata pakar hak asasi manusia PBB seperti dilansir AFP.

“Sebagian dari kasus-kasus ini mungkin merupakan penghilangan paksa,” imbuh mereka.

Berusia antara 12 dan 18 tahun, anak-anak yang ditahan itu banyak yang memiliki kerabat di dalam penjara Ghwayran dan mereka dipindahkan ke penjara itu dari kamp-kamp yang menampung ribuan anak dari para petempur kelompok-kelompok bersenjata.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para ahli independen meminta otoritas de facto di kawasan itu, dalam hal ini Kurdi Suriah, untuk mengizinkan semua pegiat kemanusiaan mendapatkan akses penuh dan tanpa hambatan ke anak-anak yang masih ditahan di Ghwayran.

“Kejahatan terhadap anak-anak ini harus diidentifikasi, dan mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban untuk mencegah impunitas,” kata para pakar PBB itu.

Upaya pembobolan penjara Ghwayran oleh ISIS memicu bentrokan selama sepekan di dalam dan di sekitar fasilitas yang dikelola Kurdi tersebut, menewaskan ratusan orang, sebelum pasukan pimpinan Kurdi akhirnya merebut kembali penjara itu.

“Banyak anak laki-laki yang ditahan di penjara terluka parah selama pembobolan penjara dan luka mereka tidak mendapatkan perawatan medis kritis,” kata para ahli PBB.

Pihak berwenang Kurdi menyatakan bahwa tidak ada yang lolos dari penjara itu setelah upaya pembobolan, tetapi Syrian Observatory for Human Rights, kelompok pemantau konflik di Suriah yang berbasis di London Inggris, mengatakan sejumlah ekstremis (petempur ISIS) berhasil kabur.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak-anakGhwayranKurdi SuriahPBBpenjaraPerserikatan Bangsa-Bangsa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi dan Tetangganya Awali Ramadhan 1443 H Pada 2 April, kecuali Oman
Tulisan selanjutnya Anak di Daerah Lumbung Pangan Mozambique Kekurangan Gizi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?