Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Serikat, Inggris dan Australia Kerja Sama Membuat Senjata Hipersonik

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 April 2022 10:08 10:08 am
Ama Farah
Dipublikasikan 6 April 2022 10:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Amerika Serikat Inggris dan Australia hari Selasa (5/4/2022) mengatakan mereka akan berkolaborasi dalam pembuatan senjata-senjata hipersonik dan “kemampuan peperangan elektronik”, sebagai bagian dari aliansi baru AUKUS yang ditujukan untuk menghadapi China.

Ketiga negara mengatakan inisiatif bersama itu akan memperkuat upaya yang sudah ada guna memperdalam kerja sama di berbagai bidang yang telah mereka sepakati ketika membentuk pakta pertahanan baru tersebut September tahun lalu.

“Kami… hari ini berkomitmen untuk memulai kerja sama trilateral baru dalam hipersonik dan kontra-hipersonik, dan kemampuan peperangan elektronik, serta memperluas pertukaran informasi dan memperdalam kerja sama dalam inovasi pertahanan,” kata mereka dalam pernyataan bersama, seperti dilansir AFP.

“Inisiatif ini akan menambah upaya kami yang ada untuk memperdalam kerja sama dalam kemampuan siber, kecerdasan buatan, teknologi kuantum, dan menambah kapabilitas bawah laut.

Russia, China, Amerika Serikat dan Korea Utara semua sudah melakukan uji coba rudal hipersonik. Pengumuman hari Selasa itu hanya beberapa pekan setelah Moskow mengatakan telah meluncurkan rudal hipersonik untuk pertama kali dalam perang di Ukraina.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Rudal hipersonik, seperti rudal balistik tradisional yang dapat meluncurkan senjata nuklir, memiliki kemampuan terbang lebih dari lima kali kecepatan suara.

Sementara rudal balistik terbang tinggi ke angkasa dalam bentuk busur untuk mencapai targetnya,  senjata hipersonik terbang pada lintasan rendah di atmosfer, sehingga berpotensi mencapai target lebih cepat.

Yang terpenting, rudal hipersonik dapat bermanuver – seperti rudal jelajah yang jauh lebih lambat, seringkali berkecepatan subsonik – sehingga membuatnya lebih sulit untuk dilacak dan ditangkal.

Rusia dipandang sebagai negara paling maju di bidang ini, sementara China juga gencar mengembangkan teknologi itu, menurut US Congressional Research Service (CRS).

Prancis, Jerman, Australia, India, dan Jepang sedang menggarap senjata hipersonik, sementara Iran, Israel, dan Korea Selatan telah melakukan penelitian dasar tentang teknologi tersebut, kata CRS sebelumnya.

Amerika Serikat, Inggris dan Australia membentuk pakta pertahanan AUKUSpada bulan September 2021, berbarengan dengan keputusan Canberra untuk membatalkan kesepakatan pembelian kapal selam bernilai miliaran dolar dengan Prancis.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatAUKUSAustraliachinahipersonikinggrisrudalrusiasenjata
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya uighur xinjiang Ramadhan Muslim Uighur: Pejabat China Membatasi Jumlah Warga yang Berpuasa
Tulisan selanjutnya Presiden Zambia Tidak Menerima Gaji selama Delapan Bulan Menjabat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?