Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Halal Semakin Mentereng di Negeri Ginseng

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 April 2022 17:30 5:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 April 2022 18:20
Bagikan
Blogger Muslim di Korea mencoba makanan halal di sebuah hotel di Seoul selama acara yang diselenggarakan oleh Organisasi Pariwisata Korea sebagai bagian dari Pekan Restoran Halal. (KTO)
Bagikan

Korea Selatan makin ramah dengan wisatawan Islam, fenomena halal semakin mentereng di Negeri Gingseng

Hidayatullah.com | DALAM beberapa tahun terakhir, wisatawan Muslim yang berkunjung ke Korea Selatan jumlahnya terus bertambah. Otoritas pariwisata setempat melihat peluang meningkatnya kunjungan wisatawan Muslim ke negeri ginseng tersebut untuk mendongkrak pendapatan.

Belakangan berbagai toko dan rumah makan berlabel halal banyak bermunculan. Simak catatan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Busan, Korea Selatan.

***

Busan merupakan sebuah kota pelabuhan dan metropolitan yang letaknya di sebelah tenggara Korea Selatan (Korsel). Dengan populasi sekitar empat juta jiwa, Busan menjadi kota kedua terbesar di negeri ginseng ini setelah Seoul.

Baca Juga

Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

Busan juga merupakan kota pelabuhan terbesar di Korsel serta menduduki peringkat kelima pelabuhan tersibuk di dunia. Tak heran jika kota ini dikenal sebagai kota pelabuhan.

Namun jangan dikira jika Anda berkunjung ke Busan hanya akan melihat tumpukan kontainer dan kapal. Kota ini dirancang apik sebagai tempat wisata dan menjadi penghasil devisa negara dari para wisatawan berbagai belahan dunia yang meningkat setiap tahunnya.

Untuk mencapai ke kota ini, bisa menempuh jalur udara melalui bandara Gimhae. Serta jalur darat melalui transportasi kereta api cepat (KTX) selama 2 jam atau bis selama 5 jam dari kota Incheon.

Integrasi Muslim

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Sebagai seorang Muslim, kita pasti ingin secara istiqamah menjalankan ajaran agama. Namun dapatkah itu dilakukan di negeri yang mayoritas warganya non-Muslim ini? Jawabnya bisa sekali.

Di saat sebagian Muslim di beberapa belahan dunia mendapat diskriminasi, kaum Muslimin di Korsel mengaku mendapat perlakukan wajar dari masyarakat setempat.

Upaya Korsel untuk lebih memahami Islam, dari segi budaya maupun agama, telah menuai hasil bagus. Pemerintah dan masyarakat dianggap mampu membuat ribuan Muslim terintegrasi dalam struktur sosial. Masyarakat memberikan toleransi yang tinggi bagi kaum Muslimin untuk beribadah.

Wisatawan Muslim yang ingin berkunjung atau sekadar plesir ke Busan, tidak perlu khawatir akan makanan dan tempat untuk shalat. Kini ada lebih 21 masjid/Islamic center yang tersebar di beberapa pusat kota di Korsel. Seluruhnya di bawah koordinasi KMF (Korea Muslim Federation).

Salah satunya adalah Masjid al-Fatah, Busan. Masjid ini aktif didatangi orang Indonesia, khususnya para TKI dan mahasiswa. Shalat lima waktu dijalankan tiap hari. Bahkan di bulan Ramadhan aktif diadakan tarawih, berbuka puasa, dan sahur bersama.

Jumlah Muslim Indonesia di Busan cukup banyak. Mayoritas mereka bekerja di bidang industri. Sebagian lainnya adalah para mahasiswa.

Di masjid tersebut ada organisasi independen yang bernama Persaudaraan Umat Muslim Indonesia al-Fatah (Pumita). Organisasi yang berdiri pada Agustus 2001 inilah yang mengkoordinasikan seluruh Muslim Indonesia di Busan, baik melalui kegiatan yang dilaksanakan di masjid maupun kegiatan lainnya.

Jumlah masjid jami’ di kota-kota besar Korsel tidak semuanya mudah dijangkau oleh kaum Muslimin yang berada di daerah pelosok. Misalnya jika ingin melaksanakan shalat Jumat, mereka harus menempuh jarak yang cukup jauh.

Namun kini telah banyak mushala di Korsel. Biasanya ini berawal dari  perkumpulan jamaah Yasin. Ada yang tadinya merupakan tempat kegiatan olah raga. Ada pula yang berinisiatif menyewa sebuah gedung dan dijadikan sebagai tempat ibadah.

Sebuah toko makanan halal di Itaewon (yonhap)

Wisata Halal

Kini di tempat-tempat wisata di Korsel juga mudah ditemui mushala. Salah satu contohnya adalah di kawasan wisata Pulau Nami.

Wisatawan asal Malaysia dan Indonesia masuk dalam 10 teratas yang mengunjungi Korsel. Tujuan sebagian besar wisatawan Muslim itu adalah Pulau Nami.

Pulau ini menjadi lebih indah karena tersedia mushala. Yakni mushala yang berada di Nami Library lantai dua. Mushala Nami Island menyediakan mukena, sajadah, tasbih, al-Qur’an, dan berbagai buku bacaan ringan mengenai Islam.

Tempat lainnya yang ramah wisatawan Muslim adalah Gyeonggi-do. Wilayah yang berada di bagian barat laut Korsel tersebut merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di negeri ini.

Saking seriusnya mengurusi menu halal, asosiasi hotel dan restoran setempat membuat buku panduan dan pedoman bagi para anggotanya. Tujuannya agar mereka bisa menyambut wisatawan Muslim yang datang ke hotel dan atau restoran.

Tempat-tempat hiburan di Gyeonggi-do yang menyediakan tempat ibadah bagi umat Islam di antaranya Everland, Korea Folk Village di Yongin, Petite France di Gapyeong, Skin Anniversary di Paju dengan Woongjin Playdoci dan Aiins World di Bucheon.

Bagaimana dengan kehalalan makanannya?

Kini untuk mendapatkan makanan halal di negeri ini tidak sulit. Hampir di setiap kompleks masjid terdapat toko Muslim yang menyediakan berbagai macam makanan halal dari berbagai negara. Di samping itu, terdapat toko khusus yang menjual daging halal yang disembelih secara Islami.

Terkait makanan kemasan produksi Korea, perlu kehati-hatian dalam memilih, karena sebagian besar mengandung babi atau turunannya. KMF sudah mengeluarkan daftar makanan kemasan yang sudah dicek kehalalannya, bisa dikonsumsi secara aman, serta daftar makanan yang jelas-jelas haram.

Makanan-makanan halal itu antara lain sanchae bibimbab, seafood kalguksu (berisi kerang dan udang), seafood pajeon (berisi kerang, cumi, udang), soft tofu stew, tteokpokki (spicy rice cake), saengsoen kasseu (fish mayonnaise), soup noodle, spicy seafood noodle.

Tren pariwisata halal beberapa tahun belakangan di Korsel memang tengah menggeliat, termasuk di Busan. Sejumlah kota terus memperbanyak jumlah restoran halal.

Dulu, wisatawan harus pergi ke Kota Itaeewon, sebuah kota yang didominasi orang India dan Turki, sehingga mudah mencari makanan halal. Sekarang makanan yang aman tersebut sudah bisa ditemui di banyak tempat.*/Suara Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:halalKorea SelatanNegeri Ginsengwisata halal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Puasanya Kaum Terdahulu
Tulisan selanjutnya Peneliti Senior Asal Inggris Masuk Islam di Saudi saat Bulan Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Putuskan Hubungan Dagang, Iran Peringatkan Negara Teluk Tidak Bantu Amerika

Berita
19 Agustus 2026 18:22
Iran Bidik Aset AS di Eropa Jika Trump Perluas Konflik
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Sebelum Desember 2026
Takuti Warga ‘Israel’, Netanyahu Pajang Wajah Para Pemimpin Muslim di Baliho Pemilu
Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?

Terbaru

  • BMIWI Gelar Seminar Kemerdekaan, Angkat Isu Ketahanan Keluarga dan Solidaritas Palestina-Sudan
  • Iran Bidik Aset AS di Eropa Jika Trump Perluas Konflik
  • Kemenhaj Usulkan BPIH 2027 Sebesar Rp107,34 Juta per Jamaah
  • 1.300 Dapur MBG Ditutup, DPR Tegaskan Keselamatan Anak Jangan Pernah Jadi Kompromi
  • LBH Hidayatullah Berikan Edukasi Hukum di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan
  • Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Tak Terlena Medsos dan Kembali Membaca Buku
  • Gaza Kembali Puncaki Daftar Wilayah Paling Mematikan bagi Pekerja Kemanusiaan
  • Luncurkan Buku Sejarah Peradaban Islam, Buya Amirsyah Tekankan Pentingnya Adab dan Ibrah Sejarah
  • Jubir Parlemen Iran Berkunjung ke Baghdad, Iraq Minta Diperbolehkan Melewati Selat Hormuz
  • Suriah Tangkap Seorang Pejabat Keamanan Bashar al-Assad

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?