Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iraq Panggil Diplomat Swedia terkait Pembakaran Al-Quran

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 April 2022 13:30 1:30 pm
Ahmad
Dipublikasikan 19 April 2022 14:00
Bagikan
kerusuhan setelah pembakaran Al-Quran di Swedia (BBC)
Bagikan

Hidayatullah.com–Kementerian Luar Negeri Iraq memanggil kuasa usaha Swedia, Hakan Rooth, atas insiden yang melibatkan pembakaran salinan kitab suci Al-Quran oleh ekstremis sayap kanan di Swedia. Pada hari Kamis, Rasmus Paludan, pemimpin Denmark dari Partai Stram Kurs (Garis Keras) sayap kanan, membakar salinan Al-Qur’an di Linkoping selatan di Swedia, menurut laporan media.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Iraq mengatakan telah mengajukan protes kepada diplomat Swedia atas pembakaran kitab suci umat Islam. Kementerian memperingatkan bahwa pembakaran itu “membawa implikasi serius pada hubungan Swedia dengan semua Muslim.”

Pernyataan itu meminta pemerintah Swedia untuk campur tangan untuk menghentikan setiap tindakan yang memprovokasi sentimen agama. Rencana oleh kelompok sayap kanan untuk membakar salinan Al-Quran di depan umum memicu bentrokan dengan demonstran tandingan untuk hari ketiga berturut-turut di Swedia, kata polisi pada hari Ahad.

Lebih dari 40 orang ditangkap setelah bentrokan terjadi di Swedia antara polisi dan pengunjuk rasa terkait rencana pembakaran kitab suci al-Quran oleh Rasmus Palundan pemimpin sebuah kelompok kanan-jauh. Tiga orang terluka di Norrkoping pada hari Ahad ketika petugas melepaskan tembakan peringatan ke arah perusuh, kata polisi seperti dilansir BBC Senin (18/4/2022).

Kekerasan itu dipicu oleh serangkaian aksi unjuk rasa yang diselenggarakan oleh politisi Denmark-Swedia Rasmus Paludan. Dia mengatakan telah membakar sebuah kitab suci Islam dan akan melakukannya lagi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kepala Kepolisian Nasional Swedia Anders Thornberg mengatakan belum pernah melihat kerusuhan dengan kekerasan seperti yang terjadi pada hari Ahad di Norrkoping, yang berjarak sekitar 160 km (99 mil) barat daya Stockholm, dan kota di dekatnya Linkoping.

Kedua kota tersebut juga mengalami kerusuhan pada hari Jumat, bersama dengan daerah pinggiran Stockholm Rinkeby dan Orebro di bagian barat. Pada hari Sabtu, terjadi kerusuhan di selatan kota Malmo.

Pada hari Senin, polisi mengatakan 26 petugas kepolisian dan 14 anggota masyarakat terluka dalam kekerasan tersebut dan lebih dari 20 kendaraan rusak atau hancur.

Mereka mengatakan bahwa sekitar 200 orang telah terlibat dalam kekerasan tersebut, seraya menambahkan mereka meyakini kerusuhan itu diorganisir oleh jaringan geng kriminal. Sebagian individu yang terlibat memiliki catatan di kepolisian dan dinas keamanan Swedia, Sapo.

Kekerasan hari Ahad di Norrkoping terjadi setelah Rasmus Paludan mengatakan dia berencana mengadakan kerumunan massa di sana. Namun, dia tidak pernah muncul di kota itu.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting oleh partai sayap kanannya yang anti-imigran, Stram Kurs (Garis Keras), Palundan mengatakan membatalkan acara kerumunan massa itu karena pihak berwenang Swedia telah “menunjukkan bahwa mereka sama sekali tidak mampu melindungi diri mereka sendiri dan saya”.

Dia sebelumnya muncul pada hari Kamis di pusat kota Jonkoping, tapi saat dia berbicara ke megafon sambil memegang al-Quran, kata-katanya ditenggelamkan oleh seorang pendeta yang membunyikan lonceng gereja setempat sebagai protes. Protes terhadap rencana Stram Kurs untuk membakar al-Quran juga berubah menjadi kerusuhan di Swedia sebelumnya. Pada tahun 2020, pengunjuk rasa membakar mobil-mobil dan merusak bagian depan toko-toko dalam bentrokan di Malmö.

Masjid-masjid telah menjadi sasaran kekerasan di seluruh Eropa, mengakibatkan kematian dan melukai puluhan orang. Beberapa pemerintah Eropa bekerja keras untuk melacak dan menetralisir kelompok teroris sayap kanan.

Di sisi lain, mereka berpartisipasi dalam normalisasi percakapan Islamofobia di Eropa melalui deklarasi diskriminatif, undang-undang dan kebijakan keamanan yang menargetkan Muslim. Selain itu, media arus utama dan lembaga swasta juga bertanggung jawab atas perasaan anti-Muslim karena mereka terus menyebarkan disinformasi yang merugikan komunitas Muslim.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iraqPartai Stram Kurspembakaran al-QuranRasmus Paludan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lusinan Orang Ditangkap setelah Komentar Menghina Islam di Media Sosial India
Tulisan selanjutnya ‘Israel’ Tutup Masjid Ibrahimi untuk Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?