Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Penderita Covid-19 Mengalami Gejala Parah Bila Terpapar Polusi Udara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Juni 2022 08:55 8:55 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Juni 2022 18:36
Bagikan
Polusi udara di Beijing, China
Bagikan

Hidayatullah.com– Orang yang tertular Covid-19 lebih mungkin menderita gejala parah jika terpapar polusi udara dalam waktu lama.

Penelitian menemukan bahwa orang yang tinggal di tempat dengan tingkat polusi nitrogen dioksida atmosfer yang tinggi memiliki peluang lebih besar untuk masuk unit perawatan intensif (ICU) atau membutuhkan alat bantu pernapasan setelah mereka tertular Covid-19.

Nitrogen dioksida dilepaskan ke atmosfer ketika bahan bakar fosil dibakar, dan gas tersebut diketahui memiliki efek berbahaya pada paru-paru manusia. Secara khusus, sel-sel endotel – yang membentuk membran tipis yang melapisi bagian dalam jantung dan pembuluh darah – menjadi rusak, dan ini menghambat transfer oksigen dari pernapasan ke aliran darah seseorang.

“Hasil penelitian kami menunjukkan hubungan positif antara paparan nitrogen dioksida jangka panjang dan kematian Covid-19 dan tingkat kejadian Covid-19,kata tim peneliti Jerman yang dipimpin oleh Susanne Koch, dari Universitätsmedizin Berlin, sebuah rumah sakit pendidikan besar.

Para ilmuwan sebelumnya telah menemukan hubungan antara Covid-19 dan polusi udara, tetapi hanya sedikit penelitian yang memusatkan perhatian pada kasus-kasus yang sangat parah atau pada kondisi kesehatan mendasar di kalangan penderita penyakit tersebut.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Koch dan timnya menggunakan data polusi udara untuk menghitung tingkat rata-rata nitrogen dioksida untuk setiap daerah di Jerman. Kadar tertinggi ditemukan di Frankfurt, sedangkan yang terendah terdapat di Suhl, sebuah kota kecil di Thuringia, tulis tim penelitian itu dalam laporannya yang dipresentasikan pekan lalu di Euroanaesthesia, pertemuan tahunan European Society of Anaesthesiology and Intensive Care di Milan.

Peneliti juga mempelajari data tentang berapa banyak pasien Covid di rumah sakit Jerman yang memerlukan perawatan ICU dan ventilasi mekanis selama satu bulan pada tahun 2020. Angka-angka ini disesuaikan dengan faktor lain, seperti kondisi kesehatan penyakit bawaan yang sudah diidap pasien sebelumnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata, 28 tempat tidur ICU dan 19 ventilator diperlukan untuk pasien Covid di masing-masing dari 10 daerah yang memiliki paparan nitrogen dioksida jangka panjang terendah. Angka-angka ini kontras dengan rata-rata 144 tempat tidur ICU dan 102 ventilator yang dibutuhkan di 10 daerah dengan paparan nitrogen dioksida jangka panjang tertinggi.

Para peneliti mengakui bahwa penelitian di Jerman itu tidak membuktikan pasti hubungan sebab-akibat antara polusi udara dan Covid yang parah. Meskipun demikian, mereka mengatakan kemungkinan ada hubungan sebab akibat yang masuk akal yang dapat menjelaskan hubungan antara kondisi Covid-19 yang parah dan tingkat nitrogen dioksida di atmosfer.

Coronavirus diketahui menempel pada reseptor Ace-2 ketika memasuki sel setelah menginfeksi tubuh seseorang. Reseptor ini memiliki banyak peran kunci, salah satunya adalah membantu tubuh mengatur kadar angiotensin II, protein yang meningkatkan peradangan. Dengan kata lain, Ace-2 membantu mengerem peradangan.

Namun, ketika virus Covid-18 menempel pada Ace-2, fungsi rem peradangan itu menjadi hilang. Polusi udara menimbulkan efek yang sama. Dengan demikian kombinasi Covid dan paparan polusi udara jangka panjang dapat menyebabkan peradangan parah, menjadi gejala yang dialami penderita Covid semakin parah sehingga pasien  memerlukan perawatan intensif dan alat bantu pernapasan.

Penelitian itu memiliki implikasi yang mengkhawatirkan. Dilansir The Guardian Sabtu (4/6/2022), Di Inggris sebanyak 75% wilayah perkotaan pada tahun 2019 memiliki tingkat polusi udara ilegal atau melebihi ambang batas yang diperbolehkan. Padahal, menurut Royal College of Physicians, polusi udara menyebabkan setara dengan 40.000 kematian dini per tahun, dan diketahui berkaitan dengan penyakit kanker, asma, stroke dan penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan demensia. 

Sekarang, bukti hasil penelitian menunjukkan Covid-19 harus ditambahkan ke dalam daftar tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:alat bantu pernapasancoronaviruscovid-19gejalapolisi udara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gegara Pesawat Kecil, Presiden Biden dan Istri Dievakuasi dari Rumah Peristirahatan
Tulisan selanjutnya Begini Ancaman Putin Jika AS Kirim Sistem Rudal Jarak Jauh ke Ukraina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?