Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Guru Amerika Bekas Pemimpin Batalion Wanita ISIS Mengaku Bersalah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Juni 2022 07:18 7:18 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Juni 2022 07:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang wanita Amerika Serikat bekas guru yang menjadi pemimpin batalion khusus wanita ISIS alias IS alias Daesh, hari Selasa (7/6/2022), mengaku bersalah mendukung kelompok teroris asing, kata Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Dilansir AFP, Allison Fluke-Ekren, 42, mengaku terlibat melakukan aktivitas terkait terorisme di Suriah, Libya dan Iraq antara 2011 dan 2019, kata Departemen Kehakiman AS dalam sebuah pernyataan.

Fluke-Ekren pada puncaknya menjabat pemimpin dan pengendali batalion Khatiba Nusaybah, di mana dia melatih para wanita bagaimana cara menggunakan senjata AK-47, granat dan sabuk bom bunuh diri.

“Lebih dari 100 wanita dan anak perempuan, termasuk yang paling muda berusia 10 atau 11 tahun, menerima pelatihan militer dari Fluke-Ekren di Suriah atas nama ISIS,” kata Departemen Kehakiman AS.

Disebutkan pula bahwa dia pernah tinggal di Mesir dan Libya bersama mendiang suaminya, yang merupakan anggota kelompok bersenjata Ansar al-Sharia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mereka berdua mengambil sejumlah dokumen dari kantor misi diplomatik AS di Benghazi setelah tempat itu diserang pada tahun 2012, dan menyerahkan hasil jarahannya kepada Ansar al-Sharia.

Setelah itu mereka pergi ke Turki dan Suriah, di mana suaminya kemudian menjadi ketua kelompok sniper ISIS.

Saat tinggal di Suriah, kata Departemen Kehakiman AS, dia berbicara tentang keinginannya untuk mengebom sebuah pusat perbelanjaan atau kampus universitas di Amerika Serikat.

Tahun 2016-2017 dia didaulat menjadi pemimpin batalion khusus wanita Khatiba Nusaybah, yang menjalani pelatihan fisik, medis dan senjata guna menyokong aksi-aksi ISIS.

Fluke-Ekren diringkus di Suriah di awal-awal tahun 2019 ketika banyak daerah yang dikuasai ISIS jatuh ke tangan pasukan koalisi pimpinan AS.

Wanita itu kemudian diterbangkan ke Amerika Serikat pada 28 Januari ke sebuah lokasi yang dirahasiakan dan dijerat dakwaan mendukung organisasi teroris asing, pidana dengan ancaman maksimal penjara 20 tahun.

Namun, dia belum pernah benar-benar dihadapkan ke depan meja hijau. Catatan pengadilan mengindikasikan Departemen Kehakiman AS selama berbulan-bulan menegosiasikan pengakuan bersalah dirinya atas satu dakwaan.

Oleh karena sekarang dia sudah mengaku bersalah, Fluke-Ekren tinggal menunggu sidang vonis hukuman pada 25 Oktober.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AK-47Allison Fluke-EkrenAmerika Serikatbatalion wanitaDepartemen KehakimaniraqISISkhatiba nusaybahLibyaMesirsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Beredar Kartu Nikah dengan 4 Kolom Istri, Kemenag Pastikan Hoaks
Tulisan selanjutnya STIE Hidayatullah Tugaskan Puluhan Dai Sarjana Ekonomi, Ini Pesan LLDIKTI IV

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?