Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Partai Berkuasa di India Mendesak Politisinya Berhati-hati Singgung Masalah Agama

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Juni 2022 11:39 11:39 am
Ahmad
Dipublikasikan 8 Juni 2022 11:56
Bagikan
Pendukung Partai Bharatiya Janata (BJP) memegang bendera dan guntingan partai BJP dengan potret pemimpin BJP dan Perdana Menteri India Narendra Modi selama rapat umum menjelang pemilihan majelis negara bagian di Ferozepur pada 5 Januari 2022 yang dilaporkan dibatalkan kemudian dengan alasan keamanan . (AFP)
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemimpin Partai nasionalis Hindu Partai Bharatiya Janata Party (BJP) yang berkuasa di India menginstruksikan para pejabatnya untuk berhati-hati dalam berbicara tentang agama di platform publik. Himbauan ini disampai setelah pernyataan menghina Nabi Muhammad SAW salah satu bekas juru bicara BJP yang menuai protes dari negara-negara Muslim.

Dua pemimpin BJP mengatakan instruksi lisan diberikan kepada lebih dari 30 pejabat senior dan beberapa menteri federal yang berwenang untuk mengambil bagian dalam debat yang diselenggarakan oleh saluran berita India yang ditonton langsung oleh jutaan pemirsa. “Kami tidak ingin pejabat partai berbicara dengan cara yang memengaruhi sentimen keagamaan komunitas mana pun,” ujarnya dikutip Reuters.

“Mereka harus memastikan doktrin partai dibagikan dengan cara yang bijaksana,” kata seorang pemimpin senior BJP yang juga seorang menteri federal di New Delhi.

Dengan sekitar 110 juta anggota, terutama Hindu, BJP adalah partai politik terbesar di dunia, sementara Muslim terdiri dari sekitar 13 persen dari 1,35 miliar penduduk India.  Pekan lalu BJP menskors juru bicara dan mengusir pejabat lain setelah negara-negara Islam menuntut permintaan maaf dari pemerintah India dan memanggil diplomat untuk memprotes pernyataan anti-Islam yang dibuat selama debat TV.

Qatar, Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab, Indonesia, Afghanistan, Pakistan, dan Iran termasuk di antara negara-negara yang menyampaikan keluhan mereka kepada publik. 57 anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang berpengaruh  mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penghinaan itu terjadi dalam konteks meningkatnya kebencian terhadap Islam di India dan pelecehan sistematis terhadap umat Islam.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Departemen Luar Negeri AS dalam laporan tahunannya tentang kebebasan beragama internasional yang dirilis Juni lalu, mengatakan serangan terhadap anggota komunitas minoritas, termasuk pembunuhan, penyerangan, dan intimidasi terjadi di India sepanjang 2021. Kementerian Luar Negeri India mengatakan komentar ofensif itu sama sekali tidak mencerminkan pandangan pemerintah.

“Kami tidak dilarang berbicara tentang isu-isu agama yang sensitif, tetapi kami tidak dapat menghina prinsip-prinsip dasar agama apapun,” kata juru bicara senior BJP Gopal Krishna Agarwal.

Menurut pakar kebijakan luar negeri, Perdana Menteri Narendra Modi dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan hubungan ekonomi dengan negara-negara Islam yang kaya energi, sumber utama impor bahan bakar India. Tetapi hubungan tersebut berada di bawah tekanan karena pidato anti-Islam oleh kedua anggota BJP.

Protes skala kecil meletus di beberapa bagian India ketika kelompok-kelompok Muslim menuntut penangkapan seorang juru bicara BJP yang diskors.

Untuk diketahui, minoritas Muslim India telah merasakan lebih banyak tekanan dalam segala hal mulai dari kebebasan beribadah hingga jilbab di bawah Partai Bharatiya Janata pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi. Yang terakhir adalah bentrokan antara Hindu-Muslim selama prosesi keagamaan baru-baru ini, belum terhitung kerusuhan mematikan antara tahun 2019-20.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BJPHindu IndiaIndiamuslim IndiaPartai Bharatiya Janata Party
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya khilafatul muslimin MUI Jabar Jamaah Khilafatul Muslimin Pertanyakan Kenapa Pimpinannya Ditangkap
Tulisan selanjutnya Tanggapi Kelompok Khilafatul Muslimin, Said Aqil: Yang Mempermasalahkan Pancasila, Silakan ke Afghanistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Terbaru

  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?