Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menyerah Dihantam Covid-19 Restoran Terapung Ikonik Hong Hong Ditutup

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Juni 2022 15:31 3:31 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Juni 2022 15:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebuah kapal yang merupakan restoran terapung ikonik Hong Kong, Jumbo Floating Restaurant, hari Selasa (14/6/2022) ditarik keluar dari perairan sekitar pelabuhan di pusat bisnis itu setelah ditutup akibat pandemi Covid-19.

Perusahaan induk dari Jumbo Floating Restaurant tidak dapat menemukan pemilik baru dan kekurangan dana untuk mempertahankan bisnisnya setelah berbulan-bulan berhenti beroperasi akibat pembatasan Covid-19.

Restoran terapung berukuran besar yang dirancang seperti istana kekaisaran Cina dan ditempatkan di Pelabuhan Aberdeen itu terkenal dengan masakan Kanton dan hidangan lautnya.  Restoran itu menerima lebih dari 30 juta tamu sejak didirikan pada tahun 1976, termasuk Ratu Elizabeth II dan Tom Cruise.

Jumbo Floating Restaurant terpaksa tutup pada tahun 2020 karena pandemi, dan semua staf diberhentikan. Perusahaan induknya, Aberdeen Restaurant Enterprises, mengatakan rumah makan itu menjadi beban para pemilik saham, karena jutaan dolar Hong Kong dihabiskan untuk inspeksi dan pemeliharaannya setiap tahun meskipun restoran itu tidak beroperasi.

“Kami tidak melihat kemungkinan (Jumbo Floating Restaurant) dapat melanjutkan bisnis dalam waktu dekat,” kata perusahaan itu. Kesepakatan potensial untuk mempertahankan agar restoran tetap buka gagal disebabkan biaya operasional yang tinggi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hari Selasa, sejumlah kapal tunda menarik restoran itu menjauh dari tempatnya selama ini, meskipun tidak jelas di mana restoran terapung itu akan berlabuh selanjutnya. Kabarnya, pihak perusahaan akan menempatkannya di lokasi yang lebih murah di mana pemeliharaan masih bisa dilakukan.

Kepala pemerintahan Hong Kong Carrie Lam menolak usulan menyuntikkan dana agar restoran yang sudah menjadi salah satu ikon Hong Kong itu tetap beroperasi. Dia beralasan pemerintah “tidak pandai” mengelola tempat semacam itu, meskipun dia didesak oleh anggota dewan setempat untuk menyelamatkan restoran tersebut.

Sebagian warga Hong Kong masih mengingat kejayaan restoran itu.

Wong Chi-wah, seorang operator kapal di Aberdeen Harbour, mengaku masih ingat masa kejayaan Jumbo Floating Restaurant di tahun 1990-an, ketika kawanan turis Jepang berbondong-bondong mengunjungi restoran.

“Jalanan penuh dengan kendaraan yang diparkir karena pengunjung datang dalam kelompok besar,” kenangnya.

Jimbo Floating Restaurant terkenal dengan jamuan makannya yang mewah, dengan hidangan seperti babi panggang, lobster, dan sarang burung rebus, makanan Cina yang lezat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Carrie Lamcovid-19Hong KongJumbo Floating RestaurantpandemiPelabuhan Aberdeenrestoran terapung
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Beginilah Cara Penjajah Melemahkan Muslim Jawa
Tulisan selanjutnya Warga Palestina Gelar Unjuk Rasa Memprotes Blokade ‘Israel’ di Gaza selama 15 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?