Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis Tarik Pasukan Terakhirnya dari Mali

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Agustus 2022 20:32 8:32 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Agustus 2022 20:32
Bagikan
militer prancis Aljazair
Helikopter serbu Tiger milik Prancis.
Bagikan

Hidayatullah.com– Angkatan terakhir pasukan Prancis yang dikerahkan dalam Operasi Barkhane telah meninggalkan Mali hari Senin (15/8/2022), menandai berakhirnya kerja sama militer bilateral yang sudah berlangsung selama hampir sepuluh tahun.

“Hari ini, pukul 13.00 (waktu Paris), unit militer terakhir dari pasukan Barkhane yang ditugaskan di wilayah Mali menyeberangi perbatasan ke Niger. Pasukan itu bagian dari Operational Desert Platform of Gao, yang diserahkan kepada angkatan bersenjata Mali pagi ini,” kata angkatan bersenjata Prancis dalam sebuah pernyataan seperti dilansir BBC.

Pengumuman itu muncul tak lama setelah para aktivis di Gao dan ibu kota, Bamako, melakukan protes menuntut kepergian pasukan Prancis dari Mali sebelum hari Rabu.

Mereka menuduh tentara Prancis memberikan dukungan kepada gerilyawan, setelah tentara pemerintah menuduh bahwa penyerang yang membunuh 42 prajurit di kota Tessit Gao pada 7 Agustus kemungkinan mendapat manfaat dari dukungan eksternal.

Pasukan Prancis aktif di Mali sejak 2013, ketika mereka melakukan intervensi untuk menggulingkan apa yang mereka sebut sebagai ekstremis Islam dari kekuasaan. Namun para pemberontak menggalang kekuatan kembali di kawasan padang pasir Sahel dan mulai menyerang tentara Mali beserta sekutu-sekutunya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Prancis memiliki sekitar 4.300 tentara di kawasan Sahel, termasuk 2.400 di Mali, pada bulan Februari ketika Macron mengumumkan rencana penarikan pasukan negaranya.

Macron sebelumnya mengatakan bahwa “jantung” operasi Prancis akan dipindahkan ke Niger, terutama di wilayah yang berbatasan dengan Burkina Faso. Pasukan Barkhane juga terlibat perang melawan kelompok bersenjata Muslim di Chad, Niger, Burkina Faso dan Mauritania.

Menyusul pengumuman penarikan militer Prancis pada bulan Februari, Para pemimpin Eropa juga mengatakan bahwa satuan tugas militer pimpinan Uni Eropa yang dikenal sebagai Takuba juga akan menarik diri dari Mali. Mereka mengkritik junta Mali karena mempekerjakan tentara bayaran dari Wagner Group, perusahaan keamanan asal Rusia yang dituduh UE melakukan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di Afrika.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:malimiliterOperasi BarkhanePrancisSahel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tanzania Pasang Koneksi Internet Berkecepatan Tinggi di Gunung Tertinggi Afrika
Tulisan selanjutnya Penikam Salman Rushdie Mengagumi Ruhollah Khomeini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?