Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Khutbah Jumat: Menghindari Peringatan Kemerdekaan dari Kemunkaran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Agustus 2022 10:12 10:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Agustus 2022 10:07
Bagikan
Bagikan

Khutbah Jumat kali ini membahas peringatan Hari Kemerdekaan RI, tanpa perlu acara berbau kemunkaran, lomba mirip waria atau meninggalkan shalat

Oleh: Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil

Khutbah Jumat Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Bulan Agustus seperti biasanya sangat semarak dengan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut dan mengisi hari kemerdekaan. Masyarakat dari Sabang sampai Merauke antusias menyemarakkannya dengan bersih-bersih lingkungan di sekitar tempat tinggal, mengibarkan bendera merah putih, melaksanakan upacara, baris-berbaris, karnaval, pawai budaya, lomba makan kerupuk sampai panjat tebing.

Tidak sampai di sini, lagu-lagu kebangsaan juga diputar di mana-mana.  Insya Allah semuanya bertujuan untuk mengingatkan semangat perjuangan para pahlawan dalam mengusir penjajah dari Tanah Air yang kita cintai ini.

Semangat seperti ini memang harus kita rawat sebagai pemantik nasionalisme di dada generasi penerus bangsa. Apa yang dilakukan jika bertujuan untuk mengekspresikan kecintaan kepada tanah air, maka selaras dengan yang dicontohkan oleh Rasulﷺ

Namun, sangat kita sayangkan ada sebagian kegiatan menyambut kemerdekaan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang merupakan agama paling banyak dianut di negeri ini. Kesan yang kita tangkap, agama Islam tidak usah ikut campur dalam kegiatan sekali pun berisi kemunkaran.

Tentu saja keadaan semacam ini tidak boleh kita biarkan begitu saja. Harus ada kecemburuan di dada dalam melihat kemunkaran. Paling tidak, inkar dengan hati.

Perbuatan-perbuatan munkar yang dapat ditelusuri di sela peringatan kemerdekaan, di antaranya :

Pertama, meninggalkan shalat. Jangan sampai meninggalkan shalat dengan alasan apa pun termasuk saat kegiatan baris-berbaris. Panitia harus mengatur jadwal kegiatan tanpa melalaikan kewajiban ibadah shalat fardhu bagi peserta yang beragama Islam.

Jangan menganggap remeh. Sungguh sangat berat konsekuensi yang harus ditanggung oleh peserta, khususnya panitia, jika sampai latihan berbaris diisi dengan kemunkaran berupa meninggalkan shalat.

Nasionalisme tidak berarti kita bebas-bebas saja untuk tidak shalat. Meninggalkan shalat adalah sikap kufur terhadap nikmat kemerdekaan yang merusak nasionalisme itu sendiri.

Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah

Kedua, jangan mengumbar aurat, baik bagi pria mau pun perempuan, pada saat pelaksanaan pawai budaya. Mengisi hari kemerdekaan tetap bisa berjalan meriah tanpa harus menggadaikan kehormatan dengan membuka aurat.

Seorang suami harus memiliki rasa cemburu saat melihat istrinya atau anak-anaknya mengikuti pawai budaya tanpa memperhatikan ketentuan menutup rapat auratnya. Allahﷻ berfirman :

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya…..” (QS. An-Nur : 31)

Bagaimana mungkin seorang suami tidak memiliki beban moral melihat istrinya berlenggak-lenggok dengan busana yang menampakkan lekuk-lekuk tubuhnya sembari ditonton ratusan pasang mata. Kegiatan pawai budaya yang tidak mengindahkan aturan aurat tentulah berseberangan dengan ajaran Islam dan nilai-nilai luhur yang diperjuangkan oleh para pejuang kemerdekaan republik ini.

Ketiga, mengisi kemerdekaan Indonesia jangan sampai kita kotori dengan menampilkan pria-pria yang berdandan ala kaum hawa. Hal ini termasuk kemunkaran yang sudah dianggap sebagai sesuatu yang lumrah berlaku di masyarakat.

Tanpa disadari, situasi ini sangat potensial meracuni akhlak generasi milenial sehingga tidak ada lagi sikap penolakan atas aksi-aksi kaum tulang lunak ini.  Coba kita bayangkan, anak-anak kita fitrahnya suka meniru, lalu melihat penampilan para waria yang menyebabkan mereka pada akhirnya mencontoh apa yang telah mereka saksikan di depan mata mereka.

Akibatnya anak-anak ini terkontaminasi adegan-adegan tak senonoh seperti ini. Sangat miris jika lahir generasi bangsa waria yang sangat menjijikkan.

Lagi-lagi, panitia harus bertanggung jawab untuk menetralkan kegiatan agustusan dari penampilan waria atau pria-pria dengan aksesoris kewanitaan.

Jemaah shalat Jumat yang mulia

Keempat, selain dari tiga hal munkar dalam mengisi agustusan, yang berikutnya adalah berbaurnya kaum lelaki dengan perempuan bukan mahram. Bercampurnya lelaki dan perempuan sangat riskan menimbulkan perbuatan dosa sebagai akibat dari pelecehan seksual hingga perzinaan.

Kelima, perlombaan dalam rangka mengisi hari kemerdekaan jangan sampai menjadi ajang perjudian. Perlombaan sepak bola yang merupakan olahraga paling digemari masyarakat, misalnya, menjadi target para pejudi untuk bertaruh demi meraup keuntungan.

Para bandar judi dengan lihai  memanfaatkan momen yang ada untuk menarik uang sebagai taruhan. Perlombaan-perlombaan lainnya juga harus diselaraskan dengan aturan fikih agar tidak terperosok pada perjudian.

Jangan sampai perlombaan yang mestinya bisa menjadi hiburan bersama keluarga, ternyata di belakangnya berbuah dosa, padahal niatnya untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan, namun berubah menjadi mengkufuri nikmat kemerdekaan.

Dari apa yang sudah kita simak, ternyata memang tidak mudah menjadi panitia HUT kemerdekaan. Ada tanggung jawab yang diemban.

Karenanya, menjadi tugas bagi semua pihak untuk saling mendukung dan mengingatkan dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar. Jika panitia menjalankan amanah dengan baik dan benar, pahala yang mereka dapatkan. Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, panitia dan tokoh agama-tokoh masyarakat yang berilmu tapi diam saja, harus bersiap-siap mendapatkan imbas atas kemunkaran-kemunkaran yang terjadi. Rasulﷺ bersabda :

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

“Barang siapa membuat contoh dalam Islam contoh yang baik, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Barang siapa mencontohkan contoh yang jelek dalam Islam, maka ia mendapat dosanya dan dosa orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka.” (HR. Muslim)

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Jumat kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. اَمَّا بَعْدُ :

فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَ وَمَا بَطَنْ، وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ.

وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ،

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ وَالجُنُونِ والجُذَامِ وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا, اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى والتُّقَى والعَفَافَ والغِنَى، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Arsip khutbah Jumat bisa dibaca di www.hidayatullah.com atau klik Di SINI.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hari Kemerdekaan RIkemunkarankhutbah Jumatperingatan Kemerdekaan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: Tak Perlu Khawatir Pemilu 2024, Ormas Islam Penyangga Kerukunan
Tulisan selanjutnya Harga Jutaan Aplikasi COVIDSafe Australia Hanya Berhasil Mengidentifikasi 2 Infeksi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?