Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Diduga Curian, Kapal Rusia Bawa Palawija Ukraina ke Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2022 17:36 5:36 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Agustus 2022 17:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kapal kargo Rusia, yang dituding Ukraina mengangkut gandum curian dari wilayahnya yang diduduki tentara Moskow, tampak sudah merapat di pelabuhan Tartus Suriah, menurut citra satelit yang dianalisis Associated Press.

Kapal kargo SV Konstantin berangkat dari pelabuhan di Semenanjung Krimea yang diduduki Rusia di pesisir Laut Hitam sekitar tanggal 6 Juli, menurut data pelacakan kapal di situs  MarineTraffic.com yang dianalisis AP.

Kapal itu memuat gandum Ukraina di Sevastopol, kata Kedutaan Besar Ukraina di Lebanon dalam sebuah pernyataan hari Kamis (18/8/2022) kepada AP.  Kota pelabuhan di Krimea itu kedatangan pasukan Rusia yang membawa palawija dengan truk-truk dari wilayah pendudukan, kata pejabat Ukraina itu.

Konstantin berlayar melalui Bosphorus dan mencapai kota Turki Izmir di Laut Aegea. Kapal kemudian menyusuri pesisir Siprus, sebelum mematikan alat pelacak Automatic Identification System pada hari Ahad. Kapal-kapal yang berlayar seharusnya tetap mengaktifkan pelacak AIS, tetapi kapal yang ingin menyembunyikan pergerakannya sering kali mematikan instrumen tersebut. Mereka yang berlayar menuju ke pelabuhan Suriah sering melakukannya.

Citra satelit dari Planet Labs PBC yang dianalisis oleh AP menunjukkan Konstantin sedang berada di  lepas pantai Tartus pada hari Selasa dan Rabu kemarin. Panjang, lebar, dan tampilan kapal menyerupai gambar Planet Labs sebelumnya dari kapal yang diambil pada waktu yang sama dengan saat pelacak AIS-nya masih hidup di perairan utara Siprus.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Yoruk Isik, seorang ilmuwan non-residen di Washington-based Middle East Institute, yang memantau pengiriman melalui Bosphorus, melakukan pelacakan terhadap pelayaran Konstantin. Dia dan sejumlah analis intelijen sumber terbuka lainnya yang pertama-tama mengatakan yakin kapal itu juga berada di lepas pantai Tartus, berdasarkan foto-foto satelit.

Setelah dihubungi oleh AP, Kedutaan Besar Ukraina di Lebanon juga mengatakan bahwa mereka yakin Konstantin telah tiba di Suriah setelah sebelumnya mengklaim akan menuju ke Tripoli, Libanon.

“Di atas kapal tersy ada palawija yang dijarah dan diangkut secara ilegal oleh otoritas pendudukan Rusia dari gudang-gudang yang terletak di daerah pendudukan di Zaporizhzhya, Kherson dan Mykolaiv,” kata kedutaan seperti dikutip AP Kamis (18/8/2022).

Pejabat di pelabuhan Tartus tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Misi Suriah untuk PBB tidak menanggapi permintaan komentar mengenai hal itu, lapor AP.

Suriah saat ini masih mendapat sanksi dari negara-negara Barat atas pembunuhan dan penganiayaan terhadap warga sipil selama perang saudara berkecamuk di sana, meskipun bahan makanan dikecualikan dari sanksi.

Sebelumnya pada bulan Mei, citra satelit menunjukkan kapal berbendera Rusia Matros Pozynich sedang berlabuh di Latakia, Suriah. Ukraina mengatakan kapal itu membawa 27.000 ton palawija yang dicuri Rusia darinya. Ukraina mengatakan awalnya bahan pangan itu dicoba dijual ke Mesir, tetapi ditolak Kairo.

Tartus, terletak di pantai Laut Mediterania berada sekitar 320 kilometer dari Damaskus. Di sana Rusia memiliki pangkalan laut, satu-satunya yang berada di luar bekas wilayah Uni Soviet.

Pada  2017, Moskow mencapai kesepakatan dengan pemerintah Bashar Assad untuk memperpanjang sewanya di Tartus selama 49 tahun. Perjanjian tersebut memungkinkan Rusia untuk menyimpan hingga 11 kapal perang di sana, termasuk yang bertenaga nuklir. Foto satelit pekan ini menunjukkan setidaknya dua kapal selam Rusia dan sejumlah kapal perang lainnya berada di pelabuhan Tartus.

Stroytransgaz, perusahaan milik miliarder oligarki Rusia Gennady Timchenko melalui perusahaan investasinya Volga Group, mengelola pelabuhan Tartus. Timchenko, yang dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, merupakan salah satu orang kaya Rusia yang dijatuhi sanksi oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Baik curian atau dibeli secara legal, kedatangan kapal SV Konstantin yang membawa palawija Ukraina menunjukkan ketergantungan Damaskus terhadap Moskow.

Sebelum Konstantin, kapal kargo Razoni belum lama ini berlabuh di Suriah, menurunkan jagung Ukraina yang dibeli secara legal sebagai bagian dari upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membuka akses pasokan makanan bagi wilayah konflik guna menghindari kelaparan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jagungpalawijaPerserikatan Bangsa-BangsarusiasuriahTartusUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kenapa Hasil Tangkapan Ikan dan Kepiting di China Ikut Dites Covid-19?
Tulisan selanjutnya Ziyad al-Maayouf Orang Saudi Pertama Juara Tinju Profesional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?