Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB: 50 Juta Orang Masih Hidup Dalam Perbudakan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 September 2022 16:25 4:25 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 September 2022 16:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Lima puluh juta irang di seluruh dunia terjebak dalam kerja paksa atau kawin paksa, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa hari Senin (12/9/2022), memperingatkan bahwa jumlah korban perbudakan modern seperti itu beberapa tahun terakhir meningkatkan drastis.

PBB berharap semua bentuk perbudakan akan lenyap pada tahun 2030. Namun justru sebaliknya, jumlah orang yang terjebak dalam kerja paksa atau kawin paksa meningkat 10 juta antara 2016 dan 2021, menurut sebuah laporan terbaru.

Laporan hasil studi itu, yang disusun oleh badan PBB urusan perburuhan dan migrasi bersama Walk Free Foundation, mendapati pada akhir tahun lalu sebanyak 28 juta orang menjadi tenaga kerja paksa, sementara 22 juta orang hidup dalam perkawinan yang dipaksakan untuk mereka jalani.

“Sangat mengejutkan bahwa situasi perbudakan modern tidak membaik,” kata Guy Ryder, pimpinan International Labour Organization (ILO), dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP.

“Tidak ada yang dapat membenarkan persistensi pelanggaran hak asasi manusia yang mendasar ini,” imbuhnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pandemi Covid-19, yang menaikkan tingkat utang banyak pekerja, meningkatkan risiko orang terjerumus dalam perbudakan, kata laporan itu.

Ditambah efek perubahan iklim dan konflik bersenjata, pandemi menimbulkan gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pekerjaan dan pendidikan, peningkatan kemiskinan ekstrem serta migrasi paksa dan tidak aman”, yang semua itu meningkatkan ancaman perbudakan, lanjut laporan itu.

Satu dari setiap lima buruh paksa merupakan anak-anak, dengan lebih dari setengahnya terjebak dalam eksploitasi seks komersial, lata laporan itu.

Sementara itu pekerja migran lebih dari tiga kali lebih mungkin untuk menjadi pekerja paksa daripada pekerja dewasa non-migran.

“Laporan ini menggarisbawahi urgensi untuk memastikan bahwa semua migrasi aman, tertib, dan teratur,” kata Antonio Vitorino, pimpinan International Organization for Migration (IOM), dalam sebuah pernyataan.

Perbudakan modern pada dasarnya ada di setiap negara di dunia, dengan lebih dari setengah kasus kerja paksa dan seperempat dari pernikahan paksa terjadi di negara berpenghasilan menengah ke atas atau berpenghasilan tinggi.

Laporan tersebut menemukan bahwa jumlah orang – terutama perempuan dan anak perempuan – yang terjebak dalam pernikahan paksa meningkat sebesar 6,6 juta sejak perkiraan global terakhir pada tahun 2016.

Jumlah buruh paksa membengkak 2,7 juta selama periode yang sama.

Peningkatan tersebut didorong sepenuhnya oleh pertambahan buruh paksa di sektor swasta, termasuk eksploitasi seksual komersial paksa.

Parahnya, 14 persen dari buruh paksa itu melakukan pekerjaan yang diperintahkan oleh aparat negara. Buruh paksa seperti ini ada di berbagai negara, seperti di Korea Utara dan bahkan Amerika Serikat, lapor RFI Senin (12/9/2022).

Laporan itu juga menyoroti situasi di China, di mana sejumlah badan PBB memperingatkan kerja paksa di berbagai daerah, termasuk di Xinjiang, di mana pemerintah China mendirikan kamp-kamp tempat penahanan lebih dari satu juta orang Uyghur dan minoritas Muslim lainnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:buruh paksachinakawin paksaKerja Paksaminoritas MuslimPBBperbudakan modernUyghurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berpakaian Meniru Istri Raja Aktivis di Thailand Masuk Penjara
Tulisan selanjutnya Menkes Malaysia: Najib Razak Dirawat Pakai Obat Generik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?