Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perubahan Geopolitik, Institusi Pendidikan AS yang Masuk 100 Besar Dunia Berkurang, Negara Asia Meningkat

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2022 22:09 10:09 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 Oktober 2022 22:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Salah satu lembaga pemeringkatan universitas dunia Times Higher Education (THE) World University Rankings, memprediksi tren perubahan di mana jumlah institusi pendidikan di Amerika Serikat (AS) yang masuk dalam 100 besar dunia semakin berkurang, sementara jumlah dari negara-negara Asia semakin meningkat.

Pada tahun 2018, AS mendominasi hampir setengah dari 100 posisi teratas di peringkat dunia, dengan 43 universitas. Dalam edisi terbaru ke-19 yang diterbitkan pada 12 Oktober, lembaga ini merilis,  hanya 34 institusi yang berhasil, dengan nama-nama besar seperti Dartmouth College, Ohio State University, dan Michigan State kehilangan status 100 teratas mereka.

Sementara itu, jumlah institusi pendidikan di China yang masuk dalam 100 besar telah meningkat dari hanya dua pada 2018, menjadi tujuh saat ini. Hong Kong memiliki lima institusi, naik dari hanya tiga pada 2018.

Korea Selatan memiliki tiga universitas di 100 besar, naik dari dua di 2018. Singapura dan Jepang masing-masing memiliki dua tempat.

Di Asia Barat, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) memimpin apa yang disebut beberapa orang sebagai kebangkitan baru yang didorong oleh inovasi dan penciptaan pengetahuan, didukung oleh investasi besar-besaran.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

King Abdulaziz University adalah salah satu universitas yang menunjukkan peningkatan kinerja paling signifikan, melonjak ke posisi 101 tahun ini, dari 190 tahun lalu, dan juga negara yang paling meningkat dalam hal skor rata-rata nasional.

Di UEA, dari enam universitas UEA yang luar biasa, lima mencatat peningkatan yang signifikan, dipimpin oleh Universitas Uni Emirat Arab dan Universitas Sharjah, yang keduanya melonjak tahun ini ke dalam daftar 300 teratas dunia.

Posisi pemeringkatan dunia oleh THE menjadi barometer untuk melihat perubahan inovasi global dan pengetahuan ekonomi, mendukung pengambilan kebijakan pemerintah dan keputusan strategis universitas, serta mendukung jutaan mahasiswa untuk memutuskan institusi paling terpercaya untuk melanjutkan studi mereka.

Peringkat Universitas Dunia didasarkan pada 13 metrik kinerja, yang mencakup misi inti universitas riset internasional dengan mempertimbangkan aspek pengajaran, penelitian, pertukaran pengetahuan, dan pandangan internasional.

Edisi 2023 didasarkan pada analisis lebih dari 15,5 juta publikasi penelitian, dan lebih dari 112 juta kutipan dari publikasi, serta survei terhadap lebih dari 40.000 akademisi di seluruh dunia tentang reputasi akademik internasional masing-masing institusi, di samping data seperti pencapaian fakultas dan demografi, termasuk perekrutan bakat internasional dan kolaborasi penelitian.

Jadi, haruskah keputusan terbaru menjadi perhatian bagi AS dan sekutu Baratnya di dunia yang semakin terpolarisasi? Menurutu Simon Marginson, profesor pendidikan tinggi di Universitas Oxford, ada lebih banyak universitas yang unggul dan persaingan baik untuk semua orang.

“Tidak ada bukti bahwa penelitian di AS melemah secara absolut,” kata Marginson kepada THE.

Namun, dunia secara keseluruhan belum sepenuhnya diuntungkan dari bangkitnya keunggulan penelitian global, karena sistem tertinggal di belakang gelombang nasionalisme dan menyusutnya berbagi pengetahuan. Ini mengikuti ketakutan dan kecemasan tentang meningkatnya ketegangan dan ketidakpercayaan geopolitik.

Sementara universitas di China unggul, skor mereka untuk kolaborasi penelitian internasional dan pengembangan bakat internasional menurun. “Akan disayangkan jika pertumbuhan orang asing yang bekerja di sektor pendidikan tinggi China terhenti, karena keterlibatan itu baik untuk semua orang,” kata Marginson kepada THE.

“Namun, itu tidak mengherankan, karena kita sekarang berada di era konflik geopolitik pendidikan tinggi,” tambahnya.

Pemeringkatan THE didasarkan pada 13 metrik kinerja. Hal ini mencakup misi inti universitas riset yang berfokus secara internasional dengan mempertimbangkan aspek pengajaran, penelitian, pertukaran pengetahuan, dan pandangan internasional.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:institusi pendidikan ASpendidikan AsiaPerubahan Geopolitik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tumpukan 200 Mayat Dibiarkan Membusuk di Atap Rumah Sakit Pakistan
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Menawarkan Bantuan Kemanusiaan Senilai US$400 Juta ke Ukraina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?