Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2022 06:58 6:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Oktober 2022 09:00
Bagikan
Bagikan

Sungguh beruntung seseorang yang disibukkan dengan aibnya sehingga lalai dengan aib orang lain

Hidayatullah.com | SYEIKH IBNU ATHO’ILAH mengingatkan kepada kita pentingnya amal muhasabah alias mengoreksi diri sendiri.  Menurut beliau, usaha mengoreksi kekurangan diri sendiri adalah sebuah amal yang baik.

تشوفك إلى مابطن فيك من العيوب من تشوفك إلى ما تجب عنك من العيوب

“Usahamu untuk mengetahui beberapa kekurangan yang ada pada dirimu adalah lebih baik daripada engkau mencari sesuatu yang ghaib dan tersembunyi dalam dirimu.”

Hendaknya kita jangan terkonsentrasi hanya mencari sesuatu yang ghaib, yang tersembunyi di dalam diri kita. Jika kita tenggelam dalam kesibukan mencari yang tidak jelas hasilnya, maka sesuatu yang juga penting menjadi terabaikan.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Keghaiban yang tersembunyi di dalam hati kita akan dengan sendirinya dapat ditemukan jika kita telah membersihkan kotoran-kotoran yang berupa kesalahan diri. “Gajah di pelupuk mata tak kelihatan, “ itulah sifat manusia.

Kesalahan diri dan dosa-dosa yang melekat padanya tak pernah disadari karena lalai mengurusi sesuatu yang jauh tersembunyi. Bahkan manusia suka mengoreksi orang lain, sedangkan dirinya sendiri yang berlepotan kesalahan sama sekali tidak ditengoknya.

Allah telah memperingatkan;

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اجۡتَنِبُوۡا كَثِيۡرًا مِّنَ الظَّنِّ اِنَّ بَعۡضَ الظَّنِّ اِثۡمٌ‌ۖ وَّلَا تَجَسَّسُوۡا وَلَا يَغۡتَبْ بَّعۡضُكُمۡ بَعۡضًا‌ ؕ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمۡ اَنۡ يَّاۡكُلَ لَحۡمَ اَخِيۡهِ مَيۡتًا فَكَرِهۡتُمُوۡهُ‌ ؕ وَاتَّقُوا اللّٰهَ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيۡمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”(QS: Al Hujurat: 12).

Sebagai orang yang ingin menjaga kesucian hati dan menempuh jalan makrifat, maka kita harus rajin mengoreksi diri sendiri. Mengapa harus menghabiskan tenaga untuk mengurus orang lain, sedang diri sendiri dibiarkan tak terurus.

Rasulullah ﷺpernah bersabda;

عَن أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيه وَسَلَّم طُوبَى لِمَنْ شَغَلَهُ عَيْبُهُ عَن عُيُوبِ النَّاسِ

Dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, “Sungguh beruntung seseorang yang disibukkan dengan aibnya sehingga lalai dengan aib orang lain.”(HR. Al Bazzar)

Jangan menghiraukan bisikan hawa nafsu yang terus mendorongmu dalam meneliti aib orang lain. Sementara aib sendiri ditutup-tutupi.

Memang demikianlah pekerjaan hawa nafsu. Bila dituruti, maka semakin lama kita akan kehilangan rasa takut kepada Allah, karena menganggap remeh kesalahan kita sendiri.

Jangan memberi kesempatan kepada hawa nafsu untuk bergolak. Kesempatan itu misalnya kita sering melanggar larangan Allah. Pelanggaran yang kita lakukan memicu binalnya nafsu.

Bisa juga karena kita membiarkan hati dalam kesenangan riya’, yaitu beranmal dengan niat bukan karena Allah. Atau, kita suka membuang-buang waknu dengan percuma dan malas mengerjakan perintahNya.

Inilah yang memicu hawa nafsu bergejolak dan mencengkeram kalbu. Sebingga mata hati menjadi kabur dalam menatap kebenaranNya.

Allah berfiman:

وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ

فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya).”(QS: An-Naziyat: 40-41).

Membesihkan jiwa hendaknya dengan selalu mengoreksi cela yang ada pada diri sendiri. Yang seharusnya cela-cela itu terbuang jauh dari diri manusia yang ingin mendekatkan diri kepada Allah.

Ketahuilah bahwa aib yang terdapat pada diri manusia itu ber- mula dari hawa nafsu. Oleh sebab itu tekanlah hawa nafsu itu jangan sampai jiwa kita dikuasai olehnya.

Hawa nafsu itu berasal dari empat perkara; gemar melanggar perintah Allah, gemar menjalankan amal baik namun disertai riya’, gemar mengulur-ngulur waktu, tidak ada semangat dalam menunaikan kewajiban terhadap Allah.

Empat perkara itu jika dibiarkan akan membutakan mata hati dan menumpulkan indra keenam. Oleh sebab itu untuk menghilangkannya, hendaknya kita mengisi jiwa dengan makrifat, tekun menjalankan perintahNya serta tekun mengikuti ajaran Rasulullah ﷺ.

Kalau kita mampu melakukan yang demikian, insya Allah semua keajaiban akan dapat kita lihat melalui mata hati. Janganlah kita mengejar keinginan untuk mengetahui perkara ghaib semisal takdir dan karomah sebelum membersihkan aib diri sendiri.

Jangan pula beramal dengan niat mengetahui perkara ghaib, agar hati kita tídak sibuk dengan perkara itu. Sebab jika tenggelam dalam hal demikian, sesuatu yang lebih utama, yaitu kewajiban kita kepada Allah jadi terabaikan.*/ Syeikh Ibnu Atho’ilah, Telaga Ma’rifat (MitraPress)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aibkoreksi dirimengoreksi dirimuhasabah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sadio Mané  Raih Socrates Award 2022, Penghargaan atas Aksi Kemanusiaannya
Tulisan selanjutnya Gerbang Kota Kairo: Jejak Kuatnya Pertahanan Militer Mesir  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan

Berita
25 Juni 2026 15:06
Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran

Terbaru

  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memerintahkan Umatnya Memuliakan Orang Tua

29 Agustus 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?