Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Serikat Adili Mata-Mata China dalam Kasus Huawei

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Oktober 2022 08:04 8:04 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Oktober 2022 08:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Jaksa Amerika Serikat mendakwa dua orang yang diduga mata-mata China dengan tuduhan menggangu penyelidikan kriminal atas perusahaan raksasa telekomunikasi China Huawei.

Dalam dokumen pengadilan yang dilihat media hari Senin (24/10/2022) disebutkan kedua pria itu dituduh berusaha mendapatkan informasi rahasia tentang para saksi, bukti pengadilan dan kemungkinan dakwaan baru dalam kasus Huawei, lansir DW.

Jaksa menuduh satu dari mereka memberikan sekitar $61.000 uang tunai, bitcoin dan  perhiasan kepada seseorang yang mereka yakini bisa diajak bekerja sama, tetapi sebenarnya adalah seorang agen spionase ganda bagi Amerika Serikat.

Agen ganda ini, yang hanya disebut sebagai GE-1, bekerja di bawah pengawasan dinas intelijen dalam negeri FBI, menurut surat dakwaan. Mereka diduga memberikan kepada kedua terdakwa dengan informasi rahasia perihal rencana penangkapan dua eksekutif dan ahli strategi hukum perusahaan asal China itu.

Huawei dijerat dakwaan oleh Amerika Serikat pada Februari 2020 dengan tuduhan melanggar Racketeer Influenced and Corrupt Organizations Act setelah diduga memberikan informasi sesat kepada HSBC dan bank-bank lainnya perihal bisnisnya di Iran.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dokumen pengadilan menyebutkan kedua mata-mata itu mengatakan informasi yang mereka peroleh diberikan kepada Huawei, dan perusahaan China itu mengetahui adanya operasi spionase yang dilakukan kedua terdakwa.

Tidak jelas apakah keduanya akan dimasukkan ke dalam sel tahanan, meskipun sudah ada surat perintah penangkapan untuk mereka.

Kasus menyangkut kedua pria ini merupakan satu dari tiga kasus yang diungkap pada hari Senin berkaitan dengan dugaan interferensi China dalam sistem peradilan Amerika Serikat.

Dua kasus lainnya berkaitan dengan operasi intelijen New Jersey dan pemaksaan terhadap seorang warga China yang bermukim di AS agar kembali ke China.

Kasus-kasus itu menunjukkan pemerintah China berupaya mengusik hak dan kebebasan individu yang tinggal di Amerika Serikat dan “melecehkan sistem yudisial kita yang melindungi hak-hak tersebut,” kata Jaksa Agung AS Merrick Garland dalam konferensi pers seperti dilansir DW.

“Departemen Kehakiman tidak akan mentolerir upaya oleh kekuatan asing untuk merusak aturan hukum yang menjadi dasar demokrasi kita,” kata Garland.

Pada konferensi pers itu – yang dihadiri para pimpinan FBI dan Departemen Kehakiman – Garland mengumumkan dakwaan atas 13 warga negara China yang diduga bekerja untuk intelijen China. 

Pengarahan pers itu tampaknya merupakan unjuk kekuatan Amerika menghadapi intelijen China.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatchinahuaweiintelijenmata-mataspionase
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Kembali Raih Negara Paling Dermawan di Dunia Tahun 2022
Tulisan selanjutnya biaya umrah naik Menteri Haji Saudi Jelaskan Sejumlah Kemudahan bagi Jamaah Umrah Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Berita
3 September 2026 13:38
Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800
‘Israel’ Kehilangan Ribuan Dokter, Brain Drain Makin Parah
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi

Terbaru

  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
  • ‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
  • Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
  • Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
  • 11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha
  • 100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza
  • Suriah Rangkul Faksi Bersenjata untuk Pastikan Monopoli Senjata
  • Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS
  • Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?