Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dipaksa Menonton Kartun yang Menghujat Nabi, Pelajar Muslim Australia Trauma

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 11 November 2022 10:34 10:34 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 11 November 2022 11:00
Bagikan
kartun australia
pelajar Austarlia
Bagikan

Hidayatullah.com — Seorang pelajar Muslim di Australia mengalami trauma setelah seorang guru memaksanya untuk melihat kartun yang menghujat Nabi Muhammad di sekolah.

Daftar isi
  • Publik menuntut permintaan maaf
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Selama kelas studi media di sebuah perguruan tinggi Melbourne, Australia, guru tersebut memainkan video yang memuat kartun “eksplisit dan menghujat” Nabi Muhammad di kelas, kata ayah pelajar itu.

Menurut Herald Sun, kartun ofensif itu diyakini sebagai halaman depan majalah Charlie Hebdo dari tahun 2015, yang memicu protes besar-besaran umat Islam di seluruh dunia.

Pelajar Muslim telah mengajukan keberatan terhadap materi tersebut tetapi tidak meninggalkan kelas dan guru tersebut tidak menghentikan video, menurut news.com.au.

“Putri saya juga mencoba mengungkapkan ketidaknyamanannya terhadap video tetapi sayangnya guru tidak peduli dan terus memutar video, memaksa anak saya untuk melihat kontennya,” jelas sang ayah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Memaksa anak untuk melihat konten adalah ilegal dan melanggar hukum. Ini telah memperburuk perasaan anak saya dan keluarga saya dengan cara yang menyakitkan dan telah menempatkan kami dalam trauma psikologis dan mental yang menyakitkan.”

Publik menuntut permintaan maaf

Ayah dari pelajar Muslim itu menuntut permintaan maaf, penjelasan dan jaminan bahwa “peristiwa semacam itu tidak akan terjadi lagi di institusi manapun”.

Menurut Dewan Islam Victoria (ICV), Departemen Pendidikan (DET) menegaskan bahwa materi ofensif yang diajarkan di kelas studi media kelas 11 bukan bagian dari kurikulum standar.

Mount Ridley College sedang menyelesaikan penyelidikan atas insiden tersebut, dan DET akan memperbarui hasilnya.

ICV mengatakan telah menjelaskan bahwa, minimal, sekolah harus mengeluarkan permintaan maaf publik yang mengakui sifat ofensif serius dari materi yang disajikan, dan kerugian yang ditimbulkan pada siswa dan komunitas sekolah yang lebih luas.

Dewan juga menuntut agar sekolah juga menguraikan langkah-langkah apa yang diambil untuk memastikan bahwa insiden semacam ini tidak akan terjadi lagi.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Charlie HebdoKarikatur Menghina NabiMuslim Australia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Memburu yang Hina karena Dianggap Mulia
Tulisan selanjutnya Potensi BPKH Sangat Besar, Digitalisasi jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis Bank Syariah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?