Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mereka Memilih Berani

Menebar Kepedulian, Menantang Maut di Dusun Momma

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Juli 2014 13:07 1:07 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juli 2014 13:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ando, anak muda usia 34 tahun penduduk dusun Momma, pedalaman jauh Mamuju, mengisahkan  kalau dirinya dan 25 warga muslim lainnya sudah lama tidak melakukan shalat Jumat di masjid.

Bahkan, masjid berbahan kayu berukuran 6 x 7 meter itu terlihat kotor saat Muhammad Bashori, kontributor lepas media ini bersama dai setempat, Ustadz Roziqin, hendak memilih bangunan itu sebagai tempat untuk mendistribusikan pakaian dari seorang pembaca setia Majalah Suara Hidyatullah asal Serang, Banten.

“Di sana sini dalam ruangan berlantai semen itu dipenuhi kotoran hewan dan nampak sudah lama tidak terjamah manusia, bahkan beberapa dinding papannya lapuk,” lapor Bashori dalam obrolan dengan media ini di Jakarta, Ahad (29/06/2014).

Ando dan sepupunya bergegas menuju pinggiran dusun persisnya di ujung tebing dan berteriak memanggil beberapa orang yang terlihat sedang bekerja di tebing gunung seberang untuk berkumpul.

Bashori segera berinisiatif mendahului mereka ke masjid agar berkesempatan membersihkan dan menyiapkan bungkusan paket yang dari tadi berada di boncengan sepeda motor. Paket itu sudah dilumuri percikan lumpur jalanan dan tidak rapi lagi.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Jangan Takut Berdakwah di Wamena

“Memang tidak ada informasi sebelumnya kepada mereka,” ustadz Roziqin menjelaskan.

Karena untuk menyampaikan kabar ke sini, kata Roziqin, harus datang langsung dan itu memakan waktu dan tenaga yang banyak. Selain tidak terjangkau jaringan sinyal telepon seluler.

Sejam kemudian nampak berdatangan beberapa ibu-ibu yang menggendong anak kecil bertelanjang dada mendatangi masjid.

Setelah diyakinkan tidak ada lagi yang datang, ustadz Roziqin memulai pembicaraannya dalam agenda pembagian busana muslim dan mukena.

“(Busana muslim dan mukena) ini adalah wujud perhatian saudara muslim kita di kota meski mereka tidak mengenal kita,” imbuhnya setelah memberikan nasehat tentang pentingnya beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di manapun kita berada.

Terhitung sebanyak 12 kepala keluarga berbahagia menerima paket busana muslim dan mukena. Sebagian langsung mengenakannya maklum sebelumnya datang tanpa mengenakan jilbab atau pakaian yang layak.

Memausuki dusun  ini jangan membayangkan sepereti memasuki layaknya dusun di wilayah transmigrasi lainnya.

Seratus rumah yang disediakan  pemerintah melalui program transmigrasi untuk para perambah hutan yang sebelumnya hidup nomaden ini tidak semua terlihat berpenghuni. Mereka masih nyaman dengan gaya berkebun dan hidup secara berpindah-pindah di hutan seputar dusun Moma.

Selama dua jam lebih saat meninggalkan kota kecamatan Rio Pakava harus puas dengan tepian sungai berbatu dan berkelok-kelok sebagai jalur tunggal yang mengantar ke Momma.

Selanjutnya kita akan disuguhi rute aslinya pedalaman di sini. Lereng terjal yang tidak beraturan, sesekali kalau Anda berboncengan sebaiknya turun karena tidak memungkinkan.

Bukit turunan nan curam dengan kondisi berbatu lepas menjadi masalah tersendiri bagi yang belum terbiasa dengan rute ini, warga dusun Moma menyebut itu sebagai jalan. “Tetapi saya lebih suka menyebut sungai tanpa air,” seloroh Bashori.

Terakhir 2 kilometer sebelum memasuki Moma, sungai yang deras dan jernih alirannya tanpa jembatan seolah tempat rehat semua pengunjung untuk melepaskan peluh di tepinya.

Beginilah jalan setapak yang harus dilalui
Beginilah jalan setapak yang harus dilalui

Menurut Ustadz Abdi Roziqin, di sini belum pernah ada petugas kesehatan atau dai yang ditugaskan.

“Dibutuhkan niat yang kuat juga didukung kendaraan yang kuat pula,” bebernya kepada Bashori yang menemaninya dalam rangka menyebarkan amanah mukena dan jilbab dari dermawan Muslim di dusun itu.

Moma, kata Bashori, nampak seperti belantara hutan muda yang didiami beberapa penduduk pedalaman yang rumahnya sedikit agak rapi meski tetap menunjukan kesunyiannya. Termasuk sunyi dari suasana dakwah sampai waktu yang tidak mereka ketahui batasnya.

Distribusi busana muslim dan mukena juga dilakukan di dusun Rio dengan rute yang sama menantangnya, sehingga terbagi sekitar 25 paket untuk warga muslim dusun Rio.

Masih dalam kecamatan Rio Pakava, warga dusun Owu beberapa juga merasakan buah tangan kedermawananan Ibu Iffat asal Serang itu.

Sehingga, kini ustadz Roziqin lebih mudah melakukan pendekatan kepada jamaahnya yang tersebar di beberapa tempat yang -dalam istilah Ustadz Roziqin – “bersebalahan dengan akhirat” itu.  *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Roadshow Ramadhan, ACT Undang Syekh Muda Palestina
Tulisan selanjutnya Lulusan STIE Hidayatullah Langsung Diserap Bursa Kerja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

13 Juli 2022 08:33
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?