Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Meski Bermanfaat, Teknologi ChatGPT Bisa Mengurangi Sikap Kritis Pelajar dan Halusinasi

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Februari 2023 18:14 6:14 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 Februari 2023 17:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Hadirnya teknologi chatGPT  diperkirakan dapat memberikan manfaat besar bagi proses pembelajaran di perguruan tinggi. Namun, penggunaan alat ini juga tetap harus diperhatikan dan disikapi secara bijaksana.

Menurut CEO Bahasa Kita Oskar Riandi, chatGPT memberipeluang untuk melakukan personalisasi pembelajaran siswa. Sebab sistem ini memberikan respons yang sesuai kebutuhan dan preferensi belajar setiap mahasiswa, ujarnya saat menjadi pembicara pada Webinar “ChatGPT dan Perkembangan Large Languange Model (LLM) pada Pendidikan Tinggi: Peluang atau Ancaman?” hari  Jumat (24/2/2023).

Selain bisa membuat pembelajaran lebih efesian, peluang lain membuat siswa bisa memiliki waktu lebih panjang untuk berinteraksi langsung di sistem, di mana dosen sudah melakukan fine tuning materi perkuliahan ke dalam chatGPT, dampaknya  mahasiswa bisa mengakses pembelajaran kapan pun di mana pun.

Hanya saja, sistem ini juga memberikan risiko negatif  bagi perguruan tinggi. Sebab penggunaan masif chatGPT  mengakibatkan ketergantungan bagi penggunanya.

Hal ini mengakibatkan peserta didik terlalu bergantung pada teknologi dan mengurangi kemampuan untuk berpikir kritis. Ancaman lain adalah ketidakuratan data sehingga berpotensi menghasilkan informasi keliru (hoaks) atau halusinasi, kehilangan interaksi sosial, penggunaan yang kurang etis seperti digunakan untuk melakukan kecurangan saat ujian, serta ketidakmampuan dalam memahami nuansa bahasa.

Baca Juga

Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan

Karena itu, Oskar mendorong perlunya integrasi penggunaan chatGPT dalam pembelajaran yang diarahkan dosen dan diatur sedemikian rupa sehingga dapat memperkaya proses pembelajaran tanpa menggantikan interaksi sosial dan partisipasi aktif mahasiswa.

“Dengan memperhatikan manfaat dan risiko penggunaan chatGPT, teknologi ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi proses pembelajaran di perguruan tinggi,” ujarnya dikutip laman unpad.ac.id.

Sebagaimana diketahu, chatGPT merupakan sistem pemrosesan bahasa alami NLP multipurpose menggunakan Generative Pre-trained Transformer (GPT) yang dirancang untuk melakukan simulasi percakapan manusia.

Sistem ini mampu memberikan respons percakapan yang relevan sambil tetap mempertahankan pengetahuan yang terakumulasi dan kemampuan generalisasi.

Oskar mengatakan, chatGPT  dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, seperti: layanan pelanggan, asisten pribadi, hingga menulis artikel, meringkas teks, parafrase, serta menerjemahkan bahasa, analisis, dan menulis kode komputer.

Tidak heran jika pasca-dirilis 30 November 2022 lalu, sistem ini langsung memiliki satu juta pengguna dalam lima hari. Jumlah ini terus meningkat dalam dua bulan menjadi 100 juta pengguna.

“Sistem ini memberikan impact luar biasa kepada penggunanya, kalau hasilnya bagus. Akan tetapi kita juga bisa merasakan kalau dia mengalami halusinasi. Secara semantik hasil (jawabannya) tetap koheren tetapi datanya salah. Ini yang perlu hati-hati kalau di perguruan tinggi, karena perguruan tinggi itu evidence based,” papar Oskar.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ChatGPTTeknologi ChatGPT
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Operasi BNN di Pelabuhan Merak Temukan Sabu 500 Kg dari Kapal Bendera Iran  
Tulisan selanjutnya Penjajah Israel Bunuh Penduduk Nablus, Al Azhar Sebut Mereka “Teroris Zionis”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Berita
13 Oktober 2026 16:03
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

8 Juli 2026 08:09
Iptekes

UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa

3 Juli 2026 20:54
Iptekes

Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

21 Juni 2026 13:43
Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?