Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Aturan Baru Ramadhan di Arab Saudi Dinilai Mengecewakan

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Maret 2023 11:14 11:14 am
Ahmad
Dipublikasikan 14 Maret 2023 11:20
Bagikan
Iftar di Masjid Nabawi sebelum pandemi: semua lapisan masyarakat Madinah dan pemerintah bahu membahu dalam berderma. Foto: Luthfi Subagio
Bagikan

Hidayatullah.com—Langkah Arab Saudi mengumumkan 10 aturan baru sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, termasuk mengurangi volume pengeras suara masjid selama shalat tarawih, telah membuat kecewa umat Islam di seluruh dunia.

Selain itu, peraturan baru itu juga mengatur bahwa siaran shalat di masjid secara langsung di televisi dilarang dan orang tua juga dilarang membawa anaknya ke masjid untuk menunaikan shalat.

Melalui dokumen yang dikeluarkan dan didistribusikan Jumat lalu oleh Menteri Urusan Islam negara yang bersangkutan, Sheikh Dr. Abdullatif Abdullaziz Al-Sheikh mengatakan, bulan suci Ramadhan akan dikontrol dan mereka yang berada di pemerintahan Arab Saudi harus menaatinya.

Tanggal Tidak Diperpanjang

Selain itu, kata dia, perintah lainnya adalah shalat tarawih tidak diperpanjang dan shalat tahajud hanya dilakukan pada 10 hari terakhir Ramadhan. “Jemaah juga tidak boleh menggunakan kamera di masjid untuk memotret imam dan jemaah saat shalat dan tidak menyebarkan shalat atau menyiarkannya di semua jenis media,” kata Abdullatif dikutip Middle East Monitor (MEMO).

Baca Juga

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Kementerian juga melarang masjid mengumpulkan sumbangan untuk menyelenggarakan buka puasa bagi orang yang berpuasa, dan buka puasa harus diadakan di area yang ditentukan, yaitu di halaman masjid dan bukan di dalam masjid itu sendiri, selain dilakukan di bawah tanggung jawab para imam dan muadzin.

Imam juga diberi tanggung jawab untuk mengizinkan jamaah yang ingin tinggal di masjid untuk beri’tikaf dan tidak disediakan kamar atau tenda sementara untuk berbuka puasa.

Para imam dan muadzin juga diwajibkan untuk hadir selama bulan Ramadhan kecuali jika diperlukan dimana ketidakhadiran mereka tidak boleh melebihi waktu yang ditentukan.

Kecewa

Namun, aturan dan larangan baru ini membuat kecewa umat Islam di seluruh dunia, terutama di media sosial. Banyak netizen khususnya muslim yang mengungkapkan kekecewaannya melalui status Twitter dan Facebook, bahkan ada portal yang juga vokal menyuarakan isu tersebut.

Di Twitter, ada pengguna yang mengungkapkan ketidaksenangan dan tidak setuju dengan hal-hal tertentu, tetapi mengakui alasan di balik penerapannya. Menurut mereka, masyarakat Muslim di negara lain tidak boleh menghadapi masalah atau larangan apapun selama bulan Ramadan.

Pengguna media sosial lain menyebutnya tidak masuk akal dan menyedihkan, sementara yang lain mengatakan itu adalah upaya lain untuk secara perlahan menurunkan citra Islam. “Sudah waktunya untuk mengakhiri monarki absolut yang jahat,” demikian ciutan pengguna lain.

Identitas Baru Saudi

Menurut analis Sami Hamdi dalam kicauannya di Twitter, perubahan itu merupakan langkah menuju identitas baru Arab Saudi yang tidak mengutamakan Islam sebagai pilar utama. Sami menyatakan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed Salman sedang berusaha untuk mendorong Islam keluar dari kehidupan publik.

Sami menambahkan, karena Ramadhan adalah waktu ibadah dan perayaan, penting untuk menyediakan tenda kecil di mana orang dapat berkumpul, bersosialisasi, dan terhubung. Padahal, kata dia, semua umat Islam perlu diperlakukan sama, tidak memandang ras atau etnis.

Namun dalam wawancara dengan TV lokal, juru bicara Kementerian Urusan Islam, Abdullah Al-Enezi, menepis pihaknya melarang buka puasa di masjid. Kementerian justru mengaturnya sehingga tetap menjaga kesucian dan kebersihan masjid—termasuk juga soal larangan memungut sumbangan.

Tentang larangan merekam dan menyiarkan shalat, dia menyatakan bahwa itu bertujuan untuk menghindari eksploitasi dan ketidakpercayaan kepada imam dan penceramah jika terjadi kesalahan—lebih-lebih jika kesalahan itu tak disengaja.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiHeadlineRamadhan 2023
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya sufisme dan Tarekat menurut Imam Al Ghazali Agar Tidak Terkecoh, Inilah Tiga Tanda Seorang Layak Jadi Mursyid Tarekat
Tulisan selanjutnya Hakim Kukuhkan Fatwa Selangor Sisters in Islam Organisasi Sesat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?