Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Perdana Menteri Anwar Ibrahim layak memberikan penghargaan terhadap Mohammad Natsir

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Maret 2023 22:45 10:45 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Maret 2023 22:39
Bagikan
Bagikan

Mohammad Natsir juga menjadi inspirasi bagi kelompok muda berpengaruh Malaysia yaitu Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM)

Oleh: Pizaro Gozali Idrus

Hidayatullah.com | DI BALIK pulihnya hubungan Indonesia dan Malaysia pada tahun 1966, peran mantan Perdana Menteri Indonesia Mohammad Natsir sangatlah besar.

Natsir adalah salah satu tokoh kunci di balik bersatunya kembali Malaysia dan Indonesia, setelah mengalami perseturuan di era orde lama. Sejak 1963-1966, hubungan diplomatik Indonesia-Malaysia praktis terputus.

Ihwal peran sentral Natsir dalam perdamaian dua negeri Serumpun ini dimulai saat Indonesia memiliki niat baik memulihkan hubungan. Soeharto, yang saat itu menjadi pemimpin de facto, mengirim Ali Moertopo dan Leonardus Bernardus “Benny” Moerdani untuk menemui Perdana Menteri Malaysia saat itu Tunku Abdul Rahman.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

Namun kedatangan Ali dan Benny tidak digubris oleh sang perdana menteri. Sehari sebelum utusan Indonesia datang, Tunku Abdul Rahman meninggalkan ibu kota Malaysia.

“Ada kesan pemimpin Malaysia itu mengelak, tidak mau menerima,” ujar Lukman Hakim dalam Biografi Mohammad Natsir: Kepribadian, Pemikiran, dan Perjuangan (Jakarta, Pustaka Al Kautsar: 2019).

Tunku Abdul Rahman juga mengabaikan nasihat Tan Sri Ghazali Syafi, seorang menteri berpengaruh di kabinetnya yang memiliki hubungan dekat dengan beberapa pemimpin militer Indonesia dan sudah lama mencoba menengahi kesepakatan antara kedua negara.

 “Menghadapi pendirian kukuh Kuala Lumpur, beberapa penasihat Soeharto beralih ke Natsir,” terang Audrey R. Kahin dalam bukunya Islam, Nationalism and Democracy: A Political Biography of Mohammad Natsir (Singapore, NUS Press: 2012).

Perubahan strategi Jakarta dilakukan atas rekomendasi intelijen Indonesia yang melihat kedekatan hubungan Natsir dan Tunku Abdul Rahman.  “Intelijen tahu sosok yang dihormati Tunku Abdul Rahman adalah Pak Natsir,” ujar Lukman Hakim saat melakukan wawancara dengan penulis di kediamannya di Sukabumi, Jawa Barat pada 17 Maret 2023.

Natsir mengakui dirinya memang mengenal baik Bapak Malaysia tersebut. Natsir adalah orang yang ditemui Tunku Abdul Rahman saat memperjuangkan kemerdekaan Malaysia.

“Kenal baik. Waktu memperjuangkan kemerdekaan Malaysia dari Inggris, dia pernah datang ke Indonesia, dan bertemu dengan saya dalam satu resepsi,” ujar Natsir.

Setelah itu, pimpinan Kostrad Brigjen Sofyar datang menemui Natsir yang dijebloskan penjara hanya karena gerakan moralnya di PRRI. Pencetus Mosi Integral itu lalu mengiyakan permohonan bantuan pemerintah Orde Baru untuk memulihkan hubungan dengan Malaysia.

Bekas Menteri Penerangan RI itu akhirnya menulis surat dengan tulisan tangan. “Ini ada niat baik dari Pemerintah Indonesia untuk memperbaiki hubungan antara Indonesia dan Malaysia. Mudah-mudahan Tunku bisa menerima,” bunyi surat Natsir.

Menurut Lukman Hakim, surat itu ditulis di atas kertas rokok milik para tahanan. Musababnya saat itu situasinya sangat mendesak dan surat perlu segera dikirim. “Itu memang spontan. Kalau tidak, pasti dicarikan kertas lebih bagus,” ujar Lukman Hakim dalam wawancara.

Membaca surat Natsir, Tunku Abdul Rahman luluh. Karena rasa hormatnya pada Natsir, Tunku Abdul Rahman mengabulkan permintaannya dan menerima utusan itu. “Tak lama kemudian, pada Mei 1966, negosiasi dimulai antara Kuala Lumpur dan Jakarta dan hubungan dinormalisasi pada bulan Agustus tahun itu,” terang Audrey.

Mengapa Natsir rela membantu pemerintah Orde Baru meski raganya sendiri di penjara? Begitulah jiwa negarawan Natsir. Ia sama sekali tidak dendam. Perbedaan politik tidak menghalanginya membantu pemerintah mencapai kesejahteraan rakyat dan bersatunya hubungan dua saudara Indonesia dan Malaysia. Meski dalam karantina politik, Natsir selalu mencurahkan waktu dan pikirannya untuk bangsa dan soliditas dunia Islam.

“Dasar kesediaan pak Natsir adalah ukhuwah Islamiyah. Karena Malaysia dan Indonesia adalah Serumpun. Kata pak Natsir, Pemerintah itu bisa datang dan pergi, tapi negara (Indonesia) ini harus dipertahankan,” ujar Lukman Hakim dalam wawancara.

Peran Natsir terhadap bangsa Malaysia tidak hanya berhenti disitu. Gagasan dan ide Natsir juga menjadi inspirasi bagi kelompok muda berpengaruh Malaysia yaitu Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM).

Anwar Ibrahim dalam tulisannya Natsir, Politikus Intelektual di Majalah Tempo pada 14 Juli 2008 menjelaskan bagaimana pemikiran dan sikap Natsir menjadi rujukan baginya saat memimpin ABIM.

“Ketika saya membentuk ABIM, dia [Natsir] selalu mengingatkan saya pada realitas sosial di Malaysia, dan kehadiran substansial China, India, dan lainnya di sana. Dia sangat positif dan selalu mendorong interaksi dan dialog antara organisasi Islam dan masyarakat non-Muslim,” tulis Anwar.

Anwar juga mengatakan buku Fiqhud Dakwah Mohammad Natsir menjadi panduan bagi kajian ABIM. “Saya begitu terkesan oleh buku ini karena metode dakwahnya bersifat moderat dan berhikmah. Melalui metode ini, ABIM dapat melebarkan sayapnya hingga menjadi organisasi massa dan gerakan Islam yang bergaris sederhana.”

Anwar Ibrahim bahkan mengatakan Natsir memberikan filosofi dasar yang sangat penting baginya saat menjabat Menteri Keuangan Malaysia di mana dirinya selalu mengulangi pesan Mohammad Natsir untuk tidak mengabaikan akhlak dan moral dalam pembangunan Malaysia.

“Jangan kita membangun sambil merobohkan: membangun gedung sambil merobohkan akhlak, membangun industri sambil menindas pekerja, membina prasarana sambil memusnahkan lingkungan,” terang Anwar menirukan pesan Natsir.

Itu baru sedikit dari jasa-jasa Natsir terhadap bangsa Malaysia. Kiprahnya bagi dakwah dan pendidikan di Malaysia sangatlah besar.

Natsir sejatinya bukan hanya tokoh nasional Indonesia, tapi dia juga tokoh Melayu dan dunia Islam. Di masanya, Natsir dipandang sebagai pemimpin dunia atas jasa-jasanya terhadap perdamaian global. Ia bukan hanya milik NRKI tapi juga antarbangsa.

Pada 1957, Natsir menerima bintang Nichan Istikhar (Grand Gordon) dari Raja Tunisia, Lamine Bey, karena jasanya menolong perjuangan kemerdekaan rakyat Afrika Utara. Pada 1980, Natsir juga dianugerahi penghargaan Faisal Award dari Raja Fahd Arab Saudi lewat Yayasan Raja Faisal di Riyadh atas jasanya dalam bidang dakwah dan solidaritas dunia Islam. Pada tanggal 10 November 2008, Natsir dinyatakan sebagai pahlawan nasional Indonesia.

Dengan segala peran dan jasa Natsir terhadap Malaysia, tidaklah berlebihan jika Mohammad Natsir layak mendapat penghargaan dari Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.*

Peneliti Politik Luar Negeri Mohammad Natsir, Mahasiswa Ph.D Hubungan Antarbangsa Universitas Sains Malaysia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anwar IbrahimHeadlineMalaysiaMohammad NatsirNatsirPilihan RedaksiPM Malaysia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: Ormas Islam Menolak Kedatangan Timnas ‘Israel’, PLT Menpora Muhadjir Effendi Diperintah Temui Ulama
Tulisan selanjutnya Wajib Sertifikasi Halal Pelaku Usaha Dimulai 17 Oktober 2024, Kemenag Gelar Kampanye 1.000 Titik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Terbaru

  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?