Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Saat Media jadi Partisan, Masih Perlukah Netralitas? (1)

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 16 Juli 2014 11:59 11:59 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 16 Juli 2014 11:38
Bagikan
Sebuah media asing meliput suasana pencoblosan pada Pilpres 2014 di Jakarta.
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemilihan umum (Pemilu) adalah wadah rakyat menentukan para pemimpin negara. Para kandidat pun bertarung meraup simpati dan suara. Namun, pemandangan bikin mengenas terhidang pada pilpres 2014. Lantaran media-media massa mayoritas bersikap bias.

Sebagian media pro Prabowo-Hatta, sebagian lain mendukung Jokowi-Jusuf Kalla. Dampaknya buruk, mutu jurnalistik Indonesia jadi terpuruk. Fungsi pers sebagai pencerah masyarakat, malah bikin sesat.

Kenyataan ini diakui oleh banyak pihak di kalangan pers. Herry Mohammad misalnya, wartawan senior ini mencap hampir semua media sudah jadi partisan dan simpatisan kedua kandidat. Wartawan senior lainnya, Amran Nasution menyebut media-media di Indonesia sudah jadi juru kampanye. Lebih jauh lagi Sirikit Syah, Pendiri dan Direktur Media Watch Surabaya ini bahkan menilai fenomena tersebut sebagai suatu ‘kegilaan’.

Lantas demikian, masih diperlukankah netralitas media massa di tengah ketidakstabilan pers Tanah Air saat ini?

“Media harus tetap netral. Ya netral itu jalan terbaik,” tegas Herry Mohammad. saat dihubungi hidayatullah.com dalam suatu perjalanannya di Jakarta, Selasa (15/07/2014).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Justru saat ini,  tambahnya, netralitas itu yang harus dijaga, termasuk oleh media massa.

Setali tiga uang dengan Herry, Sirikit Syah juga menilai netralitas media masih diperlukan. Sebab masyarakat membutuhkan media yang netral dan dipercaya.

“Tentu saja masih diperlukan media yang netral, yang obyektif, yang dapat dipercaya. Pers ibarat pelita bagi rakyat yang dalam kegelapan, ketidaktahuan,” ujarnya dari Surabaya, Jawa Timur, kepada media ini melalui pesan seluler, Selasa siang.

Sementara Amran berpendapat, yang terpenting bagi sebuah media adalah sikap obyektif dalam pemberitaannya.

Capres Prabowo Subianto dikerumuni para wartawan dan massa pendukungnya di Jakarta (19/5/2014). [Foto: Syakur]
Capres Prabowo Subianto dikerumuni para wartawan dan massa pendukungnya di Jakarta (19/5/2014). [Foto: Syakur]
Terang-terangan dan Pura-pura

Saat ditanya media mana saja yang bersikap tidak netral terkait pilpres 2014, Herry, Amran, dan Sirikit punya pandangan sama. Ketiganya sependapat, kebanyakan media mainstream telah menjadi partisan, dengan bersikap seronok dan terkesan vulgar dalam mendukung para kandidat.

“Tempo, ya, mungkin sudah memposisikan seperti itu ya. Tapi bukan cuma Tempo. Kalau kita lihat ANTV dan TV One, kelompok MNC, hampir semua sudah. Kompas begitu pula. Tapi kan Kompas relatif lebih halus,” ungkap Herry.

Cuma, tambahnya, yang berbeda adalah cara setiap media menyampaikan keberpihakannya. Dia mengaku tidak melihat ke satu media, tapi semuanya.

“Ada yang main halus, ada yang tidak,” ujarnya.

Ia pun menilai, media simpatisan capres saat ini bukan hanya dari kalangan mainstream. Tapi juga media non-mainstream.

“Wong yang tidak mainstream (juga) sudah jadi simpatisan (capres). Media-media Islam juga lebih vulgar malah,” ungkapnya.

Sementara kata Sirikit, “Saya amati hampir semua media tidak netral, ada yang terang-terangan seperti Metro TV, TV One, Jakarta Post. Ada juga yang pura-pura netral tapi pilihan berita dan artikel opininya sangat bias, seperti Tempo, Kompas, Jawa Pos, bahkan detik.com.”

Seiring, Amran juga menyebut sebagian besar nama-nama media di atas. “Metro TV dukung Jokowi, TV One dukung Prabowo. TV One kalau (memberitakan) tentang Jokowi seperti Kompas memberitakan Prabowo, pasti menyerang,” ulasnya.*/bersambung Boleh Tidak Netral, Asal..

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:JurnalistikmediaMedia massaMNCpartaipolitikTV One
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nur Abu Issa, Syahidah Termuda di Gaza
Tulisan selanjutnya Saat Media jadi Partisan, Masih Perlukah Netralitas? (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?