Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Riset: Mayoritas Warga Eropa Terpapar Zat Kimia Bisphenol A

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 September 2023 20:15 8:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 September 2023 20:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Bisphenol A (BPA), sejenis bahan kimia yang dapat menyebabkan gangguan hormon dan digunakan dalam kemasan makanan dan minuman, telah terdeteksi di tubuh hampir semua warga Eropa sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

Bahan kimia sintetis BPA dapat ditemukan di seluruh Eropa dalam plastik, wadah makanan logam, dan pipa air minum. Namun menurut beberapa penelitian, bahkan kadar karbon dioksida yang rendah pun dapat berdampak buruk pada kesehatan manusia.

“Berkat proyek penelitian biomonitoring manusia yang inovatif dari UE, kami dapat melihat bahwa Bisphenol A (BPA) menimbulkan risiko yang jauh lebih luas terhadap kesehatan kita daripada yang diperkirakan sebelumnya,” kata Leena Ylä-Mononen, Direktur Eksekutif EEA, dalam sebuah pernyataan.

Hasil penelitian menemukan BPA terdeteksi dalam urin 92 persen peserta dewasa dari 11 negara Eropa, ujarnya dalam laporan baru, kemarin.

Menurut badan yang berbasis di Kopenhagen, antara 71 dan 100 persen orang dewasa yang terlibat dalam penelitian di 11 negara terkait, ditemukan memiliki tingkat kandungan di atas tingkat maksimum yang direkomendasikan dalam pengaturan yang digariskan oleh Badan Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menyusul review pada bulan April lalu.

Baca Juga

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

Sebuah tinjauan pada saat itu menunjukkan bahwa EFSA secara drastis mengurangi hingga 20.000 kali tingkat asupan harian maksimum BPA yang direkomendasikan bagi konsumen.

BPA pernah digunakan dalam pembuatan botol susu bayi hingga dilarang di Eropa, Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya sekitar satu dekade lalu. 

Artinya, sebagian besar masyarakat berpotensi terpapar BPA ketika mengonsumsi makanan dan minuman dari kemasan yang bersangkutan.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa BPA terkait dengan berbagai masalah kesehatan yang melibatkan gangguan hormon, seperti kanker payudara dan infertilitas.

Sejauh ini, Prancis menjadi satu-satunya negara yang sepenuhnya melarang penggunaan BPA. Uni Eropa (UE) dan AS membatasi penggunaan bahan kimia tersebut namun berencana untuk menguranginya lebih lanjut.

Namun, Badan Obat Eropa (EMA) menentang tingkat baru yang ditetapkan oleh EFSA untuk asupan BPA harian maksimum tanpa menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia.

Badan tersebut mengkritik metodologi EFSA yang bertindak terlalu tergesa-gesa, mengingat hubungan sebab akibat belum terbukti dalam penelitian pada hewan atau manusia.

Sebaliknya, EEA menyimpulkan bahwa paparan masyarakat terhadap BPA jauh melampaui tingkat keselamatan kesehatan yang dapat diterima, menurut data penelitian terbaru.

“Ini menimbulkan potensi risiko kesehatan bagi jutaan orang,” katanya.

Kadar kandungan Bisphenol A, S dan F diukur dalam urin 2.756 orang di 11 negara sepanjang periode antara tahun 2014 dan 2020.  Negara-negara yang terlibat adalah Kroasia, Republik Ceko, Denmark, Prancis, Finlandia, Jerman, Islandia, Luksemburg, Polandia, Portugal, dan Swiss.

Menurut EEA, Swiss mencatat tingkat terendah di mana 71 persen peserta penelitian terdeteksi di atas tingkat maksimum yang direkomendasikan, sementara Perancis, Luksemburg, dan Portugal mencatat 100 persen.

“Apa yang dilaporkan adalah angka minimum. Ada kemungkinan bahwa 11 negara yang terlibat mencatat tingkat paparan 100 persen di atas tingkat aman,” simpul EEA.

Bisfenol A, yang dikenal dengan singkatan BPA, merupakan bahan kimia yang telah digunakan selama lebih dari 40 tahun dalam pembuatan plastik polikarbonat (PC) dan resin epoksi. Turunan BPA digunakan, dalam batas tertentu, sebagai bahan tambahan dalam plastik polivinil klorida (PVC).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahan kimiaBisphenol ABPAEropaHeadlinehormonkemasan makanankemasan minuman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika “Menjarah” Gas dan Minyak, Pemerintah Suriah Lapor PBB  
Tulisan selanjutnya Khutbah Jumat: Memakmuran atau Mengawasi Masjid?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Berita
30 Agustus 2026 10:13
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Iptekes

Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

22 Mei 2026 15:27
Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?