Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
AnalisisArtikel

Strategi Hamas dan Peta Baru Timur Tengah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Oktober 2023 11:05 11:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Oktober 2023 11:03
Bagikan
Bagikan

Manuver yang dilakukan Hamas dalam Operasi Taufan (Badai) Al-Aqsha akan semakin mendekatkan posisi Gaza dengan Tepi Barat, lokasi Masjidil Aqsha berada, jika Tuhan berkehendak melalui keberhasilan pejuang kemerdaan Palestina ini, semua peta –termasuk dunia— akan berubah

Oleh: Pizaro Gozali

Hidayatullah.com | KELOMPOK perlawanan Palestina Harakat al-Muqawama al-Islamiyyah atau Hamas kembali mendapatkan atensi global setelah serangan kilatnya pada Sabtu pagi 7 Oktober 2023 berhasil memukul kekuatan penjajah Zionis.

Perang ini merupakan perang paling serius dan paling mematikan yang dilakukan Hamas dalam beberapa dekade terakhir. Hamas, yang artinya Gerakan Perlawanan Islam itu, menegaskan serangan ini terjadi karena ‘Israel’ mengabaikan peringatan untuk tidak menodai kesucian Masjid Al-Aqsha dan membunuh warga Palestina.

Ini adalah respons yang diharapkan dari rakyat Palestina, yang telah menghadapi kolonialis dan pendudukan pemukim ‘Israel’ selama beberapa dekade.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace

Selama 16 tahun, warga Gaza menghadapi penindasan, pembatasan, dan pembunuhan akibat blokade kolonial. Sebanyak 80% dari mereka hidup dalam kemiskinan.

Menurut UNICEF, anak-anak Gaza mengalami krisis air dan sanitasi yang akut. Mereka bersama kedua orang tua karena tewas oleh serangan rudal dan roket penjajah.

Aljazeera mencatat sejak tahun 2008 hingga 2023 sebanyak 6.407 warga dan kelompok perjuangan Palestina tewas di tangan rezim penjajah, jauh berbanding 308 di pihak penjajah Zionis, yang mayoritas adalah personel militer.

Kini situasi telah berbalik. Perlawanan terus bangkit.

Rezim kolonial Zionis mengatakan setidaknya sudah lebih 700 tentara dan warganya telah terbunuh akibat serangan pada Sabtu pagi. Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah.

Hamas juga menyandera tentara dan warga ‘Israel’. Komandan Angkatan Darat penjajah Zionis Mayor Jenderal Nimrod Aloni dilaporkan termasuk yang ditangkap oleh Hamas. Ini merupakan kemenangan terbesar Hamas sejak Zionis memblokade Gaza pada 2007.

Di balik serangan ini, Resolusi Majelis Umum PBB 37/43 pada 1982 telah menegaskan bahwa “Reaffirms the legitimacy of the struggle of peoples for their independence, territorial integrity, national unity and liberation from colonial domination, apartheid and foreign occupation by all available means, including armed struggle.”

Yang artinya: “Menegaskan kembali legitimasi perjuangan masyarakat untuk kemerdekaan, integritas teritorial, persatuan nasional dan pembebasan dari dominasi kolonial, apartheid dan pendudukan asing dengan segala cara yang ada, termasuk perjuangan bersenjata.”

Oleh karenanya, Operasi Taufan (Badai) Al-Aqsha merupakan bagian dari perjuangan bersenjata Palestina yang diprovokasi oleh pendudukan dan kolonialisme ‘Israel’ itu sendiri.

Setidaknya, ada beberapa analisa yang dapat dibaca dalam peristiwa ini.

Pertama, serangan ini sejatinya menampar wajah Netanyahu yang pada dua pekan lalu secara confidence memperkenalkan Peta Baru Timur Tengah di Sidang Umum PBB untuk menujukkan keberhasilan rekonsiliasi penjajah Zionis dengan negara-negara Arab.

Netanyahu menilai kekuatan Arab kini sudah berada dalam genggamannya dan menjadi era baru bagi hubungan ‘Israel’-Arab di bawah kepemimpinannya. Namun serangan Hamas yang meluluhlantahkan kekuatan militer penjajah Zionis telah menginterupsi dunia internasional bahwa rekonsiliasi itu tidak benar-benar mewakili jantung hati rakyat Palestina dan ‘Israel’ tidak benar-benar dapat melumpuhkan perlawanan bangsa Palestina.

Dalam pidatonya, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah menegaskan kepada negara-negara Arab lainnya bahwa ‘Israel’ tidak dapat memberi mereka perlindungan apa pun bagi Palestina dan bangsa Arab meski ada pemulihan hubungan diplomatik baru-baru ini. “Semua perjanjian normalisasi yang Anda tandatangani dengan entitas tersebut tidak dapat menyelesaikan konflik (Palestina) ini,” ucap Haniyah.

Oleh karena itu, serangan terstruktur yang dilakukan Hamas telah membuka mata dunia bahwa faksi perlawaan Palestina masih belum padam. Hamas yang memimpin Gaza telah meraih banyak reputasi, kemajuan, dan kemenangan.

Hal ini sekaligus menjadi antithesis bagi Otoritas Palestina (OP) yang dinilai tunduk terhadap dominasi ‘Israel’ dan cenderung korup. Mahmoud Abbas boleh saja menjadi pemerintahan de jure bagi Palestina, tapi secara de facto Hamas menjadi pemimpin yang sebenarnya bagi perjuangan rakyat Palestina.

Kedua, apa yang dilakukan Hamas ini merupakan strategi kontra militer yang brilian terhadap inisiasi yang akan dilakukan Tel Aviv. Hamas sudah mengindentifikasi bahwa Netanyahu akan melakukan serangan ke Masjid Al-Aqsha dan Gaza untuk mengalihkan isu atas kasus korup yang membelit dirinya.

Hal ini dilakukan Netanyahu guna meraih simpati publik yang telah mendesak dirinya mundur.

Namun, secara cerdik, Hamas telah mendahului langkah Netanyahu untuk membuyarkan rencana itu. Serangan kilat Hamas ini telah membuat Netanyahu makin mengalami defisit kepercayaan yang terus mengalami tekanan publik, terlebih banyak warga disandera oleh Hamas.

Seperti diketahui, sejak 2018 Netanyahu dirundung oleh penyelidikan korupsi dengan isu suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan. Netanyahu diduga telah menerima hadiah dari pengusaha kaya dan memberikan bantuan untuk mencoba mendapatkan pemberitaan yang lebih positif.

Tidak hanya itu, Hamas juga mendahului pertemuan yang akan dilakukan Menteri Luar Negeri ‘Israel’ Eli Cohen terhadap negara-negara Arab pada Oktober dalam upaya memperluas suksesi rekonsiliasi kepada ‘Israel’.

Negara-negara itu sebelumnya sudah sesumbar bahwa ‘Israel’ benar-benar sudah menguasai Palestina tanpa ada rintangan yang akan memuluskan Peta Baru Timur Tengah.

Ketiga, manuver yang dilakukan Hamas makin mendekatkan posisinya dengan Tepi Barat. Pemimpin Hamas Ismail Haniyah mengatakan faksi-faksi bersenjata Palestina bertekad memperluas pertempuran yang sedang berlangsung di Gaza hingga ke Tepi Barat dan Yerusalem.

Rezim Kolonialis Zionis sendiri telah mengevakuasi warga sipil dari kota-kota yang berbatasan dengan Gaza. Laksamana Muda Daniel Hagari, juru bicara militer Zionis, mengatakan pasukannya sedang mengevakuasi semua warga sipil dari 24 desa dekat perbatasan Gaza.

Tindakan ini merupakan indikasi bahwa ‘Israel’ sedang mempersiapkan operasi di pesisir Palestina. Jika Allah berkehendak, dan Hamas dapat memenangkan pertempuran ini dan menguasai wilayah itu, maka peta akan berubah drastis dalam hubungan warga Palestina dan Masjidil Aqsha. Namun situasi ini masih up and down dan penuh dinamika.

Walhasil, serangan kilat Hamas sejatinya telah mengubah pandangan dunia. Simpati masyarakat sipil, aktivis HAM, akademisi, dan sejumlah negara mengalir kepada Hamas. Sejatinya, mereka yang kini lebih pantas memperkenalkan Peta Baru Timur Tengah yang sejati kepada dunia internasional, bukan Netanyahu dan negara-negara mitranya yang mendukung eksistensi rezim penjajah.*

Senior Fellow Asia Middle East Centre for Research and Dialogue, Kuala Lumpur, Kandidat Ph.D Policy Research and International Studies Universitas Sains Malaysia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaHAMASHeadlineMasjidil AqshaOperasi Taufan Al-Aqshapalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hacker Rusia dan Anonymous Gempur Situs Pemerintah ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Rasa Peduli, Menunjukkan Siapa Diri Kita

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Berita
28 Agustus 2026 11:26
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

7 Agustus 2026 17:00
Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Analisis

Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal

4 Agustus 2026 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?