Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pandangan Media Massa terhadap Pemilu AS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 November 2004 08:32 8:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 November 2004 08:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Hasil pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) periode 2004-2008, Selasa (2/11), kemarin, diperkirakan sulit diprediksi. Para pengamat politik cenderung menolak meramalkan pemenangnya lantaran dukungan bagi keduanya relatif imbang. Masyarakat setempat juga masih berspekulasi tentang pemenang yang akan segera dilantik sebagai presiden AS, Januari mendatang. Hampir semua orang mengatakan persaingan antara George Walker Bush dan John Kerry sangat ketat.

Sejumlah media massa AS dan Eropa punya pandangan sendiri. Sebagaian yakin Kerry menang, tetapi sebagaian yakin, keduanya tak akan membawa perubahan apapun.

Harian Frankfurter Rundschau menulis, pandangan politik Eropa mungkin lebih sesuai dengan Kerry ketimbang Bush, meskipun Kerry akan berada di bawah tekanan yang lebih besar di dalam negeri untuk membuktikan kemampuannya. Di luar negeri, banyak yang hendak menguji kemampuan Kerry, para ayatullah di Iran , penguasa komunis di Korea Utara, para gerilyawan Iraq dan mungkin juga Usama bin Ladin. Hendaknya Eropa jangan terlalu lama berdiam diri. John Kerry akan merupakan peluang bagi politik internasional.

Koran Rhein-Neckar-Zeitung yang terbit di Heidelberg ikut berkomentar.Menurutnya, siapa pun yang akan dipilih oleh rakyat Amerika, hasilnya akan membawa dampak kepada semua. Bila Bush dipilih kembali maka semuanya akan tetap seperti sebelumnya. Tidak akan ada komitmen di luar bantuan teknologi dan humaniter. Sejauh itu pemilihannya kembali tidak terlalu merepotkan. Namun pergantian paradigma seperti yang diisyaratkan oleh Kerry , lambat atau cepat akan menuntut partisipasi yang lebih aktif , juga partisipasi militer , dan itu tidak hanya di Iraq.

Harian Perancis Le Figaro dalam tajuknya menulis, di Eropa , George W Bush demikian tidak populer dan menakutkan, sehingga sejak empat tahun belakangan ini Amerika dijauhi .

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

AS seperti dalam versi John Kerry juga bukan lagi Amerika yang diimpikan pada tahun 60-an, ketika seorang presiden lain dengan inisial yang sama JFK menjadi simbol modernitas. Perbaikan hubungan Eropa-AS yang tidak sehat itu, kiranya hanya mungkin dengan pemilihan presiden, apa pun hasilnya. Dan itu hanya bisa datang dari Eropa sendiri. Hendaknya peluang itu dimanfaatkan guna menyesuaikan gambaran tentang AS dengan realitas dewasa ini.

Harian Belgia De Standaard menganggap pemilihan presiden sebagai awal baru bagi dunia. Katanya, John Kerry, dengan mudah akan memenangkan pemilu di Eropa. Cuma, Eropa tidak boleh ikut memilih. Harian ini yakin, John Kerry bagi Amerika, bagi Eropa dan bagi dunia merupakan pilihan yang lebih baik. Dengan John Kerry, Eropa dapat mengharapkan kepemimpinan yang lebih sehat dan lebih seimbang.

Harian Spanyol El Mundo menulis, masyarakat dunia hanya menjadi penonton dalam pemilihan presiden di AS.

Bila rakyat Amerika memilih presiden baru, masyarakat lain di dunia hanya menjadi penonton. Padahal hasil pemilihannya juga menyangkut nasib seluruh masyarakat dunia. Seusai pemilihan presiden tidak akan ada perobahan yang dramatis dalam politik AS. John Kerry lebih mengutamakan multi-lateralisme ketimbang George Bush. Karena itu ia akan menang telak, bila masyarakat dunia dapat ikut memilih.

Harian Italia Il Messaggero dalam komentarnya mengulas sikap Eropa dalam pemilihan presiden di AS. Dikatakan, siapa pun yang menang , Kerry atau Bush tidak akan membawa perobahan politik di Irak atau pun Eropa. Kini para pendukung Bush punya slogan baru. Bila Kerry menang, demikian dikatakan, politiknya mungkin tidak banyak berbeda dengan Bush, namun dan inilah poin yang baru, ia akan menuntut lebih banyak dari Eropa. Kerry tidak akan mengerjakan sendiri pekerjaan kotor di Irak tanpa dukungan aktif dari Eropa, yakni yang menyangkut senjata dan pasukan. Hendaknya, negara-negara Eropa merasa bersyukur bahwa Bush yang telah banyak berjasa, tidak meminta partisipasi aktif dari Eropa. (dwwd/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Islam Tanpa Madzhab, Mungkinkah?
Tulisan selanjutnya Presiden Persatuan Emirat Arab Meninggal Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Berita
1 September 2026 12:00
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?