Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

10 Fakta Perang Badar, Pertempuran Ajaib pada 17 Ramadhan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 17 Maret 2025 22:18 10:18 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 17 Maret 2024 10:20
Bagikan
10 Fakta Perang Badar, Pertempuran Ajaib pada 17 Ramadhan
Bagikan

Hidayatullah.com – Perang Badar menjadi bukti penting bahwa kekuatan pasukan dan jumlah petempur tidak berarti apa-apa dibandingkan keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT. Pertempuran ajaib yang berlangsung di bulan suci Ramadhan itu menjadi sejarah penting umat Islam.

Daftar isi
  • 1. Terjadi di Bulan Ramadhan
  • 2. Perang Pertama umat Islam
  • 3. Badar adalah Nama Sebuah Tempat
  • 4. Penyerangan Kafilah Quraisy
  • 5. Umat Islam Kalah Jumlah
  • 6. Umat Islam Tak Siap Perang
  • 7. Abu Jahal Jadi Pemimpin Pasukan Quraisy
  • 8. Berita Kemenangan dari Allah
  • 9. Duel
  • 10. Kemenangan Umat Islam
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Berikut kami rangkum 10 fakta penting Perang Badar:

1. Terjadi di Bulan Ramadhan

Perang Badar menjadi salah satu peristiwa penting umat Islam yang terjadi di bulan Ramadhan. Pertempuran tersebut terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriah atau 624 Masehi dan terjadi 2 tahun setelah Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah.

2. Perang Pertama umat Islam

Perang Badar adalah perang besar pertama umat Islam melawan musuh selama kehidupan Rasulullah SAW. Bagaimanapun juga, tak banyak orang yang mengetahui bahwa terjadi 8 pertempuran yang dilakukan umat Islam sebelum Perang Badar.

3. Badar adalah Nama Sebuah Tempat

Badar terletak di sebelah barat daya Madinah. Daerah tersebut biasa digunakan sebagai titik pertemuan orang-orang yang datang dari Madinah dan kafilah menuju Makkah dari Suriah.

Baca Juga

Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi
Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

Badar, pada masa itu, digunakan sebagai tempat singgah dan pemberhentian kafilah agar unta mereka dapat minum air. Bahkan setiap tahunnya di Badar juga terdapat sebuah pasar.

4. Penyerangan Kafilah Quraisy

Setelah 13 tahun mengalami penindasan dari kaum Quraisy, Nabi Muhammad ﷺ dan kaum Muslimin hijrah dari Makkah ke Madinah.

Ketika kaum muslimin meninggalkan rumah mereka, kaum Quraisy mengambil semua harta benda yang ditinggalkan.

Abū Sufyān, salah satu pemimpin Quraisy, membawa harta tersebut ke Suriah. Dia membeli senjata dan barang-barang lainnya, yang ia rencanakan untuk menyerang kaum Muslimin.

Saat kaum Muslimin mendengar kabar kembali kafilah tersebut. Nabi Muhammad meminta kedua sahabatnya untuk mencari tahu informasi tentang kafilah Quraisy tersebut.

Kedua sahabat tersebut mengikuti instruksi dan sampai di sebuah lokasi bernama Alhawra. Ketika mereka melihat kafilah telah tiba di bawah pimpinan Abu Sufyan ibnu Harb, mereka bergegas kembali ke Madinah untuk memberitahukan kabar tersebut kepada Nabi Muhammad.

Ketika Nabi Muhammad akan berangkat ke Perang Badar, beliau singgah sebentar di Masjid Suqya dan menunaikan shalat setelah berwudhu dari sumur Suqya.

Baca juga: Strategi Bisnis Abdurrahman bin Auf, Crazy Rich Makkah

5. Umat Islam Kalah Jumlah

Nabi Muhammad SAW meminta umat Islam untuk mencegat kafilah tersebut. Pasukan umat Islam berjumlah 300 orang (angka perkiraannya antara 313 dan 317 orang). Ini adalah fakta yang patut dicatat bahwa dalam Perang Badar, umat Islam hanya memiliki 2 kuda dan 70 unta. Pasukan tersebut terdiri dari orang-orang dari kaum Muhajirin dan Anshar.

Kaum Muhajirin berjumlah 86 orang, sementara sisanya adalah pendukung dari suku-suku bernama Awas dan Khazraj.

6. Umat Islam Tak Siap Perang

Ini juga merupakan fakta yang kurang diketahui tentang perang Badar bahwa umat Islam tidak siap untuk berperang. Mereka akan menyerang kafilah dagang Quraisy yang tidak membutuhkan pasukan yang besar.

Pasukan Muslim dibagi menjadi dua oleh Nabi Muhammad. Kelompok pertama adalah kaum Muhajirin yang dipimpin oleh Hazrat Ali RA dan kelompok kedua adalah para pendukung yang dipimpin oleh Saad bin Muadh.

Kedua kelompok tersebut berangkat dari Madinah dan sampai di Safra. Nabi Muhammad mengutus dua orang sahabatnya untuk mencari informasi tentang musuh. Namun, Abu Sufyan mencapai Makkah dengan selamat bersama kafilahnya.

Dia telah mengubah rute dan meminta bantuan ke Makkah. Suku Quraisy, atas panggilan Abu Sufyan, menyiapkan pasukan yang terdiri dari 1300 orang, 100 kuda, dan sejumlah besar unta. Abu Jahal memimpin pasukan tersebut.

7. Abu Jahal Jadi Pemimpin Pasukan Quraisy

Fakta lain yang kurang diketahui tentang Perang Badar adalah bahwa bahkan kaum Quraisy tidak ingin berperang. Abu Sufyan mengirim pesan bahwa kafilahnya telah kembali dengan selamat, namun Abu Jahal tidak mengajak pasukannya kembali.

Suku Bani Zahrah menolak untuk mematuhinya dan 300 orang dari suku tersebut pergi. Sisanya, 1000 orang, termotivasi untuk berperang.

Suku Bani Hasyim ingin kembali karena mereka tidak ingin menjadi bagian dari perang yang tidak perlu, namun mereka tidak diberi izin oleh Abu Jahal dan tetap bersama pasukan Quraisy.

Pasukan tersebut sampai di bukit Adwa’. Bukit ini berbatasan dengan Lembah Badar.

8. Berita Kemenangan dari Allah

Banyak Muslim tidak mengetahui fakta bahwa Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Muhammad bahwa kaum Muslimin akan muncul sebagai pemenang dalam Perang Badar.

Hal ini memberikan kekuatan kepada pasukan Muslim yang jumlahnya sedikit. Kemudian Nabi Muhammad menyampaikan berita bahwa Allah telah menjanjikan kemenangan bagi mereka.

Ketika suku Quraisy datang dengan pasukan yang besar, Allah SWT meyakinkan Nabi Muhammad bahwa hati orang-orang kafir akan dipenuhi rasa takut dan Allah akan menolong kaum Muslimin dengan mengirimkan ribuan malaikat.

9. Duel

Perang memanas ketika kaum Quraisy kalah dalam duel pedang. Tiga orang bangsawan Quraisy yang bernama Utbah bin Rabiah, Shaibah dan Al Walib bin Utbah kalah dalam duel pedang di tangan Hamzah RA, Ali RA, dan Ubaidah bin Harits RA.

10. Kemenangan Umat Islam

Pasukan Quraisy yang berjumlah 1000 orang tidak mampu mengalahkan pasukan Muslimin berjumlah 300 orang. Ini semua karena pertolongan Allah. Pasukan malaikat, iman yang kuat dan tahun-tahun yang penuh kesulitan membuka jalan menuju kemenangan.

Sekitar 70 pejuang Quraisy terbaik termasuk Abu Jahal, Umayyah bin Khalaf, Al-As bin Al-Mughira dan Abu Albahtari bin Hisyam terbunuh dalam perang tersebut.

70 orang lainnya dibawa oleh Muslim sebagai tawanan perang. 14 orang dari kaum Muslimin Syahid dalam perang tersebut. Kaum Muslimin keluar sebagai pemenang dalam perang yang merupakan sebuah keajaiban.

Ke-14 Sahabat Rasulullah SAW tersebut ialah:

-Umar bin Abi Waqas
-Safwan bin Wahb
-Dhu-Shimalayn bin ‘Abdi
-Mihja bin Salih
-Aqil bin al-Bukayr
-Ubaydah bin al-Harith
-Sa’ad bin Khaythama
-Mubashir bin Abdul Mundhir
-Harithat bin Suraqah
-Rafi bin Mu’ala
-Umayr bin Humam
-Yazid bin al-Harith
-Mu’awidh bin al-Harith
-Awf bin Al-Harith

Baca juga: Syeikh Ramadhan Al-Buthi: Ramadhan adalah Bulan Al-Quran

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineislamPerang BadarPilihan RedaksiRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ramadhan, Emak-emak di Kalimantan Gelar Lomba Kebersihan Kampung
Tulisan selanjutnya Pengadilan Menyatakan Craig Wright Bukan Penemu Bitcoin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

Opini
5 Agustus 2026 19:00
Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media
Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos
Pengadilan Suriah Jatuhkan Hukuman Mati Atas Bashar al-Assad
Nasyiatul Aisyiyah Gelar Muktamar ke-15, Dihadiri 6.700 Kader

Terbaru

  • ‘Israel’ Masih Tahan Ratusan Syuhada Palestina untuk Dijadikan “Alat Tawar”
  • Ratusan Warga Yunani Gelar Demo Dukung Palestina, ‘Israel’ Minta Warganya Sembunyi
  • Dukung Rakyat Gaza yang Bertahan di Utara, Bulan Sabit Merah Palestina Buka RS Lapangan
  • Lawan Polisi, Aktivis Akar Rumput Amerika Merusak Kamera Pengawas Flock Satu Per Satu
  • Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4 di Hari Pemberian Pengakuan Klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan
  • Pengadilan Suriah Jatuhkan Hukuman Mati Atas Bashar al-Assad
  • Bahtsul Masail Pra Muktamar NU, Pajak Harus Berpihak pada Keadilan Masyarakat
  • Ratusan Orang Kurdi Suriah Kembali ke Kampungnya Setelah Bertahun-tahun Mengungsi
  • Bertemu Medikdasmen, MUI Dorong Budaya Hidup Halal Masuk Lingkungan Sekolah
  • LPPOM Raih Indonesia Public Relations Awards 2026 Kategori Corporate Reputation

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Al-Rushafi dan Catatan Kritis Seputar Sirah Nabi Muhammad

31 Juli 2026 20:21
Menjaga Warisan Ulama di Era Disrupsi Informasi
Artikel

Menjaga Warisan Ulama di Era Disrupsi Informasi

24 Juli 2026 16:00
Artikel

Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

21 Juli 2026 07:00
Artikel

Hubungan Agama dan Sains

6 Juli 2026 15:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?