Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Perdana Menteri Australia Sebut Elon Musk Miliarder Arogan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 April 2024 13:01 1:01 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 April 2024 13:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut Elon Musk seorang miliarder arogan, setelah pengusaha kelahiran Afrika Selatan itu menolak untuk menghapus rekaman dari platform X aksi penikaman di sebuah gereja belum lama ini.

Hari Senin (22/4/2024), sebuah pengadilan mengeluarkan perintah sementara supaya X (sebelumnya bernama Twitter) tidak lagi menampakkan video penikaman di sebuah gereja di Sydney pekan lalu.

Sebelumnya X mengatakan akan memenuhi seruan pemerintah “sambil menunggu keputusan pengadilan”.

Komentar PM Albanese itu diutarakan menyusul tindakan Musk yang menuding pemerintahannya melakukan sensor lewat sebuah meme.

Hari Selasa, Albanese kepada ABC News mengatakan Musk “merasa dirinya di atas hukum dan juga di atas kesopanan umum”, alias dapat berbuat sesuka hatinya.

Baca Juga

22 Persen Yahudi ‘Israel’ Dukung Usir Warga Palestina ke Luar Negeri
Iran Hadiahi Rp480 Juta Warganya yang Berhasil Tangkap atau Bunuh Tentara AS
Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China
Qatar Bantah Menahan Pilot Iran
Tidak Becus Tandai Kecurangan NTU Hentikan Penggunaan Detektor AI

Pekan lalu, badan regulator independen siber Australia eSafety Commissioner, memperingatkan X dan media sosial lain akan ancaman denda tinggi jika tidak menyingkirkan rekaman video penikaman yang dilakukan seorang remaja belasan tahun di Assyrian Christ the Good Shepherd Church, yang ditangani pihak kepolisian sebagai kasus terorisme.

X merasa hal itu bukan cakupan dari hukum Australia.

eSafety Commissioner meminta pengadilan mengeluarkan putusan sementara setelah tampak jelas bahwa X membiarkan pengguna platformnya di luar Australia untuk terus dapat melihat rekaman tersebut.

“Sungguh keterlaluan bahwa X memilih untuk tidak patuh dan justru berusaha memperkarakan kasus mereka,” kata Albanese kepada awak media dalam penjelasn pers hari Selasa (23/4/2024) seperti dilansir BBC.

Sebelum menyindir pemerintahan Albanese lewat meme, Elon Musk juga mengkritik eSafety Commissioner Julie Inman Grant secara pribadi, menyebut wanitabitu sebagai “Australian censorship commissar”.

Albanese membela Inman Grant, mengatakan bahwa dia berusaha menjalankan tugas untuk melindungi rakyat Australia.

“Media sosial pada saatbyang sama membutuhkan tanggung jawab sosial. Musk tidak menunjukkan hal itu sama sekali,” kata kepala pemerintahan Australia itu.

Keputusan sementara pengadilan itu akan berlaku sampai akhir jam kerja hari Rabu, ketika persidangan kedua akan berlangsung.

X dan eSafety Commissioner sebelum kasus ini sudah dan masih terlibat sengketa hukum terkait keengganan media sosial itu untuk menjelaskan bagaimana caranya mereka melacak dan menyingkirkan berbagai materi kekerasan terhadap anak yang beredar secara online.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AustraliaElon Musk
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kebaya, Abayah dan Busana Nasional Wanita Indonesia
Tulisan selanjutnya Kematian Terkait Cuaca Panas di Eropa Naik 30 Persen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4 di Hari Pemberian Pengakuan Klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan

Berita
11 Agustus 2026 17:14
Ratusan Orang Kurdi Suriah Kembali ke Kampungnya Setelah Bertahun-tahun Mengungsi
Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India
DPR Kecam Dugaan Promosi Miras Pakai Ayat Alquran, Belajar dari Kasus Holywings
Eks Menag Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji

Terbaru

  • 22 Persen Yahudi ‘Israel’ Dukung Usir Warga Palestina ke Luar Negeri
  • Iran Hadiahi Rp480 Juta Warganya yang Berhasil Tangkap atau Bunuh Tentara AS
  • Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China
  • Qatar Bantah Menahan Pilot Iran
  • Tidak Becus Tandai Kecurangan NTU Hentikan Penggunaan Detektor AI
  • Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat
  • Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket
  • Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India
  • PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
  • Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat

16 Agustus 2026 10:55
Berita

Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket

16 Agustus 2026 10:17
Berita

PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa

15 Agustus 2026 17:19
Berita

Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus

15 Agustus 2026 16:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?