Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

UHRP: Diperkirakan 1 dari 26 Warga Uyghur Dipenjara

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Mei 2024 10:04 10:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Mei 2024 11:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Diperkirakan 1 dari 26 warga Uyghur di wilayah Turkistan Timur (Xinjiang), Cina, berada di balik jeruji besi. Angka itu merupakan tingkat penahanan tertinggi di dunia. Demikian laporan Uyghur Human Rights Project (UHRP) yang dilansir akhir bulan lalu.

Daftar isi
  • Tertinggi Kematian di Penjara
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Warga Uyghur dan berbagai etnis Turkistan yang dipenjara diperkirakan berjumlah 3.814 per 100.000 orang. Artinya, 47 kali lebih tinggi daripada angka keseluruhan di Cina yang berjumlah 80 per 100.000 orang.

Jumlah tersebut bahkan tiga kali lipat dibandingkan di El Salvador, yang disebut memiliki tingkat penahanan tertinggi di dunia, yaitu 1.086 per 100.000 orang.

Diperkirakan jumlah warga Uyghur dan etnis lainnya yang berada di penjara pada tahun 2022 sebanyak 578.500 orang. Jumlah tersebut sama dengan 1/3 dari total populasi penjara, meskipun jumlah etnis tersebut hanya 1% dari keseluruhan populasi di China.

Tertinggi Kematian di Penjara

Banyak di antara warga Uyghur yang dipenjara merupakan tokoh masyarakat. Misalnya Rahile Dawut, seorang ahli cerita rakyat dan etnografer. Ia divonis bersalah pada Desember 2018 karena dianggap terlibat “separatisme” dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Ada pula Gulshan Abbas, seorang pensiunan dokter. Gulshan dijatuhi hukuman penjara yang lama atas tuduhan “terorisme”. Dia menghilang bersama kerabat lainnya pada September 2018. Saudara perempuannya, Rushan Abbas, mantan karyawan Radio Free Asia, saat ini menjadi direktur eksekutif Campaign for Uyghurs.

Situasi sebenarnya di Turkistan Timur mungkin lebih buruk lagi, kata peneliti senior UHRP, Ben Carrdus, yang menulis laporan tersebut.

“Mereka hanyalah orang-orang yang dipenjara. Itu belum termasuk orang-orang yang mungkin masih berada di kamp-kamp konsentrasi,” katanya kepada Radio Free Asia (2/5/2024).

Diperkirakan ada 1,8 juta warga Uyghur dan etnis lainnya yang ditahan secara sewenang-wenang di kamp yang disebut oleh pemerintah Cina sebagai pusat pelatihan kejuruan. Faktanya, kamp-kamp tersebut menjadi tempat indoktrinasi warga Uyghur agar berubah menjadi sosok Cina, serta menjadi tempat pelanggaran HAM yang parah, termasuk penyiksaan, sterilisasi paksa terhadap perempuan, dan kerja paksa.

Baca juga: China Paling Banyak Penjarakan Wartawan, Mayoritas Warga Uighur

Rezim komunis Cina mengklaim bahwa kamp-kamp tersebut telah ditutup. Cina juga mengatakan bahwa mereka diatur oleh hukum. Namun menurut Carrdus, hukum yang dimaksud adalah yang sesuai dengan keinginan Partai Komunis Cina.

“Menggunakan hukum tidak berarti mereka menggunakan keadilan. Apa yang mereka lakukan adalah menggunakan instrumen tersebut untuk menindas orang-orang Uyghur,” katanya.

“Ribuan orang telah dijatuhi hukuman penjara, sebagian besar melalui pengadilan yang sangat tidak adil.”

Laporan UHRP juga menunjukkan bahwa etnis Uyghur memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi di penjara dibandingkan kelompok etnis lainnya. Meskipun angka hukuman mati tidak diketahui oleh umum karena dianggap sebagai rahasia negara.

UHRP menemukan data tentang banyaknya warga Uyghur yang menerima hukuman berat, setidaknya 10 tahun penjara, hanya karena tindakan kecil seperti mempelajari al-Quran atau mengajarkannya kepada anak-anak. Bahkan ada yang sampai tingkat hukuman mati.

UHRP mendesak komunitas internasional untuk tidak melupakan warga Uyghur. Meskipun pihak berwenang di Tukistan Timur mengaku telah menutup kamp-kamp konsentrasi, namun mereka malah mengirim warga Uyghur ke penjara.

“Saya dapat mengatakan dengan keyakinan 100%, keadaan tidak menjadi lebih baik,” kata Carrdus.*

Baca juga: Tiongkok Mendorong ‘Chinaisasi Islam’ di Xinjiang saat Ramadhan  

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinapartai komunisuighurUyghur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Barclays Genjot Investasi Perdagangan Senjata ke ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Embargo Vaksin India AstraZeneca Tarik Vaksin Covid dari Peredaran di Seluruh Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Berita
2 September 2026 15:07
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?