Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

KH Hasyim Asy’ari, Guru Adab yang Hebat

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 Juni 2024 09:40 9:40 am
Ahmad
Dipublikasikan 13 Juni 2024 11:00
Bagikan
KH Hasyim Asy’ari, Guru Adab yang Hebat
Bagikan

Oleh: Muhammad Umar Faqih Billah

Hidayatullah.com – KH Hasyim Asyári, seorang tokoh yang cukup terkenal di indonesia. Dengan berbagai kiprahnya membangun keilmuan dan juga perannnya dalam perjuangan melawan penjajah belanda dengan fatwa jihadnya yang terkenal.

Beliau bukan hanya sesosok ulama terkenal, akan tetapi beliau memiliki banyak peran dan pemikiran yang jarang dibahas di Indonesia.

Sebagaimana yang kita kenal, beliau adalah seorang kyai dan pendiri dari organisasi Nadhlatul Ulama (NU) yang berasal dari Jawa Timur. Sejak berusia 15 tahun, beliau mengembara menimba ilmu ke berbagai pesantren, di antaranya yaitu Pondok Pesantren Wonokoyo Probolinggo, Pondok Pesantren Langitan di Tuban, Pondok Pesantren Kademengan di Bangkalan, Pondok Pesantren Siwalanpanji di Sidoarjo, dan Pondok Pesantren Trenggilis di Semarang.

Di pesantren-pesantren itu, beliau bertemu dengan sejumlah orang yang akhirnya menjadi ulama seperti KH Soleh Darat. Sementara saat menempuh pendidikan di Makkah, beliau juga bertemu dengan ulama nusantara lain seperti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Syekh Mahfudz Tremas, dan lain-lain.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

Beliau memiliki keilmuan yang cukup tinggi salah satunya di bidang ilmu hadits, hal tersebut dapat kita lihat dari karya-karyanya yang banyak menggunakan hadits atau pun membahas tentang masalah hadits itu sendiri.

Diantara kitab-kitabnya ada yang beliau tulis dengan menggunakan bahasa arab dan bahasa jawa menggunakan huruf pegon. Juga, beliau dikenal dengan cara dakwah beliau yang cukup unik dan juga bagaimana beliau mengajarkan bahasa asing yang pada saat itu jarang dibahas di pondok pesantrennya.

Pondok pesantrennya pun merupakan suatu keunikan tersendiri sebab dibangun di tengah kawasan yang penuh dengan kerusakan hingga akhirnya beliau bisa mengislamkan daerah tersebut

Namun, ada satu hal yang bisa kita ambil dan juga kita teladani dari beliau. Yaitu dalam permasalahan adab. Jarang sekali kita melihat KH Hasyim Asy’ari dari sisi adab. Banyak dari kita lebih melihat dari fatwa jihadnya atau keilmuan haditsnya atau melihat dari perkembangan pesantren tebuireng yang mana ia dirikan. Tetapi, gagasan beliau tentang adab sebagaimana ditulis dalam kitabnya Adabul Alim wal Muta’allim mesti juga mendapat perhatian serius.

KH Hasyim Asy’ari sendiri merupakan seseorang yang memiliki adab tinggi entah itu kepada muridnya atau gurunya ketika dulu ia masih belajar bersama gurunya, saat itu gurunya kehilangan sebuah cincin yang  sangat disayanginya di dalam jamban kemudian KH Hasyim Asy’ari mencari cincin itu sampai ketemu. Tidak peduli bajunya kotor dan walaupun gurunya telah mengatakan tidak usah.

KH Hasyim Asy’ari sendiri menulis suatu kitab tentang adab yang sangat terkenal yang membahas tentang adab yaitu Adabul Alim wal Muta’alim. Yang mana kitab tersebut didalamnya terkandung adab-adab murid terhadap guru, adab guru terhadap murid dan adab seorang pelajar yang mana didalamnya dapat disimpulkan dan diambil berbagai adab-adab yang penting untuk diamalkan.

Dalam penulisan kitab Adabul Alim wal Muta’alim, KH Hasyim Asy’ari terinspirasi oleh kitab Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim karya Ibn Jamaah yang mana juga membahas adab-adab seputar ilmu atau pencari ilmu dan pengajar ilmu. Jika kita lihat pun kedua kitab tersebut memiliki cara penulisan yang mirip dan juga sistematika yang mirip

Kitab Adabul Alim Wal Muta’alim ini sendiri di dalamnya berisi delapan bab penting. Yang dimulai dengan bab pertama yang membahas tentang keutamaan Ilmu atau fadillah Ilmu. Di dalam bab tersebut dijelaskan bagaimana cara menjadi orang yang ahli ilmu, keutamaan diskusi atau musyawarah ilmiah atau keilmuan, serta kriteria ulama yang ikhlas.

Dalam bab kedua dari kitab tersebut, KH Hasyim Asy’ari menjelaskan adab, etika, atau akhlak seorang santri atau pelajar atau murid kepada dirinya sendiri. Pada bab ketiga, beliau membahas tentang akhlak seorang murid terhadap gurunya. Dan pada bab keempat beliau membahas tentang akhlak santri terhadap pelajarannya sendiri.

Dimulai pada bab kelima, beliau mulai membahas tentang adab seorang guru yaitu membahas tentang akhlak seorang guru terhadap dirinya sendiri, seperti bertindak atau berperilaku sesuai sunah Nabi, zuhud, dan semangat dalam mengajar.

Kemudian bab keenamnya membahas tentang akhlak guru saat mengajar, seperti perilaku guru terhadap murid atau santrinya, serta tata krama seorang guru saat mengajar. Yang kemudian dilanjutkan di bab keenam yang membahas membahas tentang akhlak guru ketika sedang bersama muridnya, seperti keseriusan guru dalam mengajar dan keadilan guru yang merata kepada muridnya. Kemudian terakhir bab keenam ini menjadi suatu bab yang bisa diamalkan oleh guru ataupun murid, yang mana bab keenam tersebut membahas tentang adab murid dengan buku-bukunya.

Kitab ini menjadi sangat penting dan juga memiliki peran penting dalam memberikan adab-adab yang bisa diteladani sebab bisa menjadi evaluasi bersama bagi orang-orang yang mempelajari kitab ini dan juga yang mengajarkannya. Sebab pagi murid, mereka harus meneladani adab-adab murid yang tersebut dalam kitab tersebut dan sebagai guru pun juga mesti mengamalkan adab-adab guru yang tertulis di kitab tersebut. Dan murid dapat mengoreksi gurunya apabila ada dari perbuatan gurunya yang menyalahi adab-adab seorang guru juga itu menjadi persiapan bagi si murid untuk menjadi pengajar di kemudian harinya

Hal ini menunjukkan bahwa KH Hasyim As’yari merupakan seseorang yang mementingkan adab dalam menuntut ilmu sebab seorang alim yang tidak beradab itu ilmunya dapat menjadi ilmu yang mudharat. Dan darisinilah kita juga bisa mengambil pemikiran-pemikiran beliau tentang adab. Dari sini pula kita dapat mengambil kesimpulan bahwa KH HAsyim Asy’ari bukan hanya seorang pendiri pesantren dan seorang yang pakar dalam hadits tetapi juga merupakan seorang guru adab yang hebat yang layak menjadi teladan kita semua.

Penulis Mahasiswa Attaqwa College Depok

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Biografi KH Hasyim Asy'ariNahdlatul UlamaPemikiran KH Hasyim Asy'aripendiri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keutamaan dan Amalan di Bulan Zulhijah Khutbah Jumat: Keutamaan dan Amalan di Bulan Zulhijah
Tulisan selanjutnya Eksportir Pisang Chiquita Mendanai Paramiliter Kolombia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

Berita
5 September 2026 09:34
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi

Terbaru

  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?