Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Pelajaran Dari Bangsa Semut

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Agustus 2014 18:38 6:38 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Agustus 2014 18:38
Bagikan
Ilustrasi: hanya amal yang shalih saja yang diterima Allah Subhanahu Wata'ala
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

SEMUT adalah binatang kecil yang oleh kebanyakan manusia diabaikan keberadaannya, malah cenderung dibasmi karena dianggap mengganggu. Padahal semut adalah salah satu binatang yang disebut khusus di Al-Qur’an dan bahkan menjadi nama salah satu surat. Lantas apa pentingnya semut ini bagi manusia  sesungguhnya? Selain berperan di ekosistem sebagai pembasmi hama dan meng-aerasi tanah, semut memberi pelajaran yang sangat penting bagi manusia untuk bekerja!

Dalam Al-Qur’an pelajaran tentang semut ini teringkas dalam dua ayat yang berurutan berikut:

وَحُشِرَ لِسُلَيْمَانَ جُنُودُهُ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ

حَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِي النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Maka dia tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridlai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”” (QS 27 :18-19).

Nabi Sulaiman ‘Alaihi Salam setelah mendengar perkataan semut-semut tersebut berdo’a kepada Allah agar diberi ilham atau petunjuk untuk bersyukur dan untuk dapat mengerjakan amal shaleh yang diridlaiNya. Do’a yang mirip dengan do’a Nabi Sulaiman tersebut adalah do’a yang diperintahkan kepada anak manusia ketika dia mencapai usia kematangannya 40 tahun.

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridlai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri””.

Lantas apa hubungannya antara semut dengan bersyukur dan amal shaleh yang diridloiNya tersebut ? ternyata bangsa semut memberikan contoh sistem kerja yang sangat efektif.

Binatang yang nyaris tanpa kecerdasan ini sudah mengenal teamwork dan pembagian kerja yang baik, bila ada pekerjaan besar mereka langsung melaksanakannya tanpa harus berkepanjangan memperdebatkan who doing what. Manusia di lain pihak sering kurang mensyukuri kecerdasannya, sehingga kebanyakan manusia lebih suka berdebat untuk memutuskan siapa yang harus berbuat apa – ketimbang mengerjakan pekerjaan itu sendiri langsung.

Di balik kelemahan semut yang sangat kecil yang sering kita pites, ternyata tersembunyi kekuaatan relatif yang luar biasa. Semut bisa mengangkat beban yang jauh melebihi berat badan dan kebutuhannya. Manusia yang kurang bersyukur suka hitung-hitungan masalah pekerjaan, kebanyakan hanya puas melaksanakan kewajiban (job descriptionnya) saja tanpa keinginan untuk berbuat lebih.

Semut yang nyaris tanpa akal, mereka piawai dalam menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Manusia yang kurang mensyukuri akalnya, sedikit-sedikit mengeluh atas problem yang dihadapinya – bahkan tidak jarang menyerah di tengah jalan.

Dengan kombinasi antara teamwork, kemampuan dan kemauan untuk berbuat lebih serta kegigihan dalam menyelesaikan masalahnya – secara bersama-sama semutpun mampu mengangkat beban atau tanggung jawab yang sangat besar dibandingkan dengan kemampuan individu-individunya.

Kebanyakan manusia di lain pihak, enggan untuk memikirkan dan berbuat sesuatu yang sangat besar yang dibutuhkan bersama. Kebanyakan orang menganggap tugas-tugas besar adalah tugas orang lain dan bukan tugas dirinya. Padahal bila semuanya berpikiran demikian, banyak sekali tugas-tugas besar yang akhirnya sama sekali tidak ada yang mengerjakannya – tragedy of the common.

Maka dari pelajaran bangsa semut ini, mari kita mohon kepada Allah agar kita diberi ilham atau petunjuk untuk mau dan mampu beramal shaleh yang diridloiNya. Tugas-tugas besar umat ini sedang menunggu kita untuk memikirkan dan mengerjakannya. Tidak ada tugas yang terlalu besar atau terlalu berat bila kita mau melaksanakannya bersama-sama.

Hanya diperlukan initiator-initiator yang menginspirasi orang lain untuk ikut berbuat, maka insyaAllah berbagai persoalan umat akan terselesaikan satu demi satu. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribuan Orang di California Cegah Kapal Israel Berlabuh
Tulisan selanjutnya NU Adakan Munas dan Konbes di Ponpes Al Hikam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?