Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Menjaga Akidah Generasi Muda di Era Digital

Jika agama rusak maka rusak pula dunia dan akhirat. Mari jaga akidah generasi muda di era digital

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 September 2024 07:47 7:47 am
Ahmad
Dipublikasikan 4 September 2024 09:00
Bagikan
Ilustrai: diambil dari akun Pinterest @wawafolders
Bagikan

Hidayatullah.com | TANTANGAN generasi muda di masa depan semakin kompleks. Mereka tidak hanya disibukkan sulit menuntut ilmu, memenuhi kebutuhan hidup, mengatasi berbagai macam persoalan, dan meredam gejolak perang pemikiran antar kelompok.

Akan tetapi lebih dari itu, massifnya serangan pemikiran (ghazwul fikri) melalui muatan media sosial sangat memforsir pikiran dan tenaga mereka.

Dewasa ini tontonan-tontonan yang dihadirkan platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Tiktok, Telegram, WhatsApp dan sejenisnya membuka ruang tak bertepi.

Segala yang bersifat privasi terpampang, setiap aktivitas kehidupan dipertontonkan ke khalayak tanpa mencermati apakah hal itu pantas atau tidak.

Yang menjadi persoalan serius lainnya ialah semua bentuk pornoaksi dan pornografi terbuka lebar.

Baca Juga

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah
Rahasia Hari Arafah yang Dibenci Iblis: Inilah 10 Keutamaannya
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan

Mulai anak umur 3 tahunan hingga belasan ikut mengonsumsi. Bahkan mereka disuguhkan tindakan kekerasan dan amoral yang seharusnya tidak pantas ditonton.

Tentu keadaan semacam ini tidak dapat ditolerir. Orang tua, guru, para tokoh dan orang-orang yang berwenang duduk bersama mencari jalan keluar yang kemudian melahirkan langkah-langkah defensif sebagai tameng. Setidaknya ada beberapa langkah yang harus diambil, yaitu:

  1. Kontrol Pergaulan

Di antara langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk menjaga akidah anak di era serba digital ialah mengawasi pergaulan mereka. Pengawasan di dalam rumah tangga sangat tidak cukup, orang tua harus berperan aktif memantau dimana dan dengan siapa mereka bergaul. Hindari interaksi dengan orang-orang yang dapat merusak akal serta iman.

Sebab hal itu akan berpengaruh pada gaya berpikir (think), bertindak (action) dan berucap (speech). Jaga kejernihan jiwa mereka dari pengaruh buruk lingkungan yang mengitari.

Imam al-Ghazali seperti yang dinukil oleh Ibnul Hajj berkata:

‎وَالصَّبِيُّ أَمَانَةٌ عِنْدَ وَالِدَيْهِ، وَقَلْبُهُ الطَّاهِرُ جَوْهَرَةٌ نَفْيْسَةٌ سَاذِجَةٌ خَالِيَةٌ عَنْ كُلِّ نَقْشٍ وَصُوْرَةٍ، فَإِنْ عَوَّدَ الخَيْرَ وَعَمِلَهُ نَشَأَ عَلَيْهِ، وَسَعَدَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَإِنْ عَوَّدَ الشَّرَ وَأَهْمَلَ إِهْمَالَ البَهَائِمَ شَقَي وَهَلَكَ،… وَصِيَانَتُهُ بِأَنْ يُؤَدَّبَهُ وَيُهَذِّبُهُ وَيُعَلِّمُهُ مَحَاسِنَ الأَخْلَاقِ…،”

Setiap anak adalah amanah bagi orang tuanya. Setiap anak memiliki qalbu (hati) suci sebagai mutiara atau perhiasan berharga yang sederhana hampa dari coretan dan gambaran. Jika setiap anak dibiasakan dengan hal-hal yang baik, ia akan tumbuh dengan kebaikan dan kebahagiaan dia dunia dan di akhirat. Sebaliknya, jika dibiasakan berbuat yang tidak baik dan ditelantarkan pendidikannya seperti hewan, ia akan celaka dan merugi. Oleh karena itu, setiap anak harus dilindungi dengan cara mendidik, meluruskan, dan mengajarkannya akhlak yang baik. (Ibnul Hajj, Al-Madkhalu ila tanmiyatil A’mali bi tahsininniyati, 462).

Dengan demikian, kejernihan dan kemurnian jiwa seorang anak jangan sampai tercermari pergaulan yang rusak. Mereka ibarat kertas putih yang belum tergores tinta manapun.

  1. Penguatan Nilai-nilai Agama

Kehadiran agama bagi umat manusia menjaga kerusakan dari segala aspek. Baginda Rasulullah ﷺ menyebut sebagai pelindung saat menjalani kehidupan.

Sebuah riwayat yang bersumber dari sahabat mulia Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

‎اللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِيْنِي الَذِّي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِيْ

“Ya Allah perbaikilah agamaku sebagai benteng urusanku.” (HR: Muslim)

Makna hadits ini ialah sebuah agama menjadi pelindung semua urusan dunia, jika agama rusak maka seluruh urusannya akan ikut rusak”. (Al-Munawi, At-Taisiru bi Syarhi al-Jami’ as-Shaghir, 1/219). Dalam Faidhul Qadir disebutkan, apabila agama rusak maka rusak pula dunia dan akhirat. (2/137).

Dampak kerusakan dari sebuah agama tidak hanya berefek pada kehidupan dunia, akan tetapi juga akhirat. Maka muatan yang terkandung dalam ajaran agama harus dilestarikan agar mampu melindungi anak-anak dari bahaya media sosial. Dimana jiwa dan pikiran yang telah tersentuh nilai-nilai otomatis mampu menolak berbagai pengaruh negatif.

  1. Rumah Tangga yang Islami

Keluarga merupakan lingkup terkecil dalam sebuah negara. Kesuksesan negara dalam mencetak generasi emas tak lepas dari keberhasilan sebuah rumah tangga yang didik dengan nilai-nilai islami. Menikah bukan sekedar melepas hasrat hewani. Akan tetapi tujuan sebuah pernikahan untuk mencari rida Allah swt.

Dewasa ini kita disuguhkan berita betapa rusaknya kehidupan rumah tangga seorang muslim. Dimana hari-hari mereka diwarnai pertengkaran dan terkadang berakhir dengan pembunuhan.

Maka untuk menghindari itu seyogyanya sebelum melangkah ke jenjang pernikaha, setiap pasangan mesti memasang niat baik dan mengedapankan bimbingan wahyu. Baginda Rasulullah ﷺ telah gariskan bagaimana seorang laki-laki mencari calon istri yang tepat.

Riwayat yang bersumber dari Abu Huraira ra, Rasulullah ﷺ bersabda:

تُنْكَحُ المَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ، تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara; 1) Karena hartanya, 2) nasabnya, 3) cantik rupanya, dan 4) agamanya. Pilihlah agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR: Bukhari dan Muslim)

Begitu pula sebaliknya, seorang perempuan telah dituntun baginda Rasulullah ﷺ dalam memilih calon suami.

‎ إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ

“Jika seseorang datang (melamar anak) kalian, sedang kalian rida pada agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Jika tidak kalian lakukan, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan.” (HR: Tirmidzi)

Dengan demikian, kunci keberhasil dalam menghadirkan keluarga islami berawal dari ketangkasan memilih calon suami atau istri. Maka kemudian dari mereka akan lahir anak-anak yang shaleh dan salehah.* / Wandi Bustami, Lc. MA, penulis buku Nasihat Akhir Zaman (Nasihat-nasihat Berharga Agar Tidak Tersesat dari Jalan Kebenaran)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akidahakidah generasi mudaera digitalgenerasi mudaHeadlinemenjaga akidahPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Video: Masjidil Haram Diguyur Hujan dan Petir
Tulisan selanjutnya Kesabaran Hamas Menipis, Siap Tembak Sandera Jika Pasukan ‘Israel’ Mendekat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Hikmah

Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba

5 Mei 2026 11:04
Jendela Keluarga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?

26 April 2026 14:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?