Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Kesabaran Hamas Menipis, Siap Tembak Sandera Jika Pasukan ‘Israel’ Mendekat

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 4 September 2024 10:53 10:53 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 4 September 2024 11:00
Bagikan
Para tawanan melambaikan tangan tanda perpisahan dengan mujahidin Al-Qassam (twitter)
Bagikan

Hidayatullah.com – Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, bersikap lebih tegas setelah ‘Israel’ membunuh 270 warga Palestina saat membebaskan 4 sandera di Gaza pada Juni.

Sejak itu, para penjaga tawanan ‘Israel’ di Gaza telah diberikan perintah untuk menembak sandera jika pasukan ‘Israel’ mendekati posisi mereka.

Laporan ini muncul beberapa hari setelah militer penjajah ‘Israel’ menemukan mayat enam sandera dari sebuah terowongan di kota Rafah, Gaza selatan, dan mengatakan bahwa mereka telah ditembak mati oleh pejuang Palestina ketika pasukan ‘Israel’ mendekat.

Abu Ubaidah, juru bicara Brigade Al-Qassam, tidak memberikan rincian mengenai instruksi tersebut. Ia mengatakan bahwa kelompoknya menganggap ‘Israel’ bertanggung jawab atas kematian para sandera.

Instruksi baru tersebut, kata Abu Ubaidah, diberikan kepada para penjaga tawanan setelah pembantaian di Nuserat oleh Israel pada bulan Juni lalu.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

“Desakan Netanyahu untuk membebaskan para tawanan melalui tekanan militer, alih-alih menyegel kesepakatan, berarti mereka akan dikembalikan kepada keluarga mereka dengan kain kafan. Keluarga mereka harus memilih apakah mereka ingin mereka hidup atau mati,” katanya.

Al-Qassam kemudian mempublikasikan video salah satu sandera yang tewas. Belum diketahui kapan rekaman tersebut dibuat.

Di dalamnya, Eden Yerushalmi meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk “melakukan apa yang diperlukan untuk membebaskan” para sandera, dan menambahkan bahwa dia sebelumnya telah membebaskan 1.000 tahanan Palestina dengan imbalan prajurit Gilad Shalit, sementara Hamas meminta kurang dari seperempat dari jumlah tersebut untuk setiap tawanan yang mereka sandera. Dia bertanya: “Apakah saya kurang berharga?”

“Kami menderita,” lanjutnya, sementara ”pemboman di sini tidak pernah berhenti dan kami takut akan hidup kami. Kami takut mati di sini.”

Al-Qassam mengatakan sebuah video yang berisi kata-kata terakhir Ori Danino akan dirilis hari ini.

Netanyahu mengatakan dalam sebuah konferensi pers kemarin bahwa para sandera telah ditembak di bagian belakang kepala, dan berjanji bahwa Hamas akan membayar mahal.

Pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan bahwa tuduhan Netanyahu terhadap Hamas merupakan upaya untuk menghindari tanggung jawab atas kematian mereka.

“Netanyahu membunuh enam tawanan dan dia bertekad untuk membunuh yang lainnya. Orang Israel harus memilih antara Netanyahu atau kesepakatan,” kata Abu Zuhri.

Sedangkan Izzat Al-Risheq, anggota biro politik Hamas, mengatakan: “Para sandera perlawanan dapat segera kembali ke keluarga mereka, yang mengulur-ulur kepulangan mereka dan bertanggung jawab atas hidup mereka adalah Netanyahu.”

Tewasnya sandera memicu gelombang demonstrasi di ‘Israel’, di mana para keluarga sandera bersama masyarakat mendesak Netanyahu untuk menyetujui kesepakatan pertukaran tawanan dan membawa pulang para tawanan perang.

Netanyahu terus mengulur gencatan senjata, dengan mensyaratkan bahwa kesepakatan apapun harus mengizinkan Israel untuk terus mengebom Gaza.

Sementara Hamas dengan tegas mensyaratkan bahwa kesepakatan harus mengakhiri perang dan mengizinkan warga Palestina untuk kembali ke rumah mereka yang telah dihancurkan.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Brigade Al-QassamHAMASpalestinapertukaran tawanansandera
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menjaga Akidah Generasi Muda di Era Digital
Tulisan selanjutnya Aktris Australia Ini Kaget Jawaban ChatGPT bahwa Yesus Ternyata Nabi, Bukan Tuhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?