Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Memulai dari Diri Sendiri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 September 2024 08:32 8:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 September 2024 09:00
Bagikan
Bagikan

Allah mengecam Ahli kitab yang memerintahkan berbuat baik, namun diri mereka sendiri tidak mengamalkannya

Hidayatullah.com | DIKISAHKAN dalam beberapa riwayat bahwa ketika Nabi ﷺ berada di Hudaibiyah, beliau memerintahkan orang-orang untuk menyembelih hewan kurban dan memotong rambut masing-masing, namun mereka tidak menuruti perintah tersebut.

Dalam keadaan agak kecewa, Rasulullah ﷺ masuk ke tendanya dan berkata kepada istri beliau Ummu Salamah r.a: “Tiga kali aku memerintahkan orang-orang untuk menyembelih hewan mereka dan mencukur rambutnya. Tapi lihatlah betapa malas dan lambannya mereka.”

Saat itu, muncullah intuisi yang bijak dari sang istri yang dapat menyelamatkan situasi. Ummu Salamah r.a pun berkata dengan lembut kepada suami tercinta: “Ya Rasulullah, engkau tidak bisa membuat 1.500 orang ini melakukan apa yang tidak mereka inginkan. Lakukan saja kewajibanmu yang telah Allah tetapkan atasmu. Majulah dan laksanakanlah ibadahmu sendiri di tempat terbuka agar setiap orang bisa melihatmu. Ini tentu akan membuat mereka merasa bodoh,” kata Ummu Salamah.

Nabi ﷺ menyadari makna saran dari istrinya itu. Beliau pun keluar tenda dan melihat matahari telah terbit dan menerangi gurun yang sangat luas itu. Kini semua orang menyaksikannya.

Baca Juga

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat
Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi

Beliau berjalan ke tempat hewan ternak dan mengambil seekor unta lalu menggiringnya ke tempat terbuka dan menyembelihnya sambil berucap: “Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Kemudian beliau memanggil Khirasy bin Umayyah al Khuza’i, dan mencukur rambutnya. Ketika kaum Muslim menyaksikan apa yang dilakukan Rasulullah ﷺ tersebut, mereka pun bangkit dan mengikutinya. Mereka segera menyembelih hewan dan mencukur rambut mereka. (Al-Mubarakfuri, ar Rahiq al Makhtum, hal. 314).

Demikianlah salah satu cara Rasulullah ﷺ mentarbiyah sahabatnya, yaitu mengerjakan terlebih dahulu dan memberi contoh setiap perintah yang akan disampaikan. Inilah yang menjadi rahasia sukses beliau dalam mengemban misi tarbiyah dan dakwah.

Ajaran Al-Quran yang dibawanya telah menyatu menjadi akhlak dan kepribadian dalam dirinya. Karenanya ketika Aisyah r.a ditanya tentang akhlak Rasulullah ﷺ, dia menjawab bahwa akhlak beliau adalah Al-Quran.

Allah Ta’ala juga mengingatkan agar setiap ucapan itu selalu sesuai perbuatan.

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ﴾

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS: Ash Shaff: 2-3).

Syeikh Abdurrahman As Sa’di menjelaskan makna ayat ini: “Mengapa kalian mengatakan kebaikan dan mendorongnya, dan boleh jadi kalian memuji-muji kebaikan itu namun kalian tidak melakukannya. Kalian melarang keburukan, dan boleh jadi kalian mensucikan diri dari keburukan itu, namun kalian melakukannya, bahkan menjadi sifat kalian. Lalu apakah kondisi tercela itu pantas bagi orang-orang beriman? Bukankah amat besar murka Allah terhadap orang yang mengatakan sesuatu yang dia tidak kerjakan? Oleh karenanya, orang yang memerintahkan kebaikan hendaknya menjadi orang pertama yang melakukannya, dan orang yang melarang keburukan seharusnya menjadi orang yang jauh darinya.” (As Sa’di, Taisir al Karim ar Rahman, hal. 858).

Pada dasarnya tabiat manusia cenderung mengikuti orang yang mencontohkan secara langsung apa yang diucapkannya. Berbeda dengan orang yang hanya pandai bicara dan mengajak kepada kebaikan.

Namun dia sendiri tidak melakukannya. Allah mengecam Ahli kitab yang memerintahkan berbuat baik, namun mereka sendiri tidak mengamalkannya. Allah berfirman:

﴿أَتَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ ٱلْكِتَٰبَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ﴾

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” (QS: Al-Baqarah:44)

Ayat ini tidak bermaksud bahwa jika seseorang tidak mengamalkan ilmunya maka dia tidak boleh mengajak orang lain kepada kebaikan atau mencegahnya dari kemungkaran. Manusia selalu memilki kewajiban ganda, yaitu mengajak dirinya sendiri dan mengajak orang lain.

Manusia selalu cenderung meniru kepribadian orang menjadi panutan dan idolanya, melakukan sesuatu karena terobsesi dengan sikap seseorang. Tindakan meniru dan mengikuti perbuatan terpuji disebut meneladani, hal inilah yang terjadi dalam kehidupan umat manusia.

Itulah sebabnya Allah SWT mengutus Rasulullah ﷺ sebagai teladan yang paripurna bagi umat manusia. Pribadi beliau merupakan gambaran sempurna tentang ajaran Islam yang menjadi panutan hingga akhir zaman.

Dalam konteks pendidikan dan dakwah, keteladanan adalah hal yang mutlak, bahkan menjadi kunci sukses bagi para murabbi dan dai dalam membina dan mendidik umat.

Murabbi dan dai adalah panutan dalam akidah, akhlak dan ibadah, serta segala bentuk kebaikan dalam menjalani kehidupan ini. Kesuksesan pendidikan sangat ditentukan oleh keteladanan yang ditampilkan oleh pendidik terhadap anak didiknya. Wallahu A’lam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahli kitabAllahberbuat baikdiri sendiriHeadlinePilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 42 Tahun Pembantaian Sabra dan Shatila
Tulisan selanjutnya Dubes Palestina Serahkan Surat Kepercayaan ke Raja Spanyol Felipe VI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Berita
28 Agustus 2026 09:48
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Kajian

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution

30 Juni 2026 22:36
Lentera Hidup

Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

30 Juni 2026 10:26
Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?