Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Remaja yang Tidak Pacaran Sedikit Alami Stres dan Keterampilan Sosialnya lebih Baik

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2024 18:25 6:25 pm
Ahmad
Dipublikasikan 8 Oktober 2024 15:25
Bagikan
Bagikan

Penelitian menemukan, siswa yang tidak berpacaran lebih kecil alami stres, secara signifikan lebih tinggi dalam keterampilan sosial daripada mereka yang rajin pacaran

Hidayatullah.com | PACARAN, terutama selama masa remaja, dianggap sebagai cara penting bagi kaum muda untuk membangun identitas diri, mengembangkan keterampilan sosial, belajar tentang orang lain, dan tumbuh secara emosional.

Namun penelitian baru dari University of Georgia telah menemukan bahwa tidak berpacaran dapat menjadi pilihan yang sama menguntungkannya bagi remaja. Dan dalam beberapa hal, para remaja ini bernasib lebih baik.

Studi yang dipublikasikan secara online di The Journal of School Health, menemukan bahwa remaja yang tidak dalam hubungan romantis atau pacaran selama sekolah memiliki keterampilan sosial yang baik dan mengalami depresi lebih rendah.

Ia bahkan bernasib lebih baik dengan teman sebaya mereka yang berpacaran.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

“Mayoritas remaja memiliki beberapa jenis pengalaman romantis pada usia 15 hingga 17 tahun, atau remaja tengah,” kata Brooke Douglas, penulis utama studi tersebut.

Frekuensi tinggi ini telah menyebabkan beberapa peneliti menyarankan bahwa pacaran selama masa remaja adalah perilaku normatif. Artinya, remaja yang memiliki hubungan romantis karena itu dianggap ‘on time’ dalam perkembangan psikologis mereka.

Jika pacaran dianggap normal dan penting untuk perkembangan individu dan kesejahteraan remaja, Douglas mulai bertanya-tanya apa yang disarankan tentang remaja yang memilih tidak berpacaran.

“Apakah ini berarti bahwa remaja yang tidak berpacaran dengan maladjusted dalam beberapa cara? Bahwa mereka adalah orang-orang yang jahat secara sosial?,” kata dia.

Maladjusted adalah keadaan individu yang tidak dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap lingkungan sosial.

Douglas berama rekan penulis studi, Pamela Orpinas, akhirnya memeriksa apakah siswa kelas 10 yang melaporkan tidak atau sangat jarang pacaran selama periode tujuh tahun berbeda pada keterampilan emosional dan sosial dari rekan-rekan mereka sering berpacaran.

Dipimpin Orpinas, mereka menganalisis data yang dikumpulkan selama studi pada tahun 2013. Mereka meneliti sekelompok remaja dari Georgia Timur Laut dari kelas enam hingga kelas 12.

Setiap musim semi, siswa menunjukkan apakah mereka telah berpacaran, dan melaporkan sejumlah faktor sosial dan emosional. Termasuk hubungan positif dengan teman, di rumah, dan di sekolah, gejala depresi, dan pikiran untuk bunuh diri.

Guru mereka menyelesaikan kuesioner yang menilai perilaku setiap siswa di bidang-bidang yang mencakup keterampilan sosial, keterampilan kepemimpinan, dan tingkat depresi.

Hasilnya, siswa yang tidak pacaran memiliki keterampilan interpersonal yang sama atau lebih baik daripada rekan mereka yang lebih sering berpacaran. Sementara sejumlah hubungan positif yang dilaporkan sendiri dengan teman-teman, di rumah, dan di sekolah tidak berbeda antara berpacaran dan rekan-rekan non-pacaran.

Bahkan guru menilai siswa yang tidak berpacaran secara signifikan lebih tinggi dalam keterampilan sosial dan keterampilan kepemimpinan daripada rekan-rekan mereka yang suka pacaran.

Siswa yang tidak berpacaran juga cenderung tidak depresi. Skor guru pada skala depresi secara signifikan lebih rendah untuk kelompok yang melaporkan tidak ada pacaran.

Selain itu, proporsi siswa yang melaporkan diri yang sedih atau putus asa secara signifikan lebih rendah dalam kelompok ini juga.

“Singkatnya, kami menemukan bahwa siswa tidak pacaran baik-baik saja dan hanya mengikuti lintasan perkembangan yang berbeda dan lebih sehat daripada rekan mereka yang pacaran,” kata Orpinas, seorang profesor promosi dan perilaku kesehatan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berpacarandepresiHeadlineketerampilan sosialpacaranPilihan Redaksiremajasiswastres
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Efek Judi Online, Ayah di Tangerang Tega Jual Bayi Kandungnya Rp15 Juta
Tulisan selanjutnya Bebas Kasus Penodaan Agama, Panji Gumilang akan Hadapi Dugaan Pencucian Uang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang

Berita
19 Juni 2026 13:52
Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
Pengadilan Penjarakan Orang Tua dari Bocah Pelaku Penembakan di Sekolah Beograd Serbia 2023
Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia

Terbaru

  • Taliban Melarang Penggunaan Ponsel Pintar oleh Aparat Pemerintah
  • Gegara Perang Iran Saudi Aramco Pertimbangan Perluasan Kapasitas Penyimpanan di Luar Negeri
  • ISIS Klaim Serangan di Aleppo yang Tewaskan 2 Tentara Suriah
  • Produksi Minyak Iraq Diperkirakan Normal Dalam Dua Bulan
  • Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
  • Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia
  • Pentagon Perlu $80 Miliar untuk Tutup Biaya Perang Iran dll
  • Dua Ledakan di Jalan Raya Khyber Pakhtunkhwa Sedikitnya 7 Orang Tewas
  • Pesepakbola Paraguay Jadi yang Pertama Diusir dari Lapangan Piala Dunia karena Menutup Mulut
  • Pengadilan Penjarakan Orang Tua dari Bocah Pelaku Penembakan di Sekolah Beograd Serbia 2023

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?