Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bir Dan Rok Mini Mulai Bebas di Kabul

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Desember 2002 06:53 6:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Desember 2002 06:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para pelayan China dengan mengenakan rok mini menyajikan bir Tsing Tao untuk pelanggan yang bersantai mengikuti irama karaoke. Ini merupakan suatu pengalaman terbaru makan malam di Kabul setelah jatuhnya Taliban. Tempat sederhana yang diberi nama Chinese Restaurant telah merintis keberhasilan sejak membuka pintu dan meluncurkan operasinya di ibukota Afghanistan tersebut. Pesan tempat, kata manager restoran itu Wang Wentian, adalah keharusan. Tak perlu dikatakan lagi, kebanyakan warga Kabul akan menghadapi segelintir kursi kosong di restoran sebelum ambruknya rejim garis keras Taliban tahun lalu orang memandang staf restoran akan cukup untuk mengundang hukuman. Tetapi, kata Wang, restoran tersebut berdiri di barisan depan gelombang baru dan berani yang dilakukan penanam modal China untuk memasuki pasar yang sangat menjanjikan kendati gaya pakaian stafnya telah membuat orang terheran-heran. “Saya harus mengubah pakaian itu. Anda harus berfikir mengenai semua ini dari sudut pandang budaya Muslim, tapi mereka tidak menulisnya dalam peraturan,” kata Wang yang duduk di lantai dasar tempat dia menanam modal dengan harga 160.000 dolar AS. “Saat ini kami sangat sibuk, tapi saya telah mengirim surat ke China untuk memesan pakaian yang lebih panjang,” katanya. Wang, yang berasal dari kota Hangzhou China Timur, tak ingin menyinggung perasaan orang Afghanistan, terutama karena 25 persen restorannya dimiliki oleh sektor eksport-import milik pemerintah. Kompromi, katanya, layak dilakukan. “Dua puluh tiga tahun perang tidak memberi negeri ini kontak dengan dunia luar. Saya kira, ini akan menjadi peluang usaha yang sangat besar. Akan banyak uang dapat dihasilkan di sini,” katanya. Penanam modal lain Kendati Wang menghadapi kesulitan untuk membujuk delapan pegawainya, termasuk tiga jurumasak, tiga pelayan dan dua pembantu jurumasak, bahwa cukup aman untuk datang ke Kabul, dia sudah memiliki rencana untuk memperluas usahanya dan berharap kehadirannya akan menarik penanam modal lain dari China. “Saya ingin membawa lebih banyak orang guna melakukan usaha di sini,” katanya menambahkan. Meskipun Afghanistan baru saja mengubah peraturannya guna melicinkan jalan bagi pengusaha asing untuk memasuki pasarnya, China seperti Wang jelas sangat ingin mendirikan toko di negara tetangganya di Asia tengah yang diporak-porandakan perang tersebut. “Saya memperoleh banyak bantuan dari kedutaan besar China. Tanpa mereka, saya kira saya tak dapat datang ke sini,” kata Wang yang tampaknya telah mengimport seluruh isi restorannya dari negerinya. Pengaruh China kian terlihat di Kabul. Barang elektronik murah dari China menggeser barang-barang pesaingnya dari Jepang dan Pakistan dari rak, sementara sepeda buatan Shanghai memenuhi jalan ibukota Afghanistan tersebut. Dalam isyarat yang ditujukan untuk menjembatani kedua negara itu dan membersihkan jalan bagi peningkatan perdagangan, Cina bulan lalu setuju untuk menghapuskan utang Afghanistan yang bernilai beberapa juta dolar AS dari tahun 1960-an. Awal tahun ini Beijing juga melancarkan upaya guna meraih hati di Kabul dengan menyumbangkan paket bantuan hewan bagi kebun binatang kota tersebut yang kekurangan aset: sumbangan hewan liar yang meliputi singa, beruang, srigala dan babi. Menurut jurubicara kedutaan besar China di Kabul, Beijing dengan giat mendorong warganya untuk datang ke Afghanistan saat masih banyak negara menasehati warga mereka agar tidak datang. “Kedutaan besar China di sini menyarankan rakyat dari negeri kami untuk menanam modal di Afghanistan,” kata jurubicara kedutaan itu Ji Tao. Sejak Kabul dan Taliban jatuh, rok mini, film, minuman keras mulai bisa ditemukan secara bebas di Afghanistan. Sebelumnya, kebebasan cara Barat seperti itu tak pernah ditemukan. Bahkan pencurian saja jarang ditemukan karena takut sanksi hukumnya. Kini, setelah AS masuk, semuanya menjadi lain. (wp/ap/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Lebanon Larang Iklan Propaganda AS di Media
Tulisan selanjutnya Iklan Terorisme Resahkan Muslimin Australia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?