Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Saatnya Berubah Jangan Tunggu Waktu Tepat

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Desember 2024 09:22 9:22 am
Ahmad
Dipublikasikan 2 Desember 2024 09:30
Bagikan
Bagikan

Syekh As-Sya’rawi menjelaskan bahwa perintah Allah kepada manusia untuk segera mencari ampunan-Nya dan berbuat amal baik karena kehidupan dunia tidaklah pasti

Hidayatullah.com | SEBAGAI seorang hamba Allah, kita semua menyadari bahwa setiap manusia tidak lepas dari dosa dan kesalahan. Meskipun berusaha untuk hidup sesuai dengan ajaran-Nya, terkadang kita terjebak dalam kelalaian dan perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya.

Namun, Allah yang Maha Pengampun memberikan jalan bagi umat-Nya untuk kembali kepada-Nya melalui pintu tobat yang senantiasa terbuka lebar. Dalam Islam, bersegera menuju ampunan Allah adalah langkah penting dalam menjaga kedekatan dengan-Nya dan meraih rahmat-Nya.

Dalam QS Ali Imran ayat 133, Allah berfirman;

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ

Baca Juga

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah
Rahasia Hari Arafah yang Dibenci Iblis: Inilah 10 Keutamaannya
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan

“Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan Surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S Ali Imran: 133).

Dalam ayat-ayat yang lebih awal, Allah menjelaskan tentang sifat-sifat orang yang bertakwa dan karakteristik orang yang beriman, serta pentingnya selalu bersabar, berjihad dan menjaga kehormatan dalam segalah hal yang kita lakukan dalam kehidupan ini.

Dalam ayat ini, Allah juga mengingatkan tentang pentingnya menahan diri dari agar kita tidak melakukan dosa dan kesalahan.

Dalam ayat 133 ini juga, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman kepada Allah untuk bersegera mencari ampunan-Nya dan mempersiapkan diri untuk mendapatkan surga yang luas.

Hal ini bisa kita pahami sebagai kelanjutan dari penjelasan sebelumnya, di mana orang-orang yang bertakwa, yaitu mereka yang menjaga diri dari perbuatan dosa dan melakukan amalan yang baik, diharapkan untuk terus berusaha memperbaiki diri dengan taubat dan perbuatan yang membawa kepada keridhaan Allah.

Imam Al-Qurtubi menjelaskan dalam kitab tafsirnya bahwa ayat ini mengandung perintah untuk bersegera kepada ampunan Allah melalui berbagai macam ketaatan.

Kata “wasaari’uu” (bersegeralah) mengandung makna perintah untuk bergegas dan tidak menunda dalam melakukan kebaikan. Beliau menegaskan bahwa ini mencakup segala bentuk ketaatan seperti shalat tepat waktu, bersedekah, berbakti kepada orang tua, dan amalan-amalan wajib maupun sunnah lainnya.

Menurut beliau, kalimat “ila maghfiratin” (kepada ampunan) menunjukkan bahwa ampunan Allah dapat diraih dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Selanjutnya, Al-Qurtubi menafsirkan kalimat “wa jannatin ‘arduhas samaawaatu wal ard” (dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi) sebagai perumpamaan keluasan surga yang tak terbayangkan. Ketika menafsirkan “u’iddat lil muttaqin” (yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa), beliau menjelaskan bahwa orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh kesadaran dan keimanan.

Mereka memiliki sifat-sifat mulia seperti dermawan dalam segala kondisi, mampu menahan amarah, dan mudah memaafkan kesalahan orang lain.

Imam At-Thabari menjelaskan bahwa dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan untuk bergegas menuju ampunan-Nya dengan melakukan berbagai macam ketaatan. Kata “sâri’û” (bersegeralah) menurut beliau bermakna “berlomba-lombalah” dan “bersegeralah” dalam melakukan amal-amal yang dapat mendatangkan ampunan dari Allah SWT.

Imam At-Thabari mengutip beberapa riwayat yang menjelaskan bahwa cara mendapatkan ampunan tersebut adalah dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang Allah perintahkan dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.

Pada bagian kedua ayat ini, At-Thabari menafsirkan tentang “surga yang luasnya seluas langit dan bumi”.

Beliau menukil beberapa pendapat ulama yang menyatakan bahwa jika luasnya saja seperti langit dan bumi, maka dapat dibayangkan betapa besarnya surga tersebut.

At-Thabari juga menjelaskan bahwa surga ini diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa (muttaqin), yaitu mereka yang menjaga diri dari azab Allah dengan menunaikan kewajiban-kewajiban dan menjauhi maksiat.

Menurut beliau, takwa yang dimaksud mencakup semua bentuk ketaatan kepada Allah dan penghindaran dari segala yang dilarang-Nya.

Syekh A-Sya’rawi menjelaskan ayat ini bahwa perintah Allah kepada manusia untuk segera mencari ampunan-Nya dan berbuat amal baik karena kehidupan dunia tidaklah pasti.

Selanjutnya Syekh As-Sya’rawi menjelaskan bahwa; “Surga itu lebarnya selebar langit dan bumi”, ini bukan panjang kali lebar, karena ini hanya sebagian kecil dari alam semesta yang luasnya melampaui langit dan bumi.

Kata “disediakan” menunjukkan bahwa Surga telah sempurna diciptakan dan keindahannya tak terbayangkan, tak pernah terlihat atau terdengar, bahkan tak pernah terlintas dalam pikiran manusia.

Kesimpulan

Pada Surah Ali Imran ayat 133 memberikan pelajaraan bahwa manusia adalah makhluk yang tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa. Sebesar apapun dosa yang dilakukan oleh manusia namun ampunan allah lebih besar dari semua itu.

Karna ampunan Allah Subhanahu Wata’ala adalah salah satu Rahmat terbesarnya kepada makhluk. Oleh karena itu seyogyanyalah kita menyegerakan diri untuk selalu bertaubat dan meminta ampunan kepada allah sang pencipta, karna allah adalah satu-satunya dzat yang memberikan ampunan.

Begitu juga dengan ibadah yang menjadi prioritas amal seorang hamba kepada Sang Kholiq yang sudah seharusnya dijalankan dan menjadi tonggak utama dalam kehidupan sehari-hari.

Maka, tidak ada alasan seorang hamba untuk menunda-nunda ibadah yang bertujuan untuk meraih keridhoan Allah. Sehingga dengan ridho-Nya tersebut mengantarkan kita kepada balasan Surga yang luasnya sepanjang langit dan bumi yang dikaruniakan kepada orang yang bertaqwa dan beramal soleh.*/ Malik Fajar Assobari Harahap, Email: [email protected]

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amal Sholehampunanampunan Allahheadelinakehidupan duniaPilihan RedaksiSyekh As-Sya’rawi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Ajak Dai dan MUI Bantu Perangi Judi Online
Tulisan selanjutnya PPATK: 80 Persen Pemain Judi Online Pemuda Miskin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Hikmah

Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba

5 Mei 2026 11:04
Jendela Keluarga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?

26 April 2026 14:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?