Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Adab Safar dan Bepergian Liburan

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Januari 2025 10:19 10:19 am
Ahmad
Dipublikasikan 2 Januari 2025 10:18
Bagikan
Safar dan bepergian
Bagikan

Shalat dua rakaat,  dilanjutkan berdoa agar urusan dimudahkan dan berpamitan  /mengucapkan wada’ pada keluarga adalah adab safar dan bepergian dalam Islam

Hidayatullah.com | BEPERGIAN (safar) merupakan bagian dari kebutuhan hidup manusia. Bepergian untuk liburan, menuntut ilmu, mencari nafkah, mengunjungi kerabat, dan keperluan lainnya. Berita tentang meninggalnya seseorang karena kecelakaan dalam perjalanan mengingatkan bahwa kematian itu bisa datang kapan dan di mana saja.

Tempat dan waktu meninggalnya seseorang telah ditentukan, di rumah atau pada saat bepergian atau di mana saja.

إذا أراد الله قبض عبد بأرض جعل له إليها حاجة

“Sesungguhnya jika Allah menghendaki untuk mencabut nyawa seorang hamba di suatu tempat, maka Allah jadikan hamba itu memiliki keperluan di tempat tersebut.” (HR: Hakim).

Baca Juga

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah
Rahasia Hari Arafah yang Dibenci Iblis: Inilah 10 Keutamaannya
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan

Berkaitan safar, Rasulullah ﷺ bersabda;

السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ ، يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ ، فَإِذَا قَضَى نَهْمَتَهُ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ

“Safar itu setengah dari adzab (siksa), karena jika seorang dari kalian bepergian terkurangi tidur, makan dan minumnya. Apabila salah seorang dari kalian telah menyelesaikan urusannya (saat bepergian) hendaklah dia segera kembali kepada keluarganya.” (HR: Bukhari).

Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan tuntunan dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam ber-safar. Karena itu, orang yang akan melakukan aktifitas safar hendaknya menjaga adab-adab safar selama dalam perjalanan.

Pertama, sebelum berangkat meninggalkan rumah dianjurkan untuk shalat dua rakaat yang dilanjutkan dengan berdoa agar urusannya dimudahkan.

Kedua, orang yang akan melakukan safar hendaknya mengucapkan wada’ (pamitan) kepada keluarga, tetangga dan para teman dekatnya. Tujuannya untuk meminta maaf dan minta agar didoakan.

Ketiga, hendaknya orang yang akan melakukan safar mengembalikan barang-barang titipan dan tanggungan yang ada padanya kepada pemiliknya, karena safar merupakan pekerjaan yang berpotensi terjadinya musibah.

Keempat, hendaknya menyiapkan perbekalan yang bersumber dari yang halal, dan meninggalkan nafkah kepada semua orang yang wajib dinafkahinya seperti istri, anak, dan orang tua.

Kelima, hendaklah orang-orang yang ber-safar mengangkat salah seorang di antara mereka untuk menjadi amir dalam safar.

Keenam, hendaklah orang yang akan ber-safar ketika meninggalkan rumahnya ia berdoa, yang artinya;

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan (setan atau orang yang berwatak setan), atau tergelincir dan digelincirkan (orang lain), atau dari berbuat bodoh atau dibodohi.” (HR: Abu Daud).

Ketujuh, hendaklah orang yang ber-safar bertakbir (Allahu Akbar) ketika melewati tempat yang tinggi. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata;

‌أَنَّ ‌رَجُلًا ‌قَالَ: ‌يَا ‌رَسُولَ ‌اللَّهِ، ‌إِنِّي ‌أُرِيدُ ‌أَنْ ‌أُسَافِرَ ‌فَأَوْصِنِي، ‌قَالَ: «‌عَلَيْكَ ‌بِتَقْوَى ‌اللَّهِ، ‌وَالتَّكْبِيرِ ‌عَلَى ‌كُلِّ ‌شَرَفٍ

“Bahwasanya seorang lelaki bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku hendak ber-safar, maka berilah aku nasihat” Beliau menjawab, “Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah, dan mengucapkan takbir ketika melewati tempat yang tinggi.” (HR: Tirmidzi).

Kedelapan, hendaklah memperbanyak doa di dalam safar-nya dan memohon kepada Allah SWT kebaikan dunia dan akhirat. Karena safar merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa.

Kesembilan, hendaklah ia memberitakan kabar akan kedatangannya, sehingga tidak mengejutkan keluarganya.

Itulah sebagian dari adab dalam bepergian (safar). Dengan memperhatikan adab-adab tersebut diharapkan seseorang yang melakukan safar mendapatkan keberkahan, kemudahan, dan perlindungan Allah SWT selama dalam perjalanan. Semoga.*/ Imam Nur Suharno, Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adab safarbepergianberdoaHeadlinePilihan RedaksisafarShalat dua rakaat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Demonstrasi Pro Palestina di Istanbul Tahun Baru 2025 Istanbul Rayakan Tahun Baru dengan Gelar Demonstrasi Dukung Palestina
Tulisan selanjutnya Berita Rakerda Muhammadiyah Manggarai Barat NTT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa

Berita
8 Juni 2026 21:00
PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola

Terbaru

  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
  • Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
  • PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
  • Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
  • Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Hikmah

Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba

5 Mei 2026 11:04
Jendela Keluarga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?

26 April 2026 14:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?