Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Dokter di Florida Ungkap Parasit Disebabkan Larva Cacing Pita pada Pasisen Pemakan Daging Babi

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 Februari 2025 13:51 1:51 pm
Ahmad
Dipublikasikan 11 Februari 2025 13:50
Bagikan
Pemindaian X-ray yang mengerikan memperlihatkan parasit yang mengeras tertanam di seluruh tubuh pasien (The Sun)
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang dokter UGD di Florida membagikan hasil rontgen sangat mencengangkan yang pernah dilihatnya, menunjukkan tubuh seorang pasien dipenuhi ratusan telur cacing pita.

Dokter Sam Ghali, menjelaskan pasien mengalami kondisi tersebut setelah memakan daging babi yang mengandung larva cacing pita.

https://x.com/EM_RESUS/status/1879959988086755497

Pemindaian X-ray yang mengerikan memperlihatkan parasit yang mengeras tertanam di seluruh tubuh pasien telah menjadi viral di media sosial.

Gambar tersebut, dibagikan oleh dokter ruang gawat darurat Sam Ghali, menunjukkan apa yang ia gambarkan sebagai salah satu “X-ray paling mencengangkan” yang pernah ditemuinya, dengan tubuh pasien yang dihiasi oleh bentuk lonjong yang tak terhitung jumlahnya menyerupai hujan es.

Baca Juga

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

Dr Ghali mengatakan bahwa penyakit tersebut, yang disebut sistiserkosis, disebabkan oleh adanya kista larva cacing pita Taenia solium.

Parasit tersebut menginfeksi manusia melalui memakan daging babi mentah atau kurang matang yang dipenuhi kista larva.

Meskipun cacing pita dapat berkembang dalam hitungan minggu di usus manusia, sistiserkosis disebabkan oleh migrasi larva ke jaringan lunak, tempat mereka akhirnya mengapur dan membentuk kista.

“Siklus hidup dimulai dengan manusia yang mengonsumsi babi mentah atau setengah matang, lalu orang tersebut terinfeksi cacing di saluran pencernaannya dan menularkan telurnya ke manusia malang lainnya yang kemudian memakannya.”

Adapun tujuan dr Ghali membagikan foto tersebut sebagai pengingat kepada masyarakat untuk selalu berusaha sebaik mungkin dalam menjaga kebersihan, mencuci tangan, dan menghindari konsumsi makan daging babi terutama yang kurang matang.

“Kista ini kini dapat menjalar ke mana saja di seluruh tubuh. Pada pasien ini, kista telah menjalar ke jaringan lunak di pinggul dan kaki.”

Menurut laporan The New York Post, sistiserkosis terjadi ketika orang yang terinfeksi menularkan telur cacing pita ke orang lain melalui kotorannya.

Hal ini dapat terjadi ketika orang tidak mencuci tangan dengan benar setelah menggunakan kamar mandi atau melalui air yang terkontaminasi kotoran.

Kasus pasien yang tidak disebutkan namanya ini membuat orang menyadari risiko mengonsumsi daging babi yang tidak dimasak dengan benar, karena infeksi dari hal tersebut dapat menyebabkan kondisi yang lebih rumit seperti otot, kerusakan kulit, dan bahkan otak.

Infeksi Taenia solium, taeniasis, terjadi setelah seseorang memakan telur cacing pita pada daging babi yang terkontaminasi atau mentah.

Kista jaringan menyebabkan infeksi sistiserkosis, yang sangat berbahaya jika terjadi di otak atau sistem saraf, infeksi yang dikenal sebagai neurosistiserkosis. Kasus ini menyoroti bahaya memakan daging babi yang kurang matang.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cacing pitadaging babidokter FloridaHeadlineInfeksi Taenia soliumPasienrontgentaeniasis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Aceh Rilis Qanun Penyandang Disabilitas
Tulisan selanjutnya Inilah Awal Ramadhan Menurut PP Muhammadiyah dan Ahli Falak Aceh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Iptekes

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

Iptekes
8 Juli 2026 08:09
Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran

Terbaru

  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Iptekes

Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

2 Maret 2026 16:00
vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?