Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Siap Berunding, Hamas Usulkan Otoritas Nasional Palestina Independen Tanpa Pasukan Asing

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Oktober 2025 19:37 7:37 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 Oktober 2025 19:34
Bagikan
Usamah Hamdan
Bagikan

Hidayatullah.com—Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyatakan sikap terbuka terhadap rencana perdamaian yang ditawarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, namun menegaskan bahwa keputusan akhir akan diambil berdasarkan tiga pertimbangan utama: penghentian genosida di Gaza, tanggung jawab nasional Palestina, serta dukungan dari dunia Arab dan Islam.

Salah satu pimpinan Hamas, Usama Hamdan, mengatakan pihaknya mempelajari rencana tersebut dengan serius. “Ada tiga faktor yang kami pertimbangkan: menghentikan genosida di Gaza, berkonsultasi dengan faksi-faksi Palestina, dan mempertimbangkan dukungan Arab dan Islam,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Hamdan menambahkan bahwa Hamas menyambut baik semua upaya internasional, termasuk inisiatif dari Trump. “Kami siap melakukan perundingan langsung untuk pertukaran tawanan dan mencapai kesepakatan yang menghentikan agresi, menarik pasukan Israel, serta memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan,” katanya dalam wawancara dengan TV al-‘Arabī, Jumat, (3/10/2025).

Penolakan Pasukan Asing dan Pengelolaan Gaza

Menanggapi rencana yang mencakup kemungkinan kehadiran pasukan internasional di Gaza, Hamdan menyampaikan penolakan tegas. “Masuknya pasukan asing atau administrasi asing di Gaza tidak dapat diterima oleh rakyat Palestina, baik oleh Hamas maupun kelompok lainnya,” ujarnya.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Sebagai gantinya, Hamas mendukung pembentukan otoritas nasional Palestina independen yang dikelola oleh tokoh-tokoh independen dan bekerja sama dengan Otoritas Palestina. Menurut Hamdan, langkah ini telah menjadi kesepakatan nasional sejak tahun lalu dan mendapat dukungan dari negara-negara Arab dan Islam.

Ia juga menegaskan bahwa masa depan Palestina tidak bisa diputuskan sepihak. “Isu-isu seperti pembentukan negara dan masa depan senjata perlawanan harus dibahas secara nasional. Ketika negara Palestina berdiri, senjata perlawanan akan menjadi senjata negara yang melindungi rakyatnya,” kata Hamdan.

Proses Pertukaran Tawanan dan Jaminan Amerika Serikat

Terkait klausul rencana yang menyebut pembebasan tawanan dalam waktu 72 jam setelah persetujuan Hamas, Hamdan menilai batas waktu itu tidak realistis. “Kami serius untuk menyelesaikan ini secepat mungkin, tetapi perlu koordinasi di lapangan dan mungkin membutuhkan waktu lebih dari 72 jam,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pembebasan tawanan harus dilakukan dengan kesepakatan detail mengenai jumlah dan urutan pembebasan. “Ini bukan sekadar angka, tapi juga menyangkut nyawa manusia dan kondisi di lapangan,” katanya.

Hamdan menambahkan, keberhasilan kesepakatan membutuhkan jaminan dari Amerika Serikat agar Israel benar-benar mematuhi setiap poin yang disepakati. “Rencana ini tidak akan berarti tanpa jaminan. Pemerintah AS harus memastikan Israel menghormati kesepakatan,” ujarnya.

Peran Mediator dan Bantuan Kemanusiaan

Hamdan memuji peran Qatar dan Mesir yang menjadi mediator utama dalam perundingan. “Peran mereka sangat penting dalam mencapai formula yang bisa mengakhiri agresi di Gaza,” katanya. Ia berharap kedua negara tersebut terus berperan dalam implementasi kesepakatan, termasuk pemantauan jaminan, rekonstruksi Gaza, dan pelaksanaan keputusan KTT Arab-Islam.

Terkait mekanisme bantuan kemanusiaan, Hamdan menyatakan bahwa Hamas tidak keberatan dengan mekanisme yang diusulkan, karena serupa dengan kesepakatan pada Januari lalu. Namun, ia menegaskan pentingnya bantuan darurat segera setelah gencatan senjata diberlakukan. “Kami membutuhkan bantuan kemanusiaan dan medis segera, terutama karena banyak rumah sakit di Gaza telah hancur,” katanya.

Hamas Tegaskan Tetap Menjadi Bagian dari Palestina

Hamdan membantah tuduhan bahwa kesepakatan ini bertujuan menyingkirkan Hamas dari peran politik dan militer di Gaza. “Hamas adalah bagian asli dari rakyat Palestina. Penjajahan pernah mencoba menyingkirkan Fatah dan kelompok lain, dan gagal — mereka juga tidak akan berhasil menyingkirkan kami,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perlawanan adalah bagian dari sejarah panjang perjuangan Palestina. “Dari Revolusi al-Qassam hingga Fatah dan Hamas — semua adalah kesinambungan alami perjuangan rakyat Palestina,” katanya.

Menutup wawancara, Hamdan berharap Amerika Serikat memberi respons positif terhadap sikap konstruktif Hamas. “Yang tepat saat ini adalah respons positif yang seimbang dengan sikap positif Hamas terhadap rencana Presiden Trump,” ujarnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Donald TrumpGerakan Perlawanan IslamHAMASHeadlineisraelpalestinaPasukan asingPresiden ASrencana perdamaian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Israel’ Masih Lancarkan Pengeboman Meski Trump Perintahkan Berhenti
Tulisan selanjutnya Inilah Poin-Poin Jawaban Hamas Menanggapi Tawaran Donald Trump

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?