Hidayatullah.com – Penjajah ‘Israel’ terus membombardir Gaza meski Presiden AS Donald Trump memerintahkan untuk mengakhiri serangannya di Gaza. Hal itu menyusul persetujuan Hamas terhadap rencana gencatan senjata yang diajukan Trump.
Warga Palestina di Gaza melaporkan pada Sabtu pagi, tank-tank ‘Israel’ menembaki jalanan utama di pusat Kota Gaza, tak lama setelah perintah Trump.
Saksi mata mengatakan pesawat tempur juga menyerang beberapa rumah di lingkungan Remal dan mengintensifkan serangan di seluruh kota.
Penembakan hebat menargetkan area di sekitar Pusat Al-Noor ketika keluarga-keluarga berusaha mengungsi, memaksa banyak pengungsi tidur di jalanan.
Media lokal mengatakan jet dan artileri Israel melancarkan pemboman “sabuk api” di Gaza timur ketika warga sipil melarikan diri pada malam hari.
Serangan ‘Israel’ juga dilaporkan di Khan Younis, meskipun tidak ada laporan langsung mengenai korban jiwa.
Laporan pertahanan sipil
Juru bicara pertahanan sipil Gaza, mengatakan sejak perintah Trump, kota itu mengalami pengeboman tanpa henti.
“Kota Gaza sedang menjadi sasaran pengeboman Israel tanpa ampun saat ini,” lapor Mahmoad Saber Basal.
Lembaga kemanusiaan memperingatkan banyak warga sipil Gaza yang terpaksa mengungsi karena perintah evakuasi namun kemudian diserang ‘Israel’ saat berada di tempat teruka.
Donald Trump telah mendesak Israel untuk “segera menghentikan pemboman Gaza agar kita dapat mengeluarkan para sandera dengan aman dan cepat”.
Ia menyebut tanggapan Hamas terhadap rencana gencatan senjatanya sebagai “langkah signifikan” dan mengatakan negosiasi sedang berlangsung.
Namun, tidak berhentinya pengeboman ‘Israel’ menunjukkan kecilnya dampak negosiasi. Militer ‘Israel’ belum mengomentari pemboman terbaru tersebut tetapi telah berulang kali menyatakan bahwa serangan akan terus berlanjut hingga Hamas dibubarkan.*




