Hidayatullah.com– Militer Nigeria mendesak warga sipil untuk menghindari reruntuhan yang diakibatkan serangan udara Amerika Serikat atas sejumlah target ISIS di bagian barat laut negara itu lama ini.
Peringatan itu dikeluarkan menyusul beredarnya rekaman online yang menunjukkan sejumlah warga mengais puing-puing dan bom yang belum meledak di sejumlah lokasi yang menjadi target serangan udara AS di negara bagian Sokoto. Pihak berwenang khawatir warga sipil akan terkena ledakan bom yang masih utuh.
Pasukan AS melancarakan serangan di wilayah dalam Nigeria pada 25 Desember atas permintaan pemerintah Nigeria. Mereka menembakkan 16 bom yang dipandu GPS dari drone MQ-9 Reaper ke dua kamp yang berkaitan dengan ISIS di Sokoto.
“Kami tidak ingin warga sipil memungut material-material semacam itu,” kata Major Jenderal Michael Onoja, direktur Defence Media Operations, kepada awak media hari Jumat (2/1/2026) seperti dilansir Reuters.
“Kami mengimbau mereka untuk mengembalikan semua material yang kemungkinan akan membahayakan bagi mereka.”
Onoja mengatakan tim khusus alat peledak dari angkatan bersenjata sudah ditugaskan untuk mengumpulkan puing-puing bom dan bom yang belum meledak yang tersisa dari serangan AS tersebut.*




