Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Innalillahi, Prof Syed Muhammad Naquib al-Attas Wafat di Usia 94 Tahun

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 9 Maret 2026 12:23 12:23 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 9 Maret 2026 00:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Cendekiawan dan pemikir ternama peradaban Islam, Prof Dr Syed Muhammad Naquib Al-Attas wafat pada usia 94 tahun di Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (08/03/2026) pukul 18.47 waktu setempat.

Daftar isi
  • 1 dari 500 Muslim Paling Berpengaruh Dunia
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Kabar duka atas meninggalnya filsuf berusia 94 tahun ini disampaikan oleh Menteri di Departemen Perdana Menteri (Bidang Agama) Dr Zulkifli Hasan melalui Instagram.

“Almarhum dikenal sebagai seorang mujaddid, pemikir, dan cendekiawan yang menghidupkan kembali obor ilmu dan adab di dunia Islam,” kata Senator Dr Zulkifli Hasan dilansir Bernama pada Ahad (08/03/2026) malam.

Ia mengatakan bahwa kepergian almarhum bukan hanya kehilangan seorang tokoh, tetapi juga kehilangan permata ilmu pengetahuan bagi umat Islam.

“Buah dari pemikiran dan perjuangannya tidak hanya menghidupkan kembali wacana intelektual, tetapi juga berkontribusi pada lahirnya lembaga-lembaga penting seperti Angkatan Pemuda Islam Malaysia (ABIM), Universitas Nasional Malaysia (UKM), Institut Alam dan Peradaban Melayu (ATMA), dan ISTAC (Institut Internasional Pemikiran dan Peradaban Islam),” katanya.

Baca Juga

Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China
Qatar Bantah Menahan Pilot Iran
Tidak Becus Tandai Kecurangan NTU Hentikan Penggunaan Detektor AI
Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat
Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket

Zulkifli mengatakan bahwa meskipun negara berduka atas kehilangan seorang pemikir dan cendekiawan, almarhum meninggalkan warisan dan pengetahuan yang akan terus hidup untuk mendidik generasi mendatang.

Diketahui bahwa jenazah almarhum akan disemayamkan di Masjid At-Taqwa di Taman Tun Dr Ismail (TTDI) besok pagi sebelum dimakamkan di Pemakaman Islam Bukit Kiara.

Pada Oktober 2024, Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim menganugerahkan gelar Profesor Kerajaan kepada almarhum atas kontribusinya kepada negara, khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam.

“Royal Professor Tan Sri Dr Syed Muhammad Naquib Al-Attas adalah pendiri Institute of Islamic Thought and Civilisation (Institut Pemikiran dan Peradaban Islam/ISTAC) yang juga merupakan pemikir peradaban Islam kontemporer yang sangat dihormati dan disegani di dalam dan luar negeri, kata Sultan Ibrahim kala itu.

1 dari 500 Muslim Paling Berpengaruh Dunia

Selama hidupnya, Prof Naquib Al-Attas memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan pemikiran Islam, terutama di bidang filsafat, sejarah, teologi, dan pendidikan. Beliau telah menghasilkan lebih dari 30 buku yang menjadi rujuan dan referensi penting dalam studi peradaban dan filsafat Islam.

Ia juga menulis berbagai buku di bidang pemikiran dan peradaban Islam, khususnya tentang sufisme, kosmologi, filsafat, dan literatur Malaysia.

Melalui ISTAC, Al-Attas bersama sejumlah rekan ilmuwan melakukan kajian dan penelitian mengenai Pemikiran dan Peradaban Islam, serta memberikan respon kritis terhadap Peradaban Barat.

Tahun 2024, Syed Muhammad Naquib Al-Attas dimasukkan sebagai bagian dari “500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia” oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre, Yordania.

Ia juga menyandang gelar Honorable Loyalty to the Crown dari pemerintah Malaysia.

Profesor Diraja (Royal Professor) adalah profesor tertinggi dan paling terhormat di Malaysia, yang diberikan oleh Raja, dan hanya profesor terkemuka yang memberikan kontribusi berharga kepada masyarakat dan negara yang memenuhi syarat untuk memegang gelar ini.

Orang pertama dan satu-satunya yang dianugerahi gelar sebelumnya adalah almarhum Profesor Diraja Ungku Abdul Aziz Abdul Hamid pada tahun 1978.*

Baca juga: Kisah-kisah Seputar Kakek Prof Naquib Al-Attas

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineKabar DukaSyed Muhammad Naquib Al-Attas Wafat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seribu Dirham Ramadhan dan Ujian Keikhlasan
Tulisan selanjutnya Hidayatullah Surabaya Gelar Silaturahim dan Buka Bersama Tokoh Masyarakat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan: ‘Israel’ Ingin Hapus Palestina, Mendukung Kemerdekaannya adalah Tanggung Jawab Umat Islam

Berita
13 Agustus 2026 15:00
Ratusan Orang Kurdi Suriah Kembali ke Kampungnya Setelah Bertahun-tahun Mengungsi
Bertemu Pimpinan US CENTCOM, PM Ali al-Zaidi Tegaskan Komitmen Mengakhiri Kehadiran Militer Amerika di Iraq
MUI Kecam Promosi Miras Pakai Tantangan Hafalan Surat Ad-Dhuha
70 Ribu Warga Palestina Hadiri Shalat Jumat di Masjidil Aqsha, Ribuan Datang Sejak Subuh

Terbaru

  • Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China
  • Qatar Bantah Menahan Pilot Iran
  • Tidak Becus Tandai Kecurangan NTU Hentikan Penggunaan Detektor AI
  • Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat
  • Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket
  • Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India
  • PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
  • Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus
  • Mantan Profesor Cambridge di Pusaran Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Tak Bernyawa
  • Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India

16 Agustus 2026 09:46
Berita

PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa

15 Agustus 2026 17:19
Berita

Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus

15 Agustus 2026 16:24
Berita

Mantan Profesor Cambridge di Pusaran Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Tak Bernyawa

15 Agustus 2026 14:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?