Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tajuk

Aria dan Perang Opini Media AS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 September 2014 19:53 7:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2014 01:39
Bagikan
Bagikan

ARIA hanyalah gadis remaja berusia 15 tahun. Ia dan keluarganya tinggal di kamp pengungsi Khanke, di luar kota Duhok, di sebelah barat laut Iraq.

Keluarga Aria adalah penganut Yazidi. Mereka terpaksa meninggalkan Sinjar, tempat kediaman mereka, menuju kamp pengungsian, karena takut kepada tentara Daulah Islam Iraq wa Syam (DAIS) atau juga disebut Islamic State of Iraq and Syria (ISIS/ISIL), atau disebut pula IS (Islamic State).

Aria sendiri mengaku kepada reporter CNN, Anna Coren, bahwa ia memiliki pengalaman amat pahit dengan tentara berpakaian hitam-hitam tersebut. Menurutnya, ia pernah ditangkap, disekap, bahkan mengetahui banyak gadis-gadis Yazidi yang diperkosa tentara ISIS. Aria sendiri mengaku tak ikut diperkosa.

“Mereka benar-benar kotor,” cerita Aria sebagaimana dilaporkan situs CNN pada 23 September 2014.  “Mereka memiliki jenggot panjang dan berbadan besar.”

“Mereka mencoba mengubah iman kami,” kata Aria lagi. “Mereka mengatakan kepada kami, ‘bacalah Qur’an.’ Padahal kami tidak pernah diajarkan membacanya.”

Baca Juga

“Jangan Curigai Sumbangan Kami!”
Pak Presiden, Dengarkanlah Kata Ulama!
Hormati Orang yang Sedang Berpuasa!
Jurnalisme Takwa
Bijak di Kabinet Baru

Lalu, kisah tentang Aria ini mengalir bagai drama pilu yang dikemas dengan gaya renyah. Untuk mendapatkan semua data tersebut, Coren menemui langsung gadis ini dan orang tuanya di kamp pengungsian.

Kisah pilu tentang masyarakat sipil, terutama anak-anak, orang tua, dan wanita, bukan sekali ini saja ditampilkan CNN. Berkali-kali jaringan media Amerika Serikat (AS) ini mengeluarkan kisah-kisah serupa di antara kecamuk perang di Irak dan Siria.

Ada kisah seorang gadis remaja berusia 19 tahun asal Glasgow, Skotlandia, bernama Aqsa Mahmud, yang tak kalah memilukan.

“Bulan November tahun lalu, Aqsa memberi ayahnya, Muzaffar, pelukan panjang, pelukan perpisahan,” tulis CNN dalam situsnya pada 5 September 2014.  Setelah itu, Aqsa menghilang. Pihak pengacara keluarga menduga, gadis itu telah bergabung bersama ISIS.

Ada juga kisah memilukan tentang seorang ayah yang kehilangan anak laki-lakinya yang jenius. Sang anak juga ditengarai telah bergabung dengan ISIS.  “Anakku bercita-cita menjadi seorang ahli komputer. Namun sekarang ia menjadi teroris,” tulis situs CNN dalam feature edisi Agustus, mengutip perkataan sang ayah, lengkap dengan suara paraunya.

Kisah-kisah feature ini mungkin saja benar, namun jelas tak lengkap. Kisah-kisah seperti inilah yang mengantarkan serangan tentara Amerika Serikat ke Suriah pada 23 September lalu.

Serangan tersebut berdalih untuk menghambat gerak ISIS, yang sebelumnya telah  dikonotasikan amat jahat oleh media Amerika Serikat.  Faktanya, banyak media melaporkan, serangan tersebut tak cuma ditujukan kepada ISIS.  Serangan itu ditujukan kepada semua kelompok mujahidin di Suriah, termasuk Jabhah Nushrah dan Ahrar Syam. Bahkan, warga sipil pun tak sedikit yang menjadi korban.

Akankah serangan tentara AS ini akan mendapat restu dari masyarakat Amerika sebagaiman dulu mereka juga memberi restu atas penggempuran Irak dengan dalih mencari senjata pemusnah massal yang hingga kini tak pernah ditemukan itu? Boleh jadi, feature-feature menggugah sebagaimana disajikan CNN tadi telah membutakan mata masyarakat Amerika Serikat — juga dunia— atas apa yang sesungguhnya terjadi di Suriah.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikacnniraqmediaSiapa Manfaatkan Isu ISISsuriahSyam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keutamaan Amal Shalih di Awal Dzulhijjah
Tulisan selanjutnya Usaha Pembongkaran dan Pencurian Jasad Nabi Shallallahu’alaihi Wassalam (Habis)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Tajuk

Pemimpin Biasa, Di Tengah Masyarakat yang Anomali

24 Oktober 2014 08:30
Tajuk

10 Tahun Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini

9 April 2013 23:44
Tajuk

Kekerasan Atas Nama Agama, Don’t Worry

20 September 2012 16:50
Tajuk

Ke Manakah Media Islam?

18 Desember 2011 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?