Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah

Mahmud
Terakhir diupdate: 21 April 2026 06:22 6:22 am
Mahmud
Dipublikasikan 20 April 2026 22:07
Bagikan
Syekh Muhammad Abu Syahbah
Bagikan

“Sesungguhnya kemuliaan membela Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasulullah SAW adalah kemuliaan yang tidak tertandingi oleh kemuliaan apa pun. Sesuatu itu menjadi mulia karena kemuliaan topiknya (apa yang dibahas/dibela).” (Dr. Abu Syahbah)

Hidayatullah.com | DI TENGAH arus pemikiran kontemporer, posisi Sunnah Nabawiyah sering kali menjadi sasaran tembak utama. Serangan ini bukan tanpa alasan; meruntuhkan kepercayaan umat terhadap hadits sama saja dengan memutus jembatan pemahaman terhadap Al-Qur’an.

Buku karya Dr. Abu Syahbah, seorang pakar Al-Qur’an dan Hadits dari Universitas Al-Azhar, hadir bukan hanya sebagai buku teks akademis, melainkan sebagai “perisai intelektual” yang menjaga autentisitas wahyu kedua dalam Islam.

Data Buku       :

Judul                : Difā’ ‘an as-Sunnah wa Raddi Syubah al-Mustasyriqīn wa al-Kuttāb al-Mu’āshirīn (Pembelaan Terhadap Sunnah dan Sanggahan Atas Syubhat Orientalis serta Penulis Kontemporer)

Baca Juga

Al-Rushafi dan Catatan Kritis Seputar Sirah Nabi Muhammad
Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027
Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

Penulis             : Dr. Muhammad bin Muhammad Abu Syahbah (didampingi riset Dr. Abdul Ghani Abdul Khaliq)

Tebal               : 510 Halaman

Penerbit           : Maktabah as-Sunnah (Kairo)

 Kategori         : Studi Hadits / Apologetika Islam

Buku ini merupakan ensiklopedia pembelaan yang sangat komprehensif. Berdasarkan struktur daftar isinya, Dr. Abu Syahbah membagi naskahnya menjadi tiga bagian besar yang saling menguatkan:

Bagian Pertama: Kedudukan Sunnah dan Sejarah Kodifikasi. Penulis memulai dengan menetapkan posisi fundamental Sunnah sebagai landasan kedua dalam Islam setelah Al-Qur’an. Beliau menguraikan bagaimana Sunnah berfungsi sebagai penjelas (bayān) bagi Al-Qur’an yang mencakup Tafshil al-Mujmal (merinci yang global) hingga kemandirian Sunnah dalam menetapkan syariat.

Menariknya, daftar isi menunjukkan pembahasan mendalam mengenai sejarah penulisan hadits. Penulis mematahkan klaim orientalis dengan menjelaskan fase-fase penting: mulai dari pelarangan penulisan hadits di awal Islam (untuk menjaga kemurnian Al-Qur’an), izin penulisan bagi sahabat tertentu, hingga gerakan tadwin (kodifikasi) resmi pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Penulis menegaskan bahwa hadits dijaga melalui dua jalur emas: hafalan (hifzh) dan tulisan (kitabah).

Bagian Kedua: Sanggahan Terhadap Orientalis dan Penulis Modern. Sasaran utama dalam bagian ini adalah pemikiran orientalis seperti Ignaz Goldziher dan penulis kontemporer seperti Mahmoud Abu Rayyah. Dr. Abu Syahbah secara spesifik membongkar “ketidakjujuran ilmiah” dalam buku Abu Rayyah yang berjudul Adhwa’ ‘ala al-Sunnah al-Muhammadiyyah.

Penulis menjawab tuduhan mengenai “Hadits Israiliyat” dan campur tangan politik dinasti Umayyah dalam pemalsuan hadits. Beliau menunjukkan bahwa para ulama hadits adalah sosok-sosok yang sangat independen dan memiliki metodologi kritik yang jauh lebih ketat daripada metodologi sejarah Barat modern.

Bagian Ketiga: Kehujahan Sunnah (Riset Dr. Abdul Ghani Abdul Khaliq). Bagian penutup buku ini diperkaya dengan kajian mendalam mengenai otoritas hukum (hujji-yyah) Sunnah. Pembahasan mencakup logika kewajiban mengikuti Sunnah, jawaban atas syubhat bahwa Islam cukup dengan Al-Qur’an saja (Inkarus Sunnah), hingga penjelasan mengenai hikmah mengapa Al-Qur’an ditulis secara massal sementara Sunnah tidak diperintahkan secara demikian pada awalnya.

Pembelaan Terhadap Abu Hurairah Ra.

Salah satu bagian paling krusial dalam buku ini adalah pembelaan terhadap sahabat Nabi, Abu Hurairah R.A. Beliau sering kali difitnah sebagai perawi yang “terlalu banyak meriwayatkan hadits” meskipun masa kebersamaannya dengan Nabi tergolong singkat.

Abu Syahbah menjawab tuduhan ini dengan logika yang sangat jernih. Beliau menjelaskan konsep mulāzamah (pendampingan terus-menerus). Sebagai anggota Ahlus Shuffah, Abu Hurairah tidak memiliki kesibukan berdagang atau bertani, sehingga waktunya didedikasikan penuh untuk menyimak setiap perkataan Nabi.

Penulis juga mengingatkan pembaca pada doa khusus Rasulullah agar Abu Hurairah diberikan ingatan yang kuat, yang merupakan bentuk mukjizat kenabian yang diabaikan oleh para pengkritik hadits. Sejak mendekap “kain keberkahan” dari Rasulullah SAW, Abu Hurairah tidak pernah lagi melupakan apa yang beliau dengar.

Dr. Abu Syahbah tidak hanya menggunakan dalil teks (naqli), tetapi juga pendekatan akal (aqli) dan sains. Beliau membahas hadits-hadits yang sering dianggap “tidak masuk akal” oleh kaum rasionalis, seperti hadits tentang sayap lalat. Beliau menegaskan bahwa apa yang disampaikan Rasulullah empat belas abad lalu adalah kebenaran wahyu yang baru bisa dibuktikan oleh mikroskop modern berabad-abad kemudian.

Buku ini juga menjelaskan keagungan “Sanad” sistem verifikasi transmisi informasi yang tidak dimiliki oleh peradaban mana pun selain umat Islam. Penulis memaparkan bagaimana para ulama menciptakan ilmu Jarh wa Ta’dīl untuk menyeleksi integritas moral dan intelektual setiap individu dalam rantai riwayat. Dengan sistem ini, hadits palsu (maudhū’) dapat dideteksi dan dipisahkan dari hadits shahih dengan sangat presisi.

Membaca buku Dr. Abu Syahbah ini memberikan rasa aman intelektual bagi setiap muslim. Pesan utamanya sangat kuat: meninggalkan Sunnah berarti meruntuhkan setengah bangunan Islam. Sunnah bukanlah beban sejarah, melainkan petunjuk jalan yang terang benderang.

Karya ini sangat direkomendasikan bagi pelajar, akademisi, maupun masyarakat umum yang ingin memperdalam pemahaman hadits. Dr. Abu Syahbah telah berhasil membuktikan bahwa meskipun badai syubhat menerjang selama berabad-abad, hadits Nabi Muhammad saw. tetap tegak berdiri sebagai menara cahaya yang tak terpadamkan.menara cahaya yang tak terpadamkan. (MBS)

Redaktur: Mahmud
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abu SyahbahSunnah Nabawiyahsyubhat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Usai Iran, Analis Sebut Turki atau Pakistan Bisa Jadi Lawan Baru Israel
Tulisan selanjutnya Caplok Wilayah Lebanon, Penjajah Israel Kuasai Ladang Gas Qana

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Berita
3 September 2026 15:08
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York

Terbaru

  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
  • ‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
  • Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
  • Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
  • 11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha
  • 100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza
  • Suriah Rangkul Faksi Bersenjata untuk Pastikan Monopoli Senjata
  • Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS
  • Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
ArtikelPustaka

Mengenal Aliran Teologi Syi’ah, Sebuah Pengantar

13 Januari 2024 11:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?