Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ormas Islam Tolak Kehadiran PM India ke Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 Juli 2026 20:48 8:48 pm
Ahmad
Dipublikasikan 6 Juli 2026 20:46
Bagikan
Pimpinan ormas tergabung di Majelis Ormas Islam (MOI)
Bagikan

Hidayatullah.com– Majelis Ormas Islam (MOI) secara terbuka menyatakan menolak kehadiran Perdana Menteri India Narendra Modi dalam kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Penolakan tersebut dituangkan dalam Pernyataan Sikap MOI yang diterbitkan hari Senin, 6 Juli 2026.

“Majelis Ormas Islam (MOI) mencermati dengan penuh keprihatinan berbagai perkembangan yang terjadi di Republik India, khususnya meningkatnya praktik Islamofobia, diskriminasi, ujaran kebencian terhadap umat Islam, serta berbagai tindakan yang merendahkan hak-hak sipil dan kebebasan beragama,” kata Ketua Presidium MOI, KH Nazar Haris, dalam Pernyataan Sikap MOI tertanggal Senin, 6 Juli 2026.

Menurut Nazar Haris, penolakan tersebut bukan ditujukan kepada rakyat India, melainkan merupakan sikap moral terhadap kebijakan pemerintahan Narendra Modi yang dinilai bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia, keadilan, dan kebebasan beragama.

Latar Belakang Penolakan

Lebih lanjut, dalam pernyataan yang diterbitkan MOI menyebut sedikitnya enam alasan utama penolakan terhadap kehadiran Modi.

Baca Juga

Iran Izinkan Sejumlah Kapal Tanker Iraq Melewati Selat Hormuz
Kuwait dan Amerika Sepakat Memperdalam Kerja Sama dan Integrasi Militer
Pendiri Raksasa Properti China Evergrande Dibui Seumur Hidup
Amerika Serikat Setujui Penjualan Pesawat Pengisi Bahan Bakar Bernilai $4,5 Miliar ke Qatar
Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Benjamin Netanyahu

Di antaranya ialah dugaan meningkatnya Islamofobia, diskriminasi terhadap umat Islam, perlunya penghormatan terhadap hak-hak minoritas, hingga dorongan kepada Pemerintah Indonesia untuk menyampaikan keprihatinan secara resmi kepada pemerintah India.

Pertama, MOI mengutuk segala bentuk Islamofobia, diskriminasi, dan tindakan represif terhadap umat Islam di India. Organisasi ini menilai berbagai kebijakan pemerintah India telah menciptakan rasa tidak aman bagi komunitas Muslim serta mempersempit ruang kebebasan beragama.

“Majelis Ormas Islam mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk terus mengedepankan nilai keadilan, perdamaian, serta solidaritas kemanusiaan dalam menyikapi berbagai persoalan internasional,” ujar Nazar Haris dalam pernyataan tersebut.

Kedua, MOI mendesak pemerintah India segera menghentikan berbagai kebijakan yang dinilai mendiskriminasi kelompok minoritas dan mengedepankan penyelesaian melalui dialog serta penghormatan terhadap hak-hak seluruh warga negara tanpa memandang latar belakang agama.

Ketiga, MOI meminta pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan secara resmi kepada pemerintah India. Menurut KH Nazar Haris, hubungan bilateral yang baik tidak boleh menghilangkan keberanian Indonesia untuk menyampaikan sikap terhadap isu-isu kemanusiaan yang menjadi perhatian dunia.

Keempat, MOI mendesak pemerintah Indonesia agar menyampaikan keprihatinan kepada seluruh negara sahabat mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan kebebasan beragama. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari komitmen Indonesia terhadap perdamaian dan keadilan global.

Kelima, organisasi yang menghimpun berbagai organisasi kemasyarakatan Islam itu mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk memperkuat solidaritas terhadap umat Islam di berbagai belahan dunia melalui doa, edukasi, dialog, serta aksi kemanusiaan yang damai dan bermartabat.

KH Nazar Haris menegaskan solidaritas tersebut harus dilakukan tanpa menimbulkan konflik maupun kebencian antarkelompok.

Keenam, MOI mengimbau umat Islam Indonesia untuk terus mengedepankan prinsip keadilan dan perdamaian dalam menyikapi persoalan internasional. Dalam pernyataannya, organisasi tersebut menegaskan bahwa Islam mengajarkan sikap adil bahkan kepada pihak yang berbeda, sebagaimana kutipan ayat Al-Qur’an yang disertakan dalam pernyataan sikap tersebut.

Majelis Ormas Islam sendiri merupakan wadah yang menghimpun sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia. Dalam kop surat pernyataannya tercantum sejumlah organisasi yang tergabung di dalamnya, antara lain Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Mathla’ul Anwar, Wahdah Islamiyah, Persatuan Umat Islam (PUI), Al Washliyah, Hidayatullah, Ikatan Dai Indonesia (IKADI), serta beberapa organisasi Islam lainnya.

Menutup pernyataannya, KH Nazar Haris berharap pemerintah Indonesia dapat mempertimbangkan aspirasi masyarakat sipil sebelum menerima kunjungan Narendra Modi. “Majelis Ormas Islam mengajak seluruh pemimpin Indonesia bersikap penuh pertimbangan terhadap nilai-nilai luhur kemanusiaan serta tetap menjadikan prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagai fondasi hubungan diplomatik dengan seluruh negara,” ujarnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineIndiaislamofobiaMajelis Ormas IslamMOImuslim IndiaNarendra Modiormas IslamPerdana Menteri India
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya RUU LGBT Berpeluang Dibahas DPR, Marwan: Mereka Harus Disembuhkan
Tulisan selanjutnya 30 Tahun Menyalahgunakan Kekuasaan Pejabat China Diganjar Hukuman Mati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bantuan Kemanusiaan IHH
Berita

Gaza Kembali Puncaki Daftar Wilayah Paling Mematikan bagi Pekerja Kemanusiaan

Berita
20 Agustus 2026 13:00
Kuwait dan Amerika Sepakat Memperdalam Kerja Sama dan Integrasi Militer
Takuti Warga ‘Israel’, Netanyahu Pajang Wajah Para Pemimpin Muslim di Baliho Pemilu
Kantor Perdana Menteri Pemerintah Kurdistan Diserang Drone
Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, tapi Akui sedang Mempelajari Islam

Terbaru

  • Iran Izinkan Sejumlah Kapal Tanker Iraq Melewati Selat Hormuz
  • Kuwait dan Amerika Sepakat Memperdalam Kerja Sama dan Integrasi Militer
  • Pendiri Raksasa Properti China Evergrande Dibui Seumur Hidup
  • Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat
  • Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol
  • Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
  • Amerika Serikat Setujui Penjualan Pesawat Pengisi Bahan Bakar Bernilai $4,5 Miliar ke Qatar
  • Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Benjamin Netanyahu
  • Aparat Keamanan Pakistan Tewaskan 49 Militan
  • Nurul Hidayati K: BMIWI Dorong Sikap Proporsional Hadapi Fenomena Homoseksual

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aparat Keamanan Pakistan Tewaskan 49 Militan

22 Agustus 2026 09:39
Berita

Nurul Hidayati K: BMIWI Dorong Sikap Proporsional Hadapi Fenomena Homoseksual

21 Agustus 2026 21:00
Advertorial

Sentuhan AI vs ‘Rasa’ Manusia: Mengapa Fotografer Profesional Kurang Menyarankan AI Generated Image?

21 Agustus 2026 16:35
Berita

Al Muzzammil Yusuf: Perjuangan Kemerdekaan Palestina Butuh Kerja Bersama Dunia Internasional

21 Agustus 2026 12:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?